Ganti Pelatih, Persela dan Persegres Malah Terjerembap
Senin, 07 November 2016 - 17:51 WIB
Ganti Pelatih, Persela dan Persegres Malah Terjerembap
A
A
A
LAMONGAN - Pergantian pelatih tak cukup mengangkat performa dua tim dari pesisir utara Jawa Timur, yakni Persela Lamongan dan Persegres Gresik United. Hingga pekan ke-27, kedua tim belum beranjak dari papan bawah klasemen Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016.
Persela Lamongan yang memakai jasa Aji Santoso, masih berada di peringkat 17 klasemen sementara dengan koleksi 24 angka. Sedangkan Persrgres yang berada tepat di atasnya, berbeda tipis dengan mengumpulkan 25 angka.
Aji Santoso yang terlihat telah mengubah cara bermain tim berjuluk Laskar Joko Tingkir, nyatanya belum menyodorkan posisi menjanjikan di klasemen sementara. Demikian pula Persegres yang sempat menjanjikan karena sempat mengalahkan Arema Cronus.
Tim bertetangga ini juga sama-sama menjadi korban pembantaian di pekan ke-27. Persela Lamongan digilas Arema Cronus 0-3 di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/11/2016), sedangkan dua hari sebelumnya Persegres terkapar 1-4 di rumah Madura United.
Sudah begitu, Persela ditunggu pertandingan berat dalam tiga pekan ke depan yakni kontra Sriwijaya FC, Pusamania Borneo FC, serta Persib Bandung. Sebuah misi yang sangat rumit bagi Aji Santoso walau ada peluang mengoptimalkan laga kandang.
Persegres malah sudah tiga pertandingan menelan kekalahan secara beruntun dan disambut Bhayangkara FC serta Mitra Kukar di laga berikutnya. "Kami tak akan berhenti berusaha. Dengan sekuat tenaga kami akan memperbaiki situasi," kata Pelatih Persela Aji Santoso.
"Kalau dilihat dari posisi di klasemen memang belum ada perubahan signifikan. Tapi, melihat upaya dan karakter tim, saya masih optimistis tim akan berkembang. Saya harap suporter terus memberikan dukungan sebagai tambahan kekuatan," beber Aji.
Dukungan dari fans juga diminta Pelatih Persegres Eduard Tjong. Dia meminta suporter tidak keburu putus asa karena posisi di klasemen masih sangat fluktuatif. Edu pun sangat berambisi untuk membalikkan situasi timnya yang sedang tidak stabil.
"Ambisi saya sama dengan suporter Ultrasmania, ingin melihat tim ini bangkit dan berada di posisi yang lebih baik. Namun memang perjalanan di ISC sangat sulit karena berbagai sebab, misalnya ada pemain yang absen," ungkap Eduard Tjong.
Beruntung bagi kedua tim bertetangga, karena musim ini tidak diberlakukan sistem degradasi. Kendati demikian, suporter tetap menginginkan adanya perubahan besar dan finis di posisi lebih baik di akhir kompetisi nanti.
"Musim ini bisa menjadi pelajaran bagi manajemen agar menata kekuatan lebih serius lagi musim depan. Tetapi minimal kami ingin melihat Persegres bisa berada di posisi lebih baik lagi saat ISC 2016 berakhir nanti," cetus Ketua Umum Ultrasmania Muharrom.
Persela Lamongan yang memakai jasa Aji Santoso, masih berada di peringkat 17 klasemen sementara dengan koleksi 24 angka. Sedangkan Persrgres yang berada tepat di atasnya, berbeda tipis dengan mengumpulkan 25 angka.
Aji Santoso yang terlihat telah mengubah cara bermain tim berjuluk Laskar Joko Tingkir, nyatanya belum menyodorkan posisi menjanjikan di klasemen sementara. Demikian pula Persegres yang sempat menjanjikan karena sempat mengalahkan Arema Cronus.
Tim bertetangga ini juga sama-sama menjadi korban pembantaian di pekan ke-27. Persela Lamongan digilas Arema Cronus 0-3 di Stadion Kanjuruhan, Minggu (6/11/2016), sedangkan dua hari sebelumnya Persegres terkapar 1-4 di rumah Madura United.
Sudah begitu, Persela ditunggu pertandingan berat dalam tiga pekan ke depan yakni kontra Sriwijaya FC, Pusamania Borneo FC, serta Persib Bandung. Sebuah misi yang sangat rumit bagi Aji Santoso walau ada peluang mengoptimalkan laga kandang.
Persegres malah sudah tiga pertandingan menelan kekalahan secara beruntun dan disambut Bhayangkara FC serta Mitra Kukar di laga berikutnya. "Kami tak akan berhenti berusaha. Dengan sekuat tenaga kami akan memperbaiki situasi," kata Pelatih Persela Aji Santoso.
"Kalau dilihat dari posisi di klasemen memang belum ada perubahan signifikan. Tapi, melihat upaya dan karakter tim, saya masih optimistis tim akan berkembang. Saya harap suporter terus memberikan dukungan sebagai tambahan kekuatan," beber Aji.
Dukungan dari fans juga diminta Pelatih Persegres Eduard Tjong. Dia meminta suporter tidak keburu putus asa karena posisi di klasemen masih sangat fluktuatif. Edu pun sangat berambisi untuk membalikkan situasi timnya yang sedang tidak stabil.
"Ambisi saya sama dengan suporter Ultrasmania, ingin melihat tim ini bangkit dan berada di posisi yang lebih baik. Namun memang perjalanan di ISC sangat sulit karena berbagai sebab, misalnya ada pemain yang absen," ungkap Eduard Tjong.
Beruntung bagi kedua tim bertetangga, karena musim ini tidak diberlakukan sistem degradasi. Kendati demikian, suporter tetap menginginkan adanya perubahan besar dan finis di posisi lebih baik di akhir kompetisi nanti.
"Musim ini bisa menjadi pelajaran bagi manajemen agar menata kekuatan lebih serius lagi musim depan. Tetapi minimal kami ingin melihat Persegres bisa berada di posisi lebih baik lagi saat ISC 2016 berakhir nanti," cetus Ketua Umum Ultrasmania Muharrom.
(sha)