Balapan Adalah Cerita yang Berbeda, Tapi Kami Sudah Siap
Sabtu, 18 Maret 2017 - 03:00 WIB
Balapan Adalah Cerita yang Berbeda, Tapi Kami Sudah Siap
A
A
A
LOSAIL - Jelang sesi latihan bebas pertama MotoGP 2017 di Sirkuit Losail, Kamis (23/3) petang waktu setempat. Salah satu pembalap debutan dari tim Monster Yamaha Tech 3, Jonas Folger, berharap dapat finis 10 besar saat seri pembuka MotoGP di Qatar.
Ya, pembalap asal Jerman itu tampil mengejutkan selama tes pramusim MotoGP 2016. Folger menunjukkan performa impresif di atas motor Yamaha YZR-M1 spesifikasi 2016 baik di Phillip Island maupun Losail.
Pada tes pramusim terakhir, rider berusia 23 tahun itu menempati posisi ketujuh, terpaut kurang dari setengah detik di belakang pembalap pabrikan Yamaha, Maverick Vinales dan 0,4 detik di depan Valentino Rossi.
_dalam_tes_pramusim_iii_motogp_2017_di_sirkuit_losail_qatar._(foto-monster_tech_3_yamaha)_2.jpg)
Pembalap yang tiga musim terakhir berkiprah di kelas Moto2 tersebut meyakini, penampilannya selama tes pramusim dapat menghasilkan debut kuat di trek Losail. Terutama karena dia telah membangun kepercayaan diri dengan simulasi balap solid pada tes pramusim hari terakhir di Qatar.
Ditanya apakah dia dapat finis 10 besar akhir pekan depan, Folger menjawab kepada Motorsport.com: “Saya berharap demikian. Saya pikir itu tidak mustahil.”
“Kita akan lihat apa yang bisa kita lakukan pada balap akhir pekan, karena itu adalah cerita yang berbeda. Tapi kami bisa sangat senang dengan persiapan yang dilakukan selama musim dingin ini dan kami sudah siap,” tambahnya.
Kemudian pembalap yang baru mengoleksi 5 kemenangan seri di Kejuaraan Dunia Motor GP itu (1 di kelas 125cc dan Moto3, plus 3 di Moto2), mengaku telah menemukan momen kebangkitan pasca tes pramusim II MotoGP 2017 di Sirkuit Phillip Island, Australia.
“Setelah kecelakaan di Phillip Island, saya kehilangan kepercayaan diri. Tapi saya membangunnya lagi dengan motor, terutama dalam simulasi balap,” sembur Folger.
“Jadi, saya mulai memahami motor lebih baik, terutama ketika kondisi berubah, saya bisa beradaptasi cukup baik sekarang. Kelekatan ban (dengan lintasan) menurun cukup banyak setelah delapan atau sembilan lap, tapi lalu bertahan relatif konstan,” tukasnya.
Ya, pembalap asal Jerman itu tampil mengejutkan selama tes pramusim MotoGP 2016. Folger menunjukkan performa impresif di atas motor Yamaha YZR-M1 spesifikasi 2016 baik di Phillip Island maupun Losail.
Pada tes pramusim terakhir, rider berusia 23 tahun itu menempati posisi ketujuh, terpaut kurang dari setengah detik di belakang pembalap pabrikan Yamaha, Maverick Vinales dan 0,4 detik di depan Valentino Rossi.
_dalam_tes_pramusim_iii_motogp_2017_di_sirkuit_losail_qatar._(foto-monster_tech_3_yamaha)_2.jpg)
Pembalap yang tiga musim terakhir berkiprah di kelas Moto2 tersebut meyakini, penampilannya selama tes pramusim dapat menghasilkan debut kuat di trek Losail. Terutama karena dia telah membangun kepercayaan diri dengan simulasi balap solid pada tes pramusim hari terakhir di Qatar.
Ditanya apakah dia dapat finis 10 besar akhir pekan depan, Folger menjawab kepada Motorsport.com: “Saya berharap demikian. Saya pikir itu tidak mustahil.”
“Kita akan lihat apa yang bisa kita lakukan pada balap akhir pekan, karena itu adalah cerita yang berbeda. Tapi kami bisa sangat senang dengan persiapan yang dilakukan selama musim dingin ini dan kami sudah siap,” tambahnya.
Kemudian pembalap yang baru mengoleksi 5 kemenangan seri di Kejuaraan Dunia Motor GP itu (1 di kelas 125cc dan Moto3, plus 3 di Moto2), mengaku telah menemukan momen kebangkitan pasca tes pramusim II MotoGP 2017 di Sirkuit Phillip Island, Australia.
“Setelah kecelakaan di Phillip Island, saya kehilangan kepercayaan diri. Tapi saya membangunnya lagi dengan motor, terutama dalam simulasi balap,” sembur Folger.
“Jadi, saya mulai memahami motor lebih baik, terutama ketika kondisi berubah, saya bisa beradaptasi cukup baik sekarang. Kelekatan ban (dengan lintasan) menurun cukup banyak setelah delapan atau sembilan lap, tapi lalu bertahan relatif konstan,” tukasnya.
(sbn)