Stoner Bicara Keunggulan Ducati GP17 atas GP16 dan GP7

Senin, 06 Februari 2017 - 08:00 WIB
Stoner Bicara Keunggulan...
Stoner Bicara Keunggulan Ducati GP17 atas GP16 dan GP7
A A A
SEPANG - Berikut petikan bagian ketiga dari wawancara eksklusif GPOne dengan Casey Stoner pasca pengujian pramusim I MotoGP 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia, 30 Januari – 1 Februari. Dia kini dapat julukan Syd Barret dari MotoGP.

Anda membuatnya terlihat mudah memacu Ducati di tes Sepang?
“Jangan terlalu terbawa dengan julukan itu (ujar Stoner sambil tertawa). Saya tahu trek ini, saya beradaptasi dengan cepat ke titik pengereman. Dan saya tidak perlu menyelesaikan banyak putaran untuk menjadi cepat. Sangat mudah bagi saya, akan selalu begitu.”

“Anda tidak akan pernah lupa, ini seperti naik motor biasanya. Tapi otot-otot saya bekerja keras dan ada beberapa sakit serta nyeri. Tetapi pada akhirnya, itu semua tentang menemukan traksi yang tepat. Ada pembalap yang mencoba untuk menjadi cepat, dari satu putaran ke putaran berikutnya guna mencapai itu. Saya hanya keluar dari pit dan memacu motor, sederhana. Pastinya, saya sedikit lelah sekarang, saya harus membiasakan lagi dengan motor ini.”

Realitasnya, pembalap lain setuju kalau kemampuan Anda, secara luar biasa bisa langsung cepat sejak putaran pertama. Pada 1985 Freddie Spencer bilang, baginya kecepatan itu tidak ada dan ketika dia menunggangi motor, dunia di sekelilingnya bergerak dalam gerakan lambat?
“Um, ya, sampai pada titik tertentu. Saya tidak akan berbicara tentang gerakan lambat, atau setidaknya tidak dengan motor ini. Tapi ketika semua hal bekerja, lantas grup dan motor bekerja dengan baik, persis seperti yang Anda senangi, dan secara fisik Anda sedang dalam kondisi bagus. Saya akan mengatakan bahwa hal itu mungkin buat memiliki segalanya di bawah kontrol. Ibarat dalam permainan, Anda berada satu langkah di depan.”

“Tentu, motor begitu cepat pada awalnya. Tapi ini seperti mengemudi karting setelah tidak melakukannya untuk waktu yang lama. Pada awalnya, otak Anda selalu berada di tiga tikungan sebelumnya (lebih lambat bekerja). Karena dibutuhkan sedikit waktu untuk membiasakan diri, lalu semuanya menjadi cair dan alami. Untuk langkah selanjutnya, menemukan batas, melakukan usaha sedikit lebih. Anda merasa lebih tegang, tubuh Anda lebih tegang, akhirnya Anda bersantai, Anda melakukan apa yang Anda tahu dan waktunya tiba.”

Apa yang Anda rasakan pada momen seperti itu? Apakah adrenalin?
“MotoGP tidak memberikan saya pemacu adrenalin dan belum selama bertahun-tahun. Ini adalah pekerjaan saya sekarang (pembalap penguji). Saya tidak harus bersemangat. Jika Anda menunggangi motor dan memiliki semacam perasaan. Seperti saya katakan, itu berarti bahwa Anda tidak memiliki situasi di bawah kontrol, Anda tidak selangkah lebih maju.”

“Para pembalap, atau setidaknya dalam kasus seperti saya, saya membalap untuk kemuliaan. Itulah sebabnya mengapa Anda balapan, inilah apa yang mendorong Anda, membuat Anda balapan hingga batas, sementara adrenalin bagi saya lebih berkaitan dengan rasa takut.”

Sebelumnya Anda akan diangkat sebagai pelatih untuk Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso (tapi Lorenzo memilih Michele Pirro sebagai analis trek)?
“Ada kemungkinan tentang itu di masa depan. Tapi saat ini, saya tidak berpikir Jorge dan Andrea perlu pelatih. Mungkin itu hanya membutuhkan sudut pandang yang berbeda, di luar pembalap dan mekanik. Pandangan saya, saat ini saya sedang mencoba untuk membantu.”

Apakah lebih sulit MotoGP tahun ini (2017) dibandingkan tahun lalu (2016)?
“Tahun ini bakal lebih mudah. Tahun lalu, motor, ban dan tim, semuanya baru bagi saya. Sekarang saya tahu apa yang diharapkan, bahkan jika ban masih belum diketahui (yang akan dipakai saat lomba), karena mereka (ban) sangat berbeda dengan apa yang saya uji terakhir kali, sekitar enam bulan lalu di Red Bull Ring. Mereka telah mengalami perkembangan yang signifikan, dan sekarang secara umum mereka lebih mudah.”

Bagaimana dengan motornya?
“Motor yang mana? Motor saat ini atau Ducati 800cc yang saya bawa memenangkan gelar pada 2007? Karena yang satu itu dan GP17 sama sekali bukan kerabat (tidak ada hubungan silsilahnya). Motor yang itu (GP7) amat sulit dikuasai, tidak mau berbelok ketika menikung, sulit diajak manuver dan berakselerasi (keluar tikungan).”

“Sedang motor saat ini (GP17) lebih mudah, tapi ... mereka memiliki kekuatan ... mereka seperti hewan buas. Ketika Anda membuka gas, daya dorongnya luar biasa. Hal yang paling sulit adalah untuk menemukan traksi, tapi itu juga hal yang paling saya sukai.”

“Dengan segala hormat buat GP16, GP17 telah mengambil langkah maju di berbagai area, fairing, mesin lebih lembut. Kalau dengan sayap agak berat di bagian depan. Sekarang kami sedang mencoba bantalan suspensi baru untuk mendapatkan keseimbangan. Berganti arah tanpa sayap memang lebih mudah, tapi motor lebih sering wheelie. Kami hanya butuh sedikit waktu lagi dan lebih banyak data untuk mengonfirmasi impresi tertentu.”

Apakah ini sebabnya Anda terus melanjutkan pengujian?
“Ya, saya akan kembali menjajal motor selama tes resmi.”

Ducati tidak bisa menahan lagi, karena Claudio Domenicalli mengatakan bahwa tujuan tahun ini adalah untuk memenangkan gelar?
“Itulah yang semua orang kejar. Jika Anda puas finis di podium, Anda tidak akan pernah jadi juara dunia. Dibutuhkan sikap yang benar untuk melakukannya. Dan saya pikir, kami memiliki kesempatan itu. Sangat sulit untuk memprediksi musim ini, kecuali satu orang gila selalu cepat dari awal dan yang lain menyerah begitu saja.”

“Anda dapat menjalani awal musim yang lambat untuk musim ini dan kemudian melakoni tahap akhir yang lebih baik atau sebaliknya, dalam kasus apapun, kejuaraan itu panjang. Kita hanya perlu menempatkan setiap bagian dari teka-teki ini di tempat yang tepat.”
(sbn)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Akankah Spanyol Siap...
Akankah Spanyol Siap Akhiri Mimpi Ronaldo di Piala Dunia?
2 jam yang lalu
Jelang Kontra Spanyol,...
Jelang Kontra Spanyol, Ronaldo Bungkam Isu Pensiun
5 jam yang lalu
Balogun Bebas, Tuchel:...
Balogun Bebas, Tuchel: Mungkin Trump Bisa Selamatkan Quansah?
8 jam yang lalu
Balogun Diselamatkan...
Balogun Diselamatkan FIFA, Belgia: Ini April Mop?
8 jam yang lalu
Selebrasi Berujung Petaka,...
Selebrasi Berujung Petaka, Henderson Tumbang di Azteca
10 jam yang lalu
Road To Garmin Run 2026,...
Road To Garmin Run 2026, Sampah Disulap Jadi Plakat Juara
10 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved