Pemain Terkapar Diganjal Lawan, Pelatih PSM Geram
Sabtu, 05 November 2016 - 21:03 WIB
Pemain Terkapar Diganjal Lawan, Pelatih PSM Geram
A
A
A
BALIKPAPAN - Pelatih PSM Makassar Robert Alberts tidak terima pemainnya mendapat perlakuan kasar saat dijamu Persiba Balikpapan. Yang membuatnya geram, wasit tak memberi hukuman apapun terhadap pemain lawan. Selain itu, pelatih asal Belanda itu mengeluhkan kondisi lapangan Stadion Persiba, yang buruk.
Robert mengungkapkan protesnya setelah timnya menang 2-0 atas tuan rumah Persiba Balikpapan pada lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, Sabtu (5/11/2016). Menurut Robert, kemenangan timnya bukan yang terpenting, tapi aturan dalam sepak bola yang perlu dibangun dengan sehat.
"Yang lebih penting adalah aturan yang ada di sepak bola Indonesia. Kami kehilangan penyerang dengan tekel yang buruk (Ronald Hikspoors) dan pemain yang menekel itu masih tetap bermain, harusnya dia dapat hukuman," kata Robert dalam jumpa pers seusai laga.
Kemenangan Juku Eja ditentukan lewat gol Titus Bonai pada menit ke-35 dan M Rahmat (59). Hasil itu membuat PSM berada di posisi kesembilan klasemen sementara ISC A 2016 dengan mengoleksi 39 poin dari 27 laga. Meski demikian, pelatih PSM tidak mau mengomentari terlalu banyak soal penampilan anak asuhnya. (Baca juga: Taklukkan Persiba Balikpapan, Kado Istimewa PSM Makassar).
Robert mengatakan dirinya tidak memanfaatkan lapangan untuk uji coba, meski tuan rumah sudah memberikan kesempatan. "Saya katakan, bagaimana mungkin pertandingan liga seperti ini bisa menggunakan lapangan yang tidak bagus seperti ini," katanya.
Lebih jauh dirinya menjelaskan, hal ini sangat penting untuk perkembangan sepak bola Indonesia, karena kualitas sepak bola nasional bukan hanya dinilai pada satu pertandingan saja. Melainkan, harus melihat bagaimana sepak bola ke depannya. "Kami sebagai pelatih hanya bisa menyuarakan, supaya kami bisa menjalani pertandingan di lapangan yang baik, dan pemain juga dapat perlindungan," jelasnya.
Pemain Impor PSM Willem Jan Pluim mengatakan, dirinya sepakat dengan apa yang dikatakan pelatih soal kondisi lapangan yang ada. "Waktu kita main di Belanda, kalau lapangan seperti ini pertandingannya akan dibatalkan," ujarnya.
Robert mengungkapkan protesnya setelah timnya menang 2-0 atas tuan rumah Persiba Balikpapan pada lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, Sabtu (5/11/2016). Menurut Robert, kemenangan timnya bukan yang terpenting, tapi aturan dalam sepak bola yang perlu dibangun dengan sehat.
"Yang lebih penting adalah aturan yang ada di sepak bola Indonesia. Kami kehilangan penyerang dengan tekel yang buruk (Ronald Hikspoors) dan pemain yang menekel itu masih tetap bermain, harusnya dia dapat hukuman," kata Robert dalam jumpa pers seusai laga.
Kemenangan Juku Eja ditentukan lewat gol Titus Bonai pada menit ke-35 dan M Rahmat (59). Hasil itu membuat PSM berada di posisi kesembilan klasemen sementara ISC A 2016 dengan mengoleksi 39 poin dari 27 laga. Meski demikian, pelatih PSM tidak mau mengomentari terlalu banyak soal penampilan anak asuhnya. (Baca juga: Taklukkan Persiba Balikpapan, Kado Istimewa PSM Makassar).
Robert mengatakan dirinya tidak memanfaatkan lapangan untuk uji coba, meski tuan rumah sudah memberikan kesempatan. "Saya katakan, bagaimana mungkin pertandingan liga seperti ini bisa menggunakan lapangan yang tidak bagus seperti ini," katanya.
Lebih jauh dirinya menjelaskan, hal ini sangat penting untuk perkembangan sepak bola Indonesia, karena kualitas sepak bola nasional bukan hanya dinilai pada satu pertandingan saja. Melainkan, harus melihat bagaimana sepak bola ke depannya. "Kami sebagai pelatih hanya bisa menyuarakan, supaya kami bisa menjalani pertandingan di lapangan yang baik, dan pemain juga dapat perlindungan," jelasnya.
Pemain Impor PSM Willem Jan Pluim mengatakan, dirinya sepakat dengan apa yang dikatakan pelatih soal kondisi lapangan yang ada. "Waktu kita main di Belanda, kalau lapangan seperti ini pertandingannya akan dibatalkan," ujarnya.
(sha)