Pembalap Tim Pramac Umbar Kekurangan Ducati di Tes Sepang 2017
Senin, 06 Februari 2017 - 17:00 WIB
Pembalap Tim Pramac Umbar Kekurangan Ducati di Tes Sepang 2017
A
A
A
SEPANG - Dari seluruh pembalap yang ikut serta dalam tes pramusim I MotoGP 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia, 30 Januari – 1 Februari lalu. Scott Redding mengaku diganggu masalah getaran (chattering) pada motor Ducati milik tim satelit Octo Pramac Yakhnich Racing.
Ya, seperti dilaporkan Motorsport. Pembalap Inggris itu kalah dari rekan setim Danilo Petrucci dalam perebutan mendapatkan Desmosedici GP17 terakhir dari pabrikan Ducati Corse. Redding pun akhirnya harus mengendarai motor Ducati spesifikasi 2016 pada musim ini.
Saat tes Sepang, Redding kesulitan untuk tampil cepat. Dia berada di peringkat ke-19 dalam hasil kombinasi tes selama tiga hari, atau lebih lambat 1,277 detik dari Maverick Vinales dan 0,3 detik dari Petrucci.
Redding mengatakan, potensi Desmosedici GP16 terganggu masalah getaran, yang terjadi ketika pembalap mencodongkan badan ketika merebah dan ban kehilangan grip (daya cengkeram) di tikungan.
“Kami sedikit meningkatkan feeling dari motor ketika menikung. Tapi kami masih kesulitan dengan getaran, terutama ketika saya memakai ban baru dan ingin mencetak waktu terbaik untuk satu putaran (lap time),” ungkap Redding.
“Saya mengalami masalah getaran yang sangat buruk di tikungan 5 dan 12. Masalah ini banyak menghambat saya dan mustahil untuk mengendarai motor. Kami pun harus menyerah untuk tidak dapat mencetak catatan waktu,” imbuh runner-up Kejuaraan Dunia Moto2 musim 2013 tersebut.
Lebih lanjut, mantan pembalap tim Honda Gresini (2014) dan Marc VDS di MotoGP (2015) tersebut menjelaskan: “Saya cukup banyak meningkat ketika memakai ban lama. Saya melahap lima atau tujuh lap, dan merasa lebih nyaman. Masalah muncul ketika saya ingin mencetak catatan waktu cepat, saya mengalami getaran yang begitu buruk. Saya tidak dapat menikung dengan baik. Jadi, seluruh catatan waktu hilang.”
Kendati demikian, pembalap berusia 24 tahun tersebut tetap menganggap positif jalannya tes pramusim bersama Pramac Racing di Sepang. Pasalnya, dia mampu membuat beberapa penyesuaian yang menguntungkan bagi GP16.
“Terlepas dari itu (masalah getaran), tes tidak terlalu buruk. Saya menemukan beberapa hal yang membantu saya untuk mengerem dan menikung. Ada beberapa hal positif. Catatan waktu tidak benar-benar menunjukkan potensi penuh kami sebenarnya,” tutup Redding.
Pada 2017 ini, Redding kini didampingi oleh kepala mekanik anyar, Christian Pupulin, menyusul kepindahan Giacomo Guidotti ke Repsol Honda untuk menjadi salah satu kru mekanik Dani Pedrosa. Adapun Pupulin sebelumnya bekerja sebagai salah satu mekanik dari pembalap pabrikan Ducati Corse, Andrea Dovizioso, mulai 2013 sampai 2015.
Ya, seperti dilaporkan Motorsport. Pembalap Inggris itu kalah dari rekan setim Danilo Petrucci dalam perebutan mendapatkan Desmosedici GP17 terakhir dari pabrikan Ducati Corse. Redding pun akhirnya harus mengendarai motor Ducati spesifikasi 2016 pada musim ini.
Saat tes Sepang, Redding kesulitan untuk tampil cepat. Dia berada di peringkat ke-19 dalam hasil kombinasi tes selama tiga hari, atau lebih lambat 1,277 detik dari Maverick Vinales dan 0,3 detik dari Petrucci.
Redding mengatakan, potensi Desmosedici GP16 terganggu masalah getaran, yang terjadi ketika pembalap mencodongkan badan ketika merebah dan ban kehilangan grip (daya cengkeram) di tikungan.
“Kami sedikit meningkatkan feeling dari motor ketika menikung. Tapi kami masih kesulitan dengan getaran, terutama ketika saya memakai ban baru dan ingin mencetak waktu terbaik untuk satu putaran (lap time),” ungkap Redding.
“Saya mengalami masalah getaran yang sangat buruk di tikungan 5 dan 12. Masalah ini banyak menghambat saya dan mustahil untuk mengendarai motor. Kami pun harus menyerah untuk tidak dapat mencetak catatan waktu,” imbuh runner-up Kejuaraan Dunia Moto2 musim 2013 tersebut.
Lebih lanjut, mantan pembalap tim Honda Gresini (2014) dan Marc VDS di MotoGP (2015) tersebut menjelaskan: “Saya cukup banyak meningkat ketika memakai ban lama. Saya melahap lima atau tujuh lap, dan merasa lebih nyaman. Masalah muncul ketika saya ingin mencetak catatan waktu cepat, saya mengalami getaran yang begitu buruk. Saya tidak dapat menikung dengan baik. Jadi, seluruh catatan waktu hilang.”
Kendati demikian, pembalap berusia 24 tahun tersebut tetap menganggap positif jalannya tes pramusim bersama Pramac Racing di Sepang. Pasalnya, dia mampu membuat beberapa penyesuaian yang menguntungkan bagi GP16.
“Terlepas dari itu (masalah getaran), tes tidak terlalu buruk. Saya menemukan beberapa hal yang membantu saya untuk mengerem dan menikung. Ada beberapa hal positif. Catatan waktu tidak benar-benar menunjukkan potensi penuh kami sebenarnya,” tutup Redding.
Pada 2017 ini, Redding kini didampingi oleh kepala mekanik anyar, Christian Pupulin, menyusul kepindahan Giacomo Guidotti ke Repsol Honda untuk menjadi salah satu kru mekanik Dani Pedrosa. Adapun Pupulin sebelumnya bekerja sebagai salah satu mekanik dari pembalap pabrikan Ducati Corse, Andrea Dovizioso, mulai 2013 sampai 2015.
(sbn)