Arsenal dan Barcelona Belum Tamat, Ini 13 Comeback Dramatis di Pentas Eropa

Kamis, 16 Februari 2017 - 16:20 WIB
Arsenal dan Barcelona...
Arsenal dan Barcelona Belum Tamat, Ini 13 Comeback Dramatis di Pentas Eropa
A A A
JAKARTA - Hasil buruk diraih Arsenal dan Barcelona. Pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, kedua tim sama-sama dipermalukan dengan kekalahan telak.

Betandang ke markas Paris Saint Germain, Rabu (15/2/2017) lalu, Barca dihajar empat gol tanpa balas. Sehari kemudian, giliran Arsenal yang dikalahkan 1-5 oleh Bayern Muenchen.

Jika ingin lolos ke babak berikutnya, Barca harus menang 5-0 saat leg kedua digelar di markas mereka, Estadio Camp Nou, 9 Maret 2017 mendatang. Di sisi lain, Arsenal wajib mencetak empat gol tanpa balas demi merebut tiket ke babak perempat final.

Secara logika, hal tersebut sulit diraih sebab lawan mereka masing-masing tentu tak ingin membuang kesempatan. Namun jika melihat catatan sejarah, Arsenal dan Barcelona masih berpeluang melanjutkan langkahnya. Sebab ada 13 kisah dramatais soal membalikkan keunggulan aggregat.

Berikut ulasannya;

1. La Chaux-de-Fonds vs Leixoes (aggregat 6-7)

Kedua tim bertemu di babak awal Piala Winners musim 1961/1962. Pada leg pertama La Chaux-de-Fonds telak 6-2. Namun secara mengejutkan mereka takluk 0-5 saat melakoni leg kedua di markas Leixoes. Dengan hasil ini Leixoes maju ke putaran berikutnya dengan keunggulan aggregat 7-6.

2. Queens Park Rangers vs Partizan (aggregat 6-6)

Bentrokan ini terjadi di babak kedua Piala UEFA musim 1984/1985. Queens Park Rangers (QPR) pesta gol di laga pertama. Tampil di depan pendukungnya sendiri, QPR menang telak 6-2.

Namun mimpi buruk menghampiri mereka di laga yang kedua. Berkunjung ke markas Partizan, QPR dibantai 4-0. Secara aggregat kedua tim imbang 6-6. Namun Partizan berhak melaju ke fase berikutnya sebab mereka tercatat unggul soal produktivitas gol tandang.

3. Borussia Moenchengladbach vs Real Madrid (aggregat 5-5)

Secara mengejutkan Real Madrid tumbang di markas Borussia Moenchengladbach. Tampil di putaran ketiga Piala UEFA 1985/1986, Madrid dipermalukan dengan skor 1-5.

Namun Los Blancos mampu bangkit di pertemuan yang kedua. Madrid menggilas Gladbach 4-0 dan mereka lolos ke babak berikutnya meski aggregat sama kuat 5-5. Nasib Madrid sama dengan Partizan. Mereka tercatat unggul soal produktivitas gol tandang.

4. Honved vs Panathinaikos (aggregat 6-7)

Skor besar mewarnai pertarungan Honved vs Panathinaikos di putaran ketiga Piala UEFA 1987/1988. Pada leg pertama, Honved menang 5-2. Namun di leg kedua, giliran Panathinaikos yang menang 5-1. Secara aggregat Panathinaikos unggul dengan skor 7-6.

5. Chelsea vs Barcelona (aggregat 4-6)

Chelsea sempat membuat kejutan saat menang 3-1 atas Barcelona di leg pertama babak perempat final Liga Champions musim 1999/2000. Namun sayangnya keunggulan itu gagal mereka pertahankan sebab di laga kedua dewi keberuntungan berpihak pada Barcelona.

Tampil di markasnya, El Barca menang 5-1. Dua gol dicetak oleh Rivaldo menit 24 dan 99. Sedangkan gol lainnya dibuat Luis Figo menit 45, Dani Garcia menit 83 serta Patrick Kluivert menit 104. Sementara gol Chelsea dipersembahkan Tore Andre Flo menit 60.

"Kami memainkan laga yang sempurna. Kami berhasil membalikkan keadaan," ucap Figo yang dikutip dari situs UEFA. "Ini malam terbesar dalam hidup saya," ujar Garcia menambahkan.

6. AC Milan vs Deportivo La Coruna (aggregat 4-5)

Hasil memalukan diterima AC Milan. Bertarung melawan Deportivo La Coruna di babak perempat final Liga Champions musim 2003/2004, Milan akhirnya tersingkir setelah sempat menang 4-1 di pertemuan yang pertama.

I Rossoneri seperti meremehkan Deportivo di laga yang kedua. Pada akhirnya mereka takluk 0-4. Deportivo melanjutkan langkahnya ke semifinal dengan unggul aggregat 5-4. Namun Super Depor gugur di fase tersebut sebab mereka kalah 0-1 dari FC Porto.

7. Real Madrid vs AS Monaco (aggregat 5-5)

Masih di Liga Champions musim 2003/2004. Hasil negaatif juga diterima oleh Real Madrid. Raksasa Spanyol itu gugur di babak perempat final setelah kalah soal produktivitas gol tandang.

Pada leg pertama yang digelar di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid menang 4-2 atas Monaco. Namun di laga kedua, mereka kalah 1-3. Monaco akhirnya maju ke babak semifinal dan mengakhiri Liga Champions sebagai runner up.

8. Napoli vs Chelsea (aggregat 4-5)
Perubahan pelatih tim mempengaruhi laju Chelsea di pentas Liga Champions. Saat ditangani Andre Villas-Boas, Chelsea kalah 1-3 di markas Napoli. Sempat unggul lewat aksi Juan Mata, The Blues akhirnya keok karena dijebol Edinson Cavani dan Ezequiel Lavezzi (2 gol).

Tapi di pertemuan kedua, Chelsea tampil lebih baik. Villas-Boas sudah dipecat dan posisinya diserahkan pada Roberto Di Matteo. Secara dramatis Chelsea menang 4-1. Gol dibuat Didier Drogba menit 28, John Terry menit 47, Frank Lampard menit 75 dan Branislav Ivanovic di babak tambahan waktu. Sementara satu gol Napoli dicetak Gohkan Inler menit 55.

"Ini malam yang besar dan akan tercatat dalam sejarah klub," kata Di Matteo usai pertandingan. Chelsea akhirnya terus melaju dan berhasil keluar sebagai juara Liga Champions.

9. AC Milan vs Barcelona (aggregat 2-4)

Barcelona sempat tampil buruk di markas AC Milan. Bertarung pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2012/2013, Barca dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah 2-0.

Saat itu Lionel Messi Cs beralasan bahwa kekalahan mereka disebabkan oleh buruknya lapangan di Stadion San Siro. Skuat Los Blaugrana sempat dibully, namun mereka dapat menjawab kritikan dengan kemenangan di leg yang kedua.

Tampil di Estadio Camp Nou, Barca menang 4-0. Gol dicetak Messi menit 5 dan 40. Sedangkan dua gol lainnya dipersembahkan David Villa menit 55 serta Jordi Alba menit 92.

10. Olympiakos vs Manchester United (aggregat 2-3)

Manchester United sempat menelan kekalahan saat bertandang ke markas Olympiakos. Tampil pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions musim 2013/2014, MU dihajar dua gol tanpa balas.

Untungnya Setan Merah dapat membalikkan keunggulan di laga yang kedua. Bermain di Old Trafford Stadium, MU menang 3-0 lewat hat-trick Robin Van Persie.

11. PSG vs Chelsea (aggregat 3-3)

Peraturan produktivitas gol tandang sepertinya sangat merugikan PSG. Sebab mereka harus tersingkir di babak perempat final Liga Champions 2013/2014 karena kalah agresif dari Chelsea.

PSG sempat menang 3-1 di laga yang pertama. Namun mimpi buruk menghantui Les Parisiens saat bertandang ke Stamford Bridge Stadium. PSG keok 0-2 dan tiket semifinal akhirnya jatuh ke tangan Chelsea.

12. FC Porto vs Bayern Muenchen (aggregat 7-4)

Bayern Muenchen sempat tampil buruk saat berkunjung ke markas FC Porto. Secara mengejutkan, Muenchen kalah 1-3 di leg pertama babak perempat final Liga Champions 2014/2015.

Namun Muenchen bangkit di pertarungan yang kedua. Mereka menang telak 6-1 dan lolos ke fase berikutnya dengan keunggulan aggregat 7-4.

13. Wolfsburg vs Real Madrid (aggregat 2-3)

Real Madrid nyaris tersingkir di babak perempat final Liga Champions 2015/2016 lalu. Saat menghadapi Wolfsburg pada leg, Madrid dikalahkan 0-2.

Namun Los Blancos dapat membalikkan keunggulan aggregat di laga yang kedua. Tampil di markasnya, Estadio Santiago bernabeu, Madrid menang telak 3-0.

"Ini comeback yang sangat luar biasa. Real Madrid sering melakukan ini, dan kami berhasil menyumbangkan satu di antaranya. Dukungan suporter sangat luar biasa, jadi kami berterima kasih pada mereka semua," ucap striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo usai pertandingan.
(bep)
Berita Terkait
Barcelona Pamer Jersey...
Barcelona Pamer Jersey Anyar Ketiga Khusus Dipakai di Liga Champions
Daftar 6 Tim Lolos ke...
Daftar 6 Tim Lolos ke Perempat Final Liga Champions 2023/2024
Daftar 4 Tim yang Lolos...
Daftar 4 Tim yang Lolos ke Semifinal Liga Champions 2024/2025
Hasil Lengkap Perempat...
Hasil Lengkap Perempat Final Liga Champions: Real Madrid, Liverpool, dan Barcelona Keok!
Polah Netizen +62, Barcelona...
Polah Netizen +62, Barcelona Dibantai Bayern Arsenal Ikutan Trending
Nonton Liga Champions...
Nonton Liga Champions Matchday 7, Slavia Prague vs Barcelona hingga Inter vs Arsenal di VISION+
Berita Terkini
Kart.inc Kirim Dua Pembalap...
Kart.inc Kirim Dua Pembalap Indonesia ke Kejuaraan Dunia Gokart Elektrik di Italia
26 menit yang lalu
Jadwal Lengkap Piala...
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Apa yang Terjadi Sehari...
Apa yang Terjadi Sehari Sebelum Kick-Off Piala Dunia 2026?
2 jam yang lalu
Piala Dunia 2026: Meksiko...
Piala Dunia 2026: Meksiko Bidik Start Sempurna, Afrika Selatan Jadi Korban Pertama?
2 jam yang lalu
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
6 jam yang lalu
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
13 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved