Cetak Gol, Bukan Tiket Lulus Buat Penyerang PSM asal Iran
Minggu, 12 Februari 2017 - 22:00 WIB
Cetak Gol, Bukan Tiket Lulus Buat Penyerang PSM asal Iran
A
A
A
MAKASSAR - Bomber impor PSM Makassar Pouya Hosseini tetap akan dievaluasi sebelum disodorkan kontrak untuk musim 2017. Pemain asal Iran tersebut mencetak gol saat Juku Eja takluk 1-2 pada laga kedua Grup 3 Piala Presiden 2017 melawan Persela Lamongan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (12/2/2017).
Melawan Persela, PSM unggul terlebih dahulu melalui tandukan Pouya pada menit ke-19. Namun, gol tersebut tidak mampu menyelamatkan tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur ini. (Baca juga: Persela Balik Menyengat, PSM Makassar Pun Tersingkir )
Padahal, keunggulan tim asuhan Robert Alberts tersebut bertahan hingga 73 menit. Namun, Ahmad Nur Hardianto membuyarkan pertahanan PSM. Pemain muda yang masuk di babak kedua ini berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak gol pada menit ke-74 dan 90, sehingga membuat Hendra Wijaya dkk angkat koper lebih dini.
Terlepas dari itu, performa apik Pouya menjadi penilaian tersendiri tim pelatih PSM. Sebab, selama bermain 75 menit, pemain ini tampil ngotot. Bahkan, membuat lini serang PSM berkembang, sayang beberapa pemain seperti Ferdinand Sinaga dan M Rahmat tidak maksimalkan peluang yang ada hingga mereka tersingkir terlebih dulu.
Pelatih PSM Robert Alberts mengatakan tetap akan memberikan penilaian terhadap Pouya yang diberi kesempatan bermain. "Saya tetap akan evaluasi, saya tidak hanya melihat pada golnya. Tapi juga kontribusi kepada tim," katanya.
Menurut Robert, dipertandingan melawan Persela Lamongan kualitasnya kurang bagus. "Banyak kesalahan dari kedua tim. Makanya tidak terlalu baik," ungkapnya.
Melawan Persela, PSM unggul terlebih dahulu melalui tandukan Pouya pada menit ke-19. Namun, gol tersebut tidak mampu menyelamatkan tim berjuluk Ayam Jantan dari Timur ini. (Baca juga: Persela Balik Menyengat, PSM Makassar Pun Tersingkir )
Padahal, keunggulan tim asuhan Robert Alberts tersebut bertahan hingga 73 menit. Namun, Ahmad Nur Hardianto membuyarkan pertahanan PSM. Pemain muda yang masuk di babak kedua ini berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak gol pada menit ke-74 dan 90, sehingga membuat Hendra Wijaya dkk angkat koper lebih dini.
Terlepas dari itu, performa apik Pouya menjadi penilaian tersendiri tim pelatih PSM. Sebab, selama bermain 75 menit, pemain ini tampil ngotot. Bahkan, membuat lini serang PSM berkembang, sayang beberapa pemain seperti Ferdinand Sinaga dan M Rahmat tidak maksimalkan peluang yang ada hingga mereka tersingkir terlebih dulu.
Pelatih PSM Robert Alberts mengatakan tetap akan memberikan penilaian terhadap Pouya yang diberi kesempatan bermain. "Saya tetap akan evaluasi, saya tidak hanya melihat pada golnya. Tapi juga kontribusi kepada tim," katanya.
Menurut Robert, dipertandingan melawan Persela Lamongan kualitasnya kurang bagus. "Banyak kesalahan dari kedua tim. Makanya tidak terlalu baik," ungkapnya.
(sha)