Cedera Esteve Rabat Rada Gawat, Tim Marc VDS Terima Nasib
Jum'at, 03 Februari 2017 - 08:00 WIB
Cedera Esteve Rabat Rada Gawat, Tim Marc VDS Terima Nasib
A
A
A
BARCELONA - Esteve Rabat tampaknya siap-siap absen pada tes pramusim II MotoGP 2017, di Sirkuit Phillip Island, Australia, 15-17 Februari mendatang. Mengapa? Karena baru saja diketahui kalau kondisi cederanya rada gawat, yang dia dapat pasca terjatuh pada tes pramusim I di Sirkuit Sepang, Malaysia tengah pekan ini.
Ya, seperti diinfokan sebelumnya oleh situs resmi MotoGP. Esteve ‘Tito’ Rabat mengalami kecelakaan cukup parah pada tikungan 11 di Sirkuit Sepang. Pembalap tim Estrella Galicia 0,0 Marc VDS itu menderita beberapa luka dalam insiden tersebut.
Tim Marc VDS akhinya memulangkan Tito ke Spanyol pada hari ketiga tes pramusim I. Sampai di Rumah Sakit Universitari Dexeus, Barcelona, pembalap 27 tahun itu langsung menjalani operasi oleh Dr Xavier Mir.
._(foto-motogp).jpg)
“Tito jatuh selama tes Malaysia. Setelah dipindahkan ke Kuala Lumpur untuk pemeriksaan, itu dianggap cukup baginya untuk kembali ke sini buat melakoni operasi. Setelah pemeriksaan, ditemukan lima retakan tulang. Dua di pergelangan tangannya, kemudian pada tulang metakarpal kelima di kedua tangannya, dan satu lagi di kakinya,” ungkap Dr Mir.
“Dia juga kehilangan lapisan kulit dan jaringan lunak dari lututnya. Pemeriksaan MRI mengungkapkan bahwa cedera lututnya hanya pada kulit dan jaringan di bawah kulit. Kami telah memperbaiki retakan di tangan kanannya, melapisinya, dan menempatkan sekrup di faktur radius, juga di metakarpal kelima, serta membersihkan luka di lututnya lalu menutupnya, sesuatu yang kami khawatirkan akan sulit,” imbuh Dr Mir.
Namun kini kekhawatiran melanda juara dunia Moto2 2014 tersebut. Karena kondisi cederanya masih belum bebas dari infeksi dan waktu pemulihannya belum diketahui.
“Yang paling membuat kami khawatir adalah cedera lututnya sangat kotor, dengan beberapa sisa-sisa aspal dan kulit pada lukanya, itu bisa jadi infeksi. Jadi, dia akan tetap di bawah pengamatan selama empat hari. Setelah itu baru kita akan melihatnya lagi,” urai Dr Mir.
“Kami akan mencoba memangkas waktu pemulihan sesingkat mungkin. Tapi yang pertama, dia harus bisa melewati empat hari pertama, dan saat diperiksa dia tidak demam. Sehingga kami bisa menghilangkan infeksinya. Setelah itu, kami akan memulai proses pemulihan yang tepat untuk mendapatkan kesehatannya secara penuh sesegera mungkin. Kapan itu akan terjadi, saya tidak tahu.”
Ya, seperti diinfokan sebelumnya oleh situs resmi MotoGP. Esteve ‘Tito’ Rabat mengalami kecelakaan cukup parah pada tikungan 11 di Sirkuit Sepang. Pembalap tim Estrella Galicia 0,0 Marc VDS itu menderita beberapa luka dalam insiden tersebut.
Tim Marc VDS akhinya memulangkan Tito ke Spanyol pada hari ketiga tes pramusim I. Sampai di Rumah Sakit Universitari Dexeus, Barcelona, pembalap 27 tahun itu langsung menjalani operasi oleh Dr Xavier Mir.
._(foto-motogp).jpg)
“Tito jatuh selama tes Malaysia. Setelah dipindahkan ke Kuala Lumpur untuk pemeriksaan, itu dianggap cukup baginya untuk kembali ke sini buat melakoni operasi. Setelah pemeriksaan, ditemukan lima retakan tulang. Dua di pergelangan tangannya, kemudian pada tulang metakarpal kelima di kedua tangannya, dan satu lagi di kakinya,” ungkap Dr Mir.
“Dia juga kehilangan lapisan kulit dan jaringan lunak dari lututnya. Pemeriksaan MRI mengungkapkan bahwa cedera lututnya hanya pada kulit dan jaringan di bawah kulit. Kami telah memperbaiki retakan di tangan kanannya, melapisinya, dan menempatkan sekrup di faktur radius, juga di metakarpal kelima, serta membersihkan luka di lututnya lalu menutupnya, sesuatu yang kami khawatirkan akan sulit,” imbuh Dr Mir.
Namun kini kekhawatiran melanda juara dunia Moto2 2014 tersebut. Karena kondisi cederanya masih belum bebas dari infeksi dan waktu pemulihannya belum diketahui.
“Yang paling membuat kami khawatir adalah cedera lututnya sangat kotor, dengan beberapa sisa-sisa aspal dan kulit pada lukanya, itu bisa jadi infeksi. Jadi, dia akan tetap di bawah pengamatan selama empat hari. Setelah itu baru kita akan melihatnya lagi,” urai Dr Mir.
“Kami akan mencoba memangkas waktu pemulihan sesingkat mungkin. Tapi yang pertama, dia harus bisa melewati empat hari pertama, dan saat diperiksa dia tidak demam. Sehingga kami bisa menghilangkan infeksinya. Setelah itu, kami akan memulai proses pemulihan yang tepat untuk mendapatkan kesehatannya secara penuh sesegera mungkin. Kapan itu akan terjadi, saya tidak tahu.”
(sbn)