Banyak Dipakai di Tes Qatar, Larangan Celana Pendek di MotoGP Ditentang?
Sabtu, 11 Maret 2017 - 03:00 WIB
Banyak Dipakai di Tes Qatar, Larangan Celana Pendek di MotoGP Ditentang?
A
A
A
LOSAIL - Kompleksitas Kejuaraan Dunia Balap Motor Grand Prix sepertinya akan lebih rumit lagi dengan adanya aturan baru buat para kru tim. Apakah itu?
Ya, seperti dilaporkan oleh Motorsport. Badan otoritas MotoGP tengah mempertimbangkan aturan dress code (kode berbusana) bagi seluruh anggota tim, yang berarti bahwa setiap orang harus memakai celana panjang di grid start.
Aturan baru tersebut, yang telah didiskusikan dalam pertemuan Komisi Grand Prix, bertujuan untuk memoles kejuaraan dunia balap motor ini.
Tujuan yang lain adalah untuk mencegah agar sorotan televisi tidak menayangkan para mekanik yang memakai celana pendek, ketika MotoGP ditonton oleh jutaan penonton saat akhir pekan.
Beberapa tim, seperti Yamaha, telah mengimplementasikan aturan larangan celana pendek bagi semua mekaniknya pada musim lalu. Namun, aturan tersebut mendapat kritikan dari mekanik di tim berbeda.
Alasannya, balapan yang digelar di negara seperti Malaysia dapat mencapai suhu 35 derajat Celcius. Belum lagi ditambah faktor akan tingginya tingkat kelembapan di Sirkuit Sepang.
Akan tetapi, pada tes pramusim terakhir MotoGP 2017 di Sirkuit Losail, Qatar, yang dimulai Jumat (10/3) malam WIB. Masih banyak kru tim yang memakai celana pendek. Apakah ini jadi pertanda kru tim tak mau adanya larangan penggunaan celana pendek di MotoGP?
Terlepas dari proposal yang diajukan, musim 2017 akan juga menandai dimulainya era baru anggota tim yang harus memakai helm sejak start hingga finis balapan.
Tujuan dari aturan ini adalah untuk menghindari risiko lebih ketika para pembalap berganti motor. Pada 2016, salah seorang mekanik Alvaro Bautista tertabrak motor sang pembalap saat hendak melakukan pergantian motor di tengah-tengah balapan MotoGP Argentina.
Ya, seperti dilaporkan oleh Motorsport. Badan otoritas MotoGP tengah mempertimbangkan aturan dress code (kode berbusana) bagi seluruh anggota tim, yang berarti bahwa setiap orang harus memakai celana panjang di grid start.
Aturan baru tersebut, yang telah didiskusikan dalam pertemuan Komisi Grand Prix, bertujuan untuk memoles kejuaraan dunia balap motor ini.
Tujuan yang lain adalah untuk mencegah agar sorotan televisi tidak menayangkan para mekanik yang memakai celana pendek, ketika MotoGP ditonton oleh jutaan penonton saat akhir pekan.
Beberapa tim, seperti Yamaha, telah mengimplementasikan aturan larangan celana pendek bagi semua mekaniknya pada musim lalu. Namun, aturan tersebut mendapat kritikan dari mekanik di tim berbeda.
Alasannya, balapan yang digelar di negara seperti Malaysia dapat mencapai suhu 35 derajat Celcius. Belum lagi ditambah faktor akan tingginya tingkat kelembapan di Sirkuit Sepang.
Akan tetapi, pada tes pramusim terakhir MotoGP 2017 di Sirkuit Losail, Qatar, yang dimulai Jumat (10/3) malam WIB. Masih banyak kru tim yang memakai celana pendek. Apakah ini jadi pertanda kru tim tak mau adanya larangan penggunaan celana pendek di MotoGP?
Terlepas dari proposal yang diajukan, musim 2017 akan juga menandai dimulainya era baru anggota tim yang harus memakai helm sejak start hingga finis balapan.
Tujuan dari aturan ini adalah untuk menghindari risiko lebih ketika para pembalap berganti motor. Pada 2016, salah seorang mekanik Alvaro Bautista tertabrak motor sang pembalap saat hendak melakukan pergantian motor di tengah-tengah balapan MotoGP Argentina.
(sbn)