Sidang Dewan Disiplin Anti-Doping Kemenpora Terbuka untuk Media

Selasa, 14 Februari 2017 - 04:22 WIB
Sidang Dewan Disiplin...
Sidang Dewan Disiplin Anti-Doping Kemenpora Terbuka untuk Media
A A A
JAKARTA - Dewan Disiplin Anti-Doping Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar sidang terhadap tujuh atlet yang diduga menggunakan zat doping pada PON XIX dan PEPARNAS XV di Jawa Barat 2016. Sebelum hearing (dengar pendapat), Kemenpora terlebih dahulu mengirimkan surat kepada 14 atlet yang terindikasi menggunakan doping pada Januari 217 lalu yang intinya memberikan penawaran apakah akan membuka sampel B atau langsung dengar pendapat.

Dikutip dari situs resmi Kemenpora, Selasa (14/2/2017), tujuh atlet memilih untuk membuka sampel B dan menerima konsekuensi biaya sendiri untuk pembukaan dan pengujian sampel urin sebesar USD255 ribu. Sedangkan tujuh atlet lain memilih untuk langsung mengikuti sidang. Sidang ini sebagai tindak lanjut Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga No. 5 Tahun 2017 tentang Dewan Disiplin Anti-Doping pada penyelenggaraan PON XIX dan PEPARNAS XV di Jawa Barat 2016.

Sidang untuk atlet yang tidak membuka sampel B akan berlangsung pada 17 Februari 2017 mendatang. Sementara ketujuh atlet lainnya akan mengikuti sidang pada Maret.

Sidang Dewan Disiplin Anti-Doping akan dilangsungkan di Ruang Sidang lantai 3 Gedung PP ITKON Kemenpora. Sidang tersebut nantinya akan dipimpin oleh Cahyo Adi sebagai Ketua Disiplin dan didampingi dua anggota dewan yakni Haryono dan Rizki Mediantoro. Turut hadir juga perwakilan dari KONI Pusat, Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI), dan PB PON.

Sesuai undangan, telah memenuhi panggilan untuk sidang Senin (13/2) dua atlet dari cabang olahraga berkuda (Jawa Tengah) dan menembak (Riau). Sidang akan berlanjut hari ini dan Jumat (19/2) serta bersifat terbuka untuk media. Dengan tujuan untuk menunjukkan adanya transparansi dan adanya jaminan bahwa Dewan Disiplin menggelar sidang secara fair, profesional dan tidak ada penekanan atau intimidasi dalam bentuk apapun dari Dewan Disiplin.

Hasil dari sidang yang berlangsung kemarin, terdapat beberapa concern yang dipertanyakan oleh pendamping, antara lain prosedur pengambilan sample, penyebutan nama sebelum hearing dan ketidaktahuan serta tidak adanya sosialisasi yang cukup untuk atlet tentang yang dikategorikan doping.

Keputusan akan diambil 14 hari setelah sidang. Sedangkan hasil akhir atau final dari rangkaian proses seluruh atlet diperkirakan akan selesai pada Maret 2017.
(sha)
Berita Terkait
Pesan LADI Atlet Harus...
Pesan LADI Atlet Harus Jujur Bertanding Tanpa Doping di PON XX Papua
Fantastis! Kaltim Kucurkan...
Fantastis! Kaltim Kucurkan Bonus Rp80,7 Miliar untuk Atlet PON dan Peparnas 2024
Koleksi UT Terbaru Sematkan...
Koleksi UT Terbaru Sematkan Karya dari Mendiang Seniman Amerika
Jelang PON dan Peparnas...
Jelang PON dan Peparnas Papua, Ridwan Kamil Pastikan Atlet Jabar Telah Divaksin
Pemprov Sulsel Cairkan...
Pemprov Sulsel Cairkan Bonus Atlet Peraih Medali PON dan Peparnas, Nilainya Rp13 M
Leader Jupiter 2016...
Leader Jupiter 2016 Jadi Kadisops Lanud Adisutjipto
Berita Terkini
MilkLife Athletics Challenge...
MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2026 Perluas Jalur Pembinaan Atletik
27 menit yang lalu
Badai Petir Ancam Laga...
Badai Petir Ancam Laga Inggris vs Prancis, FIFA Siapkan Protokol Darurat Cuaca
2 jam yang lalu
Publik Inggris Terbelah,...
Publik Inggris Terbelah, Tuchel Tolak Mundur
3 jam yang lalu
Jelang Final Piala Dunia...
Jelang Final Piala Dunia 2026, Spanyol Waspadai Permainan Keras Argentina
6 jam yang lalu
Messi, Yamal, dan Takdir...
Messi, Yamal, dan Takdir Angka 19
7 jam yang lalu
Mengenal Slavko Vincic,...
Mengenal Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
7 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved