11 Pembalap MotoGP Tembus 1:59 di Tes Sepang, Ini Rahasianya
Sabtu, 04 Februari 2017 - 15:28 WIB
11 Pembalap MotoGP Tembus 1:59 di Tes Sepang, Ini Rahasianya
A
A
A
SEPANG - Tahukah Anda, kalau selama tiga hari pengujian pertama MotoGP 2017 pada 30 Januari-1 Februari lalu, lebih dari 10 pembalap sanggup menembus catatan waktu 1 menit 59 detik untuk satu putaran Sirkuit Sepang, Malaysia?
Apa rahasianya? Karena seperti kita ketahui, selama ini hanya beberapa pembalap dan motor pabrikan saja yang mampu menembus catatan waktu di bawah 2 menit buat satu putaran Sirkuit Sepang.
Tapi dalam tes pramusim pertama MotoGP 2017 di Sepang kemarin, ada 11 pembalap yang sanggup menorehkan catatan waktu brilian tersebut. Selain sederet pembalap dari tim pabrikan (kecuali Alex Rins dari Suzuki, serta dua pembalap Aprilia dan KTM). Ternyata ada dua pembalap dari dua tim privatir mampu menembus catatan waktu 1 menit 59 detik sesi pengujian Sepang.
_dengan_ducati_di_tes_sepang_motogp_2017._(foto-motogp)4.jpg)
Mereka adalah Alvaro Bautista (Pull&Bear Aspar Team) dengan motor Ducati yang menorehkan 1 menit 59,628 detik berada di urutan ketujuh tercepat keseluruhan. Lalu Cal Crutchlow (LCR Honda) di posisi 9 dengan waktu 1 menit 59,728 detik, lebih cepat 0,089 detik dari Jorge Lorenzo (Ducati Corse) di peringkat 10. Lantas tepat di bawahnya ada Johann Zarco dari tim satelit Yamaha Tech3 yang membuat 1 menit 59,772 detik.
So, apakah rahasianya? Ya, seperti dilaporkan GPOne. Produsen ban resmi kelas bergengsi MotoGP, Michelin, ikut berperan penting dalam kecepatan para pembalap selama tes pramusim I MotoGP 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia.
“Untuk sesi tes musim dingin pertama ini, kami membawa tiga jenis ban depan, medium, soft dan hard. Kompon yang sama dipakai pada 2016. Meski begitu, permukaannya telah kami uji setelah tes akhir musim Valencia, dengan profil yang berbeda dibandingkan dengan yang digunakan selama Grand Prix. Bahkan, selama pengujian kami telah membuat evolusi kecil. Profilnya yang lebih lebar disukai semua pembalap, karena memberi mereka kepercayaan diri lebih di bagian depan,” beber manajer sektor roda dua Michelin, Piero Taramasso.
Bagaimana untuk ban belakang? “Kami menggunakan ban yang sama yang kami bawa ke sini untuk Sepang pada 2016. Sehingga salah satu permukaannya diambil dari edisi 2016 untuk kompon medium dan hard tapi dipadukan dengan solusi yang lebih lembut dan sudah di uji di Misano. Itu karena sekarang aturannya telah berubah dan kami harus memasok tiga ban khusus untuk setiap lomba. Ada juga ban belakang evolusi 2017 yang kompon mediumnya digunakan di Sepang dan sudah di uji di Jerez pada 2017, yang ini permukaannya lebih lembut dalam rangka meningkatkan grip dan traksi,” imbuhnya.
Kabarnya Michelin membawa ban depan baru sebanyak empat jenis di hari terakhir tes Sepang 2017?
“Mereka adalah ban yang ingin kami gunakan mulai di lomba Eropa, bisa di Jerez atau Le Mans. Jenis komponnya ada dua, medium dan hard (dengan masing-masing disediakan dua tipe permukaan), untuk meningkatkan grip dan meminimalkan ban terkunci saat pengereman. Dua tipe permukaan ini agar temperatur ban lebih cepat mencapai suhu ideal dan untuk meningkatkan keyakinan pembalap saat melibas tikungan. Semua ban ini belum pernah di uji selain di Sepang 2017,” tukas Taramasso.
Apakah roda motor terkunci saat pengereman tergantung pada adanya sayap (winglet)?
“Tidak, kami memiliki masalah itu bahkan saat adanya sayap. Adalah terlalu dini buat mengatakan apakah itu akan memperburuk dengan tidak adanya sayap. Sebaliknya, fenomena ini dikaitkan dengan gaya masing-masing pembalap, cara mereka mengerem, dan itu lebih sering terjadi di lintasan sirkuit dengan ciri medium-lambat, serta dengan grip aspal yang lebih rendah.”
Apa rahasianya? Karena seperti kita ketahui, selama ini hanya beberapa pembalap dan motor pabrikan saja yang mampu menembus catatan waktu di bawah 2 menit buat satu putaran Sirkuit Sepang.
Tapi dalam tes pramusim pertama MotoGP 2017 di Sepang kemarin, ada 11 pembalap yang sanggup menorehkan catatan waktu brilian tersebut. Selain sederet pembalap dari tim pabrikan (kecuali Alex Rins dari Suzuki, serta dua pembalap Aprilia dan KTM). Ternyata ada dua pembalap dari dua tim privatir mampu menembus catatan waktu 1 menit 59 detik sesi pengujian Sepang.
_dengan_ducati_di_tes_sepang_motogp_2017._(foto-motogp)4.jpg)
Mereka adalah Alvaro Bautista (Pull&Bear Aspar Team) dengan motor Ducati yang menorehkan 1 menit 59,628 detik berada di urutan ketujuh tercepat keseluruhan. Lalu Cal Crutchlow (LCR Honda) di posisi 9 dengan waktu 1 menit 59,728 detik, lebih cepat 0,089 detik dari Jorge Lorenzo (Ducati Corse) di peringkat 10. Lantas tepat di bawahnya ada Johann Zarco dari tim satelit Yamaha Tech3 yang membuat 1 menit 59,772 detik.
So, apakah rahasianya? Ya, seperti dilaporkan GPOne. Produsen ban resmi kelas bergengsi MotoGP, Michelin, ikut berperan penting dalam kecepatan para pembalap selama tes pramusim I MotoGP 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia.
“Untuk sesi tes musim dingin pertama ini, kami membawa tiga jenis ban depan, medium, soft dan hard. Kompon yang sama dipakai pada 2016. Meski begitu, permukaannya telah kami uji setelah tes akhir musim Valencia, dengan profil yang berbeda dibandingkan dengan yang digunakan selama Grand Prix. Bahkan, selama pengujian kami telah membuat evolusi kecil. Profilnya yang lebih lebar disukai semua pembalap, karena memberi mereka kepercayaan diri lebih di bagian depan,” beber manajer sektor roda dua Michelin, Piero Taramasso.
Bagaimana untuk ban belakang? “Kami menggunakan ban yang sama yang kami bawa ke sini untuk Sepang pada 2016. Sehingga salah satu permukaannya diambil dari edisi 2016 untuk kompon medium dan hard tapi dipadukan dengan solusi yang lebih lembut dan sudah di uji di Misano. Itu karena sekarang aturannya telah berubah dan kami harus memasok tiga ban khusus untuk setiap lomba. Ada juga ban belakang evolusi 2017 yang kompon mediumnya digunakan di Sepang dan sudah di uji di Jerez pada 2017, yang ini permukaannya lebih lembut dalam rangka meningkatkan grip dan traksi,” imbuhnya.
Kabarnya Michelin membawa ban depan baru sebanyak empat jenis di hari terakhir tes Sepang 2017?
“Mereka adalah ban yang ingin kami gunakan mulai di lomba Eropa, bisa di Jerez atau Le Mans. Jenis komponnya ada dua, medium dan hard (dengan masing-masing disediakan dua tipe permukaan), untuk meningkatkan grip dan meminimalkan ban terkunci saat pengereman. Dua tipe permukaan ini agar temperatur ban lebih cepat mencapai suhu ideal dan untuk meningkatkan keyakinan pembalap saat melibas tikungan. Semua ban ini belum pernah di uji selain di Sepang 2017,” tukas Taramasso.
Apakah roda motor terkunci saat pengereman tergantung pada adanya sayap (winglet)?
“Tidak, kami memiliki masalah itu bahkan saat adanya sayap. Adalah terlalu dini buat mengatakan apakah itu akan memperburuk dengan tidak adanya sayap. Sebaliknya, fenomena ini dikaitkan dengan gaya masing-masing pembalap, cara mereka mengerem, dan itu lebih sering terjadi di lintasan sirkuit dengan ciri medium-lambat, serta dengan grip aspal yang lebih rendah.”
(sbn)