Ketika Performa Motor Bagus, Kami Bisa Finis Kelima di Argentina
Selasa, 04 April 2017 - 18:09 WIB
Ketika Performa Motor Bagus, Kami Bisa Finis Kelima di Argentina
A
A
A
BUENOS AIRES - Pembalap debutan MotoGP 2017 dari tim satelit Monster Yamaha Tech 3, Johann Zarco, mengatakan bahwa memimpin balapan di depan tak lagi impian belaka. Ia pun termotivasi untuk mengulangi performa apik saat seri pembuka MotoGP Qatar.
Ya, kejutan sempat diperlihatkan oleh Zarco pada lomba seri pembuka MotoGP 2017 di Sirkuit Losail, Qatar, 26 Maret lalu. pembalap dua kali juara dunia Moto2 itu memimpin selama enam lap awal, dan langsung mampu membuat jarak dari pembalap yang berada di belakangnya.
Sayang, penampilan sensasional Zarco harus berakhir ketika ia terjatuh di tikungan 2 pada lap 7. Padahal saat itu ia telah unggul lebih dari 1,6 detik. Dalam konferensi pers untuk memperkenalkan MotoGP di Le Mans, pembalap Prancis itu mengungkapkan kepercayaan dirinya untuk dapat kembali memimpin jalannya balapan.
“Kekhawatiran saya adalah untuk kencang saat start. Karena kita tahu pembalap seperti (Marc) Marquez, (Valentino) Rossi dan (Maverick) Vinales start secara luar biasa, dan mereka mampu menjaga catatan waktu per lap. Ketika saya start keempat (di Qatar), saya berharap untuk mengawali balapan dengan baik dan menemukan kecepatan sekencang mereka. Saya pun berhasil melakukannya lebih kencang, dan itu rasanya hebat,” terang Zarco seperti dilaporkan Motorsport.
“Pada momen (kecelakaan), saya kesulitan untuk menyadarinya. ‘Apakah saya benar-benar memimpin balapan? Apakah tidak? Saya bangun dan mencubit diri sendiri. Tapi saya baik-baik saja dan berada di gravel, serta segalanya berakhir’. Pada akhirnya, Anda mengambil hal positif karena Anda seorang Rookie. Anda pun penasaran: “Bisakah saya melakukannya?’ (lagi),” beber Zarco.
_saat_memimpin_lomba_motogp_qatar_2017._(foto-crash.net).jpg)
Pembalap 26 tahun itu menambahkan. Penampilan di MotoGP Qatar 2017 sangat memotivasi dirinya, serta itu juga akan mendorong ia dan rekan setim Jonas Folger untuk menetapkan target lebih tinggi, khususnya pada lomba berikutnya, yakni MotoGP Argentina 2017 di Autodromo Termas de Rio Hondo, Minggu (9/4).
“Sekarang, setidaknya dalam pikiran saya, memimpin di depan balap MotoGP tidak lagi secercah harapan. Itu nyata, Anda hampir dapat menangkapnya. Saya hanya perlu untuk mengulangi (apa yang saya lakukan). Saya menunjukkan potensi yang baik. Sekarang saya perlu untuk memanfaatkan dan memulai lagi sambil menjaga target yang tidak tinggi, yaitu finis 10 besar seperti Jonas,” ucapnya.
“Melihat hasil tes kami, Anda mungkin berpikir (Folger dan saya) bisa menembus 10 besar. Tapi melihat apa yang kami lakukan (di Qatar), mungkin kami bisa (finis) keenam atau kelima (di Argentina)... menetapkan target yang lebih tinggi. Itu sangat memotivasi dan kami berpikir bahwa ketika performa motor bagus, itu bisa terjadi,” tandasnya.
Ya, kejutan sempat diperlihatkan oleh Zarco pada lomba seri pembuka MotoGP 2017 di Sirkuit Losail, Qatar, 26 Maret lalu. pembalap dua kali juara dunia Moto2 itu memimpin selama enam lap awal, dan langsung mampu membuat jarak dari pembalap yang berada di belakangnya.
Sayang, penampilan sensasional Zarco harus berakhir ketika ia terjatuh di tikungan 2 pada lap 7. Padahal saat itu ia telah unggul lebih dari 1,6 detik. Dalam konferensi pers untuk memperkenalkan MotoGP di Le Mans, pembalap Prancis itu mengungkapkan kepercayaan dirinya untuk dapat kembali memimpin jalannya balapan.
“Kekhawatiran saya adalah untuk kencang saat start. Karena kita tahu pembalap seperti (Marc) Marquez, (Valentino) Rossi dan (Maverick) Vinales start secara luar biasa, dan mereka mampu menjaga catatan waktu per lap. Ketika saya start keempat (di Qatar), saya berharap untuk mengawali balapan dengan baik dan menemukan kecepatan sekencang mereka. Saya pun berhasil melakukannya lebih kencang, dan itu rasanya hebat,” terang Zarco seperti dilaporkan Motorsport.
“Pada momen (kecelakaan), saya kesulitan untuk menyadarinya. ‘Apakah saya benar-benar memimpin balapan? Apakah tidak? Saya bangun dan mencubit diri sendiri. Tapi saya baik-baik saja dan berada di gravel, serta segalanya berakhir’. Pada akhirnya, Anda mengambil hal positif karena Anda seorang Rookie. Anda pun penasaran: “Bisakah saya melakukannya?’ (lagi),” beber Zarco.
_saat_memimpin_lomba_motogp_qatar_2017._(foto-crash.net).jpg)
Pembalap 26 tahun itu menambahkan. Penampilan di MotoGP Qatar 2017 sangat memotivasi dirinya, serta itu juga akan mendorong ia dan rekan setim Jonas Folger untuk menetapkan target lebih tinggi, khususnya pada lomba berikutnya, yakni MotoGP Argentina 2017 di Autodromo Termas de Rio Hondo, Minggu (9/4).
“Sekarang, setidaknya dalam pikiran saya, memimpin di depan balap MotoGP tidak lagi secercah harapan. Itu nyata, Anda hampir dapat menangkapnya. Saya hanya perlu untuk mengulangi (apa yang saya lakukan). Saya menunjukkan potensi yang baik. Sekarang saya perlu untuk memanfaatkan dan memulai lagi sambil menjaga target yang tidak tinggi, yaitu finis 10 besar seperti Jonas,” ucapnya.
“Melihat hasil tes kami, Anda mungkin berpikir (Folger dan saya) bisa menembus 10 besar. Tapi melihat apa yang kami lakukan (di Qatar), mungkin kami bisa (finis) keenam atau kelima (di Argentina)... menetapkan target yang lebih tinggi. Itu sangat memotivasi dan kami berpikir bahwa ketika performa motor bagus, itu bisa terjadi,” tandasnya.
(sbn)