Marquez Bicara Motor Baru Honda, Lorenzo, Vinales dan Iannone
Rabu, 16 November 2016 - 21:34 WIB
Marquez Bicara Motor Baru Honda, Lorenzo, Vinales dan Iannone
A
A
A
VALENCIA - Setelah terjatuh di tikungan 2 saat hari kedua tes akhir musim Valencia 2016 berlangsung pada Rabu (16/11). Marc Marquez mengungkapkan, bahwa tim Honda harus bekerja keras untuk memperbaiki RC213V 2017.
Pasalnya, motor terbaru Honda ini masih memiliki titik kelemahan. Faktor lemah ini pula yang membuat sang juara bertahan mengakhiri sesi hari pertama di posisi keempat, terpaut 0,172 detik dari Maverick Vinales (Yamaha), yang keluar sebagai pembalap tercepat.
Seperti dilaporkan Motorspor, Marquez banyak menghabiskan tes hari pertama dengan mengendarai tiga versi berbeda RC213V – 2016, sasis 2016 dengan mesin baru 2017 dan prototipe 2017.
Saat balapan di Valencia akhir pekan lalu, Marquez menyoroti kontrol wheelie sebagai tantangan terbesar yang dihadapi dan perlu diperbaiki Honda pada motor 2017. Walaupun ia mengatakan mesin baru membuat motor lebih mudah dikendarai, Marquez menganggap Honda tetap memiliki titik kelemahan – kurang akselerasi.
“Saat ini, motor masih sama, tidak ada perbedaan besar. Ini motor dan mesin baru, tapi tentang titik kelemahan tidak ada perbedaan. Kami perlu bekerja lebih. Untuk dikendarai, tampaknya sedikit lebih mudah. Tapi pada akhirnya kami perlu untuk menyesuaikan elektronik dengan mesin baru, karena peta torsi dan mesin dibuat untuk mesin 2016. Tes jadi hari yang panjang, menghabiskan banyak waktu di dalam pit. Kami telah mencoba beberapa konsep berbeda pada motor untuk meningkatkan akselerasi di masa depan,” kata Marquez menjelaskan.
Ditanya lebih lanjut tentang motor 2017 yang lebih mudah dikendarai, Marquez menjawab: “Lebih mudah untuk membuka gas, dan mengontrol motor dengan lebih mudah. Tapi peta torsi masih dibuat bukan untuk mesin, jadi tidak bisa ditebak. Yang paling penting lebih cepat, dan kemarin kami tidak begitu cepat,” imbuhnya.
Adapun Marquez tidak terkejut untuk melihat Maverick Vinales dan Jorge Lorenzo mampu tampil kencang dalam debut bersama tim baru.
“Saya sudah menduga performa Maverick. Lorenzo adalah kejutan terbesar, karena merupakan hari pertama dia dengan Ducati. Saya sudah memikirkan dia akan cepat, dan dia cepat. Juga (Andrea) Iannone dengan Suzuki. Dia mengendarai motor dan cepat seperti ketika masih di Ducati,” tutup Marquez.
Pasalnya, motor terbaru Honda ini masih memiliki titik kelemahan. Faktor lemah ini pula yang membuat sang juara bertahan mengakhiri sesi hari pertama di posisi keempat, terpaut 0,172 detik dari Maverick Vinales (Yamaha), yang keluar sebagai pembalap tercepat.
Seperti dilaporkan Motorspor, Marquez banyak menghabiskan tes hari pertama dengan mengendarai tiga versi berbeda RC213V – 2016, sasis 2016 dengan mesin baru 2017 dan prototipe 2017.
Saat balapan di Valencia akhir pekan lalu, Marquez menyoroti kontrol wheelie sebagai tantangan terbesar yang dihadapi dan perlu diperbaiki Honda pada motor 2017. Walaupun ia mengatakan mesin baru membuat motor lebih mudah dikendarai, Marquez menganggap Honda tetap memiliki titik kelemahan – kurang akselerasi.
“Saat ini, motor masih sama, tidak ada perbedaan besar. Ini motor dan mesin baru, tapi tentang titik kelemahan tidak ada perbedaan. Kami perlu bekerja lebih. Untuk dikendarai, tampaknya sedikit lebih mudah. Tapi pada akhirnya kami perlu untuk menyesuaikan elektronik dengan mesin baru, karena peta torsi dan mesin dibuat untuk mesin 2016. Tes jadi hari yang panjang, menghabiskan banyak waktu di dalam pit. Kami telah mencoba beberapa konsep berbeda pada motor untuk meningkatkan akselerasi di masa depan,” kata Marquez menjelaskan.
Ditanya lebih lanjut tentang motor 2017 yang lebih mudah dikendarai, Marquez menjawab: “Lebih mudah untuk membuka gas, dan mengontrol motor dengan lebih mudah. Tapi peta torsi masih dibuat bukan untuk mesin, jadi tidak bisa ditebak. Yang paling penting lebih cepat, dan kemarin kami tidak begitu cepat,” imbuhnya.
Adapun Marquez tidak terkejut untuk melihat Maverick Vinales dan Jorge Lorenzo mampu tampil kencang dalam debut bersama tim baru.
“Saya sudah menduga performa Maverick. Lorenzo adalah kejutan terbesar, karena merupakan hari pertama dia dengan Ducati. Saya sudah memikirkan dia akan cepat, dan dia cepat. Juga (Andrea) Iannone dengan Suzuki. Dia mengendarai motor dan cepat seperti ketika masih di Ducati,” tutup Marquez.
(sbn)