Nasihat Buat Marquez, Rossi, Lorenzo, Vinales, Dovi di MotoGP 2017
Senin, 26 Desember 2016 - 05:00 WIB
Nasihat Buat Marquez, Rossi, Lorenzo, Vinales, Dovi di MotoGP 2017
A
A
A
BOLOGNA - Carlo Pernat pada Natal 2016 diibaratkan GPOne sebagai Santa Klaus. Dia telah memberi hadiah kepada tim-tim di MotoGP baik pabrikan, satelit hingga privateer, begitu juga kepada para pembalap kelas bergengsi.
Hanya saja, hadiah yang diberikan oleh manajer dari pembalap Suzuki Andrea Iannone itu, merupakan saran atau nasihat. Adapun semua itu berdasarkan penilaian atau evaluasinya selama musim balap 2016.
Berikut kami sarikan nasihat yang diberikan Pernat untuk pembalap lima besar MotoGP musim lalu. Terkadang, komentar dari pria asal Italia itu ada yang bikin menggelitik.
Marc Marquez: “Marquez harus menerima dua hadiah, Pertama adalah tongkat sihir untuk menghapus kejadian di GP Malaysia 2015. Saya yakin dia akan menggunakan itu, karena dia menyadari betapa hal itu mempengaruhi citranya. Kemudian dia membutuhkan kursus akutansi untuk belajar berhitung jumlah poinnya di setiap seri, seperti yang dia lakukan tahun ini. Tapi saya berharap, bahwa dia tidak akan mengambil kursus itu, karena kita senang Marquez sebagaimana adanya.”
Valentino Rossi: “Saya juga memberikan Valentino dua hadiah. Yang pertama adalah sama seperti Marquez, tongkat sihir ajaib akan membatalkan sesi jumpa persnya yang terkenal di MotoGP Malaysia, saya pikir dia menyadari kekacauan yang telah dia buat. Setelah itu dia bisa mendapat kartu tanda pengenal (KTP) baru, karena Santa harusnya membawa KTP yang usianya 24 tahun, yang mana setelah ditandatangani, tak seorang pun akan mengatakan Rossi kini berusia 37 tahun.
Jorge Lorenzo: “Lorenzo telah menerima hadiah pertamanya, karena saya pikir bahwa kepindahannya ke Ducati selama dua tahun ke depan dengan kontrak 24 juta Euro, mungkin adalah hadiah terbaik dalam hidupnya. Sehabis itu, Santa bisa membawakannya kursus komunikasi pasca lomba, dengan judul: berpikir sebelum berbicara. Dari sudut pandang itu, Jorge benar-benar sangat lemah.”
Maverick Vinales: “Hadiah terbaik untuk Vinales adalah buku petunjuk overtaking. Saya rasa Maverick adalah tiruan Lorenzo, sangat kuat dan seorang pemenang ketika dia bisa melepaskan diri dari lawan. Tapi saya belum melihat dia menjalankan sebuah aksi melewati pembalap lain yang bagus di lintasan. Dia masih harus membuktikan kemampuannya dalam situasi satu lawan satu. Santa akan membawakannya buku petunjuk soal itu dan ini akan jadi salah satu yang isinya tebal.
Andrea Dovizioso: “Hadiah pertama Dovizioso adalah mampu bertahan di Ducati, sebuah perusahaan yang terasa seperti rumah baginya selama beberapa musim terakhir, tentu akan kasihan melihatnya pergi dari sana. Santa juga bisa membawakannya semacam stimulan, karena ada balapan dimana dia dia cepat, tetapi ada juga balapan dimana dia menghilang. Stimulan itu berupa sedikit sesuatu yang akan mendorongnya dari tampil 99 persen jadi tampil 100 persen. Mungkin Santa bisa memberinya sebuah ramuan dengan bahan rahasia untuk melecut semangatnya.
Hanya saja, hadiah yang diberikan oleh manajer dari pembalap Suzuki Andrea Iannone itu, merupakan saran atau nasihat. Adapun semua itu berdasarkan penilaian atau evaluasinya selama musim balap 2016.
Berikut kami sarikan nasihat yang diberikan Pernat untuk pembalap lima besar MotoGP musim lalu. Terkadang, komentar dari pria asal Italia itu ada yang bikin menggelitik.
Marc Marquez: “Marquez harus menerima dua hadiah, Pertama adalah tongkat sihir untuk menghapus kejadian di GP Malaysia 2015. Saya yakin dia akan menggunakan itu, karena dia menyadari betapa hal itu mempengaruhi citranya. Kemudian dia membutuhkan kursus akutansi untuk belajar berhitung jumlah poinnya di setiap seri, seperti yang dia lakukan tahun ini. Tapi saya berharap, bahwa dia tidak akan mengambil kursus itu, karena kita senang Marquez sebagaimana adanya.”
Valentino Rossi: “Saya juga memberikan Valentino dua hadiah. Yang pertama adalah sama seperti Marquez, tongkat sihir ajaib akan membatalkan sesi jumpa persnya yang terkenal di MotoGP Malaysia, saya pikir dia menyadari kekacauan yang telah dia buat. Setelah itu dia bisa mendapat kartu tanda pengenal (KTP) baru, karena Santa harusnya membawa KTP yang usianya 24 tahun, yang mana setelah ditandatangani, tak seorang pun akan mengatakan Rossi kini berusia 37 tahun.
Jorge Lorenzo: “Lorenzo telah menerima hadiah pertamanya, karena saya pikir bahwa kepindahannya ke Ducati selama dua tahun ke depan dengan kontrak 24 juta Euro, mungkin adalah hadiah terbaik dalam hidupnya. Sehabis itu, Santa bisa membawakannya kursus komunikasi pasca lomba, dengan judul: berpikir sebelum berbicara. Dari sudut pandang itu, Jorge benar-benar sangat lemah.”
Maverick Vinales: “Hadiah terbaik untuk Vinales adalah buku petunjuk overtaking. Saya rasa Maverick adalah tiruan Lorenzo, sangat kuat dan seorang pemenang ketika dia bisa melepaskan diri dari lawan. Tapi saya belum melihat dia menjalankan sebuah aksi melewati pembalap lain yang bagus di lintasan. Dia masih harus membuktikan kemampuannya dalam situasi satu lawan satu. Santa akan membawakannya buku petunjuk soal itu dan ini akan jadi salah satu yang isinya tebal.
Andrea Dovizioso: “Hadiah pertama Dovizioso adalah mampu bertahan di Ducati, sebuah perusahaan yang terasa seperti rumah baginya selama beberapa musim terakhir, tentu akan kasihan melihatnya pergi dari sana. Santa juga bisa membawakannya semacam stimulan, karena ada balapan dimana dia dia cepat, tetapi ada juga balapan dimana dia menghilang. Stimulan itu berupa sedikit sesuatu yang akan mendorongnya dari tampil 99 persen jadi tampil 100 persen. Mungkin Santa bisa memberinya sebuah ramuan dengan bahan rahasia untuk melecut semangatnya.
(sbn)