Asprov PSSI DIY Tuntut Edy Rahmayadi Tuntaskan Soal Sanksi dan Penambahan Klub

Rabu, 16 November 2016 - 17:49 WIB
Asprov PSSI DIY Tuntut...
Asprov PSSI DIY Tuntut Edy Rahmayadi Tuntaskan Soal Sanksi dan Penambahan Klub
A A A
YOGYAKARTA - Ketua PSSI Edy Rahmayadi dituntut bekerja keras untuk membenahi sepak bola nasional. Salah satu hal yang perlu cepat dilaksanakan soal pemutihan sanksi dan penambahan klub.

Setidaknya dua hal itu yang dituntut Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Asprov PSSI DIY). Namun Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY Dwi Irianto menegaskan pihaknya berharap supaya jangan sampai terjadi dualisme nantinya.

"Saya pikir tidak akan bicara setuju atau tidak (untuk pemutihan sanksi dan penambahan klub), tapi lebih melihat keputusan seperti apa nanti PSSI baru memutuskan itu," ucapnya Rabu (16/11/2016).

Dwi menambahkan Asprov DIY lebih memandang dan melihat kepentingan klub nanti ke depannya sendiri. "Artinya ke depannya jangan sampai terjadi dan timbul dualisme di daerah masing-masing yang bisa menjadi masalah baru buat PSSI ke depan," sambung Dwi.

Agenda pemutihan sanksi dan penambahan klub yang sedianya dibahas dalam Kongres PSSI pada Kamis (10/11/2016) di Hotel Mercure, Ancol urung dilakukan. Ketika itu para voters atau pemilik suara sah lebih menghendaki adanya agenda pemilihan Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Exco PSSI semata.

Agenda yang tertunda tersebut, sedianya akan diserahkan kepada kepengurusan baru. Dirinya pun berharap kepada kepengurusan PSSI yang baru supaya tetap bertanggungjawab untuk menyelesaikan agenda yang tertunda.

"Pemutihan dan penambahan klub itu tidak ditolak peserta kongres, tapi diakomodir nanti setelah kepengurusan baru yang ada. Karena ini menyangkut keputusan PSSI dan karena spirit kita kongres biasa atau kongres pemilihan ketua, wakil ketua umum dan exco. Itu mintanya kami sebagai peserta kongres adalah satu agenda, apalagi kemarin bukan kongres tahunan yang harus ada laporan pertanggungjawaban dan lainnya. Harapan voters bisa menyelesaikan pemilihan itu saja," urainya.

Dwi berharap semua persoalan yang tersisa di kongres bisa diselesaikan secepatnya. "Kami berharap juga bisa berafiliasi meski dalam statuta jelas tidak boleh afiliasi dengan pihak ketiga. Tapi pengurus PSSI harus afiliasi dengan pihak salah satunya penguasa, dan bekerja sama dengan penguasa maupun pengusaha, selain loyal terhadap sepak bola. Tiga hal itu dipenuhi demi wujudkan sepak bola yang bermartabat dan berprestasi," imbuh dia.
(bbk)
Berita Terkait
Erick Thohir Terpilih...
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Pengamat: Dia Tahu Cara Menata Sepak Bola
Tuntutan Revolusi PSSI...
Tuntutan Revolusi PSSI Terus Berkumandang saat Konser Salam Satu Jiwa di Gladiator Arena Bekasi
Tuntut Penuntasan Kasus...
Tuntut Penuntasan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Suporter Bentangkan Spanduk di Laga Persib VS Persija
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
Konser Kopi Darat Sepak...
Konser Kopi Darat Sepak Bola untuk Rakyat Dorong Penuntasan Tragedi Kanjuruhan
Revolusi PSSI, GSR Kembali...
Revolusi PSSI, GSR Kembali Gelar Aksi Menolak Lupa Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkini
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu ke Fase Gugur
20 menit yang lalu
Ayahanda Jatuh Sakit,...
Ayahanda Jatuh Sakit, Alasan Tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
75 Gol dalam 24 Laga,...
75 Gol dalam 24 Laga, Piala Dunia 2026 Penuh Drama
1 jam yang lalu
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Mampukah Taegeuk Warriors Akhiri Kutukan?
2 jam yang lalu
Swiss vs Bosnia 4-1:...
Swiss vs Bosnia 4-1: La Nati Puncaki Grup B Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved