Lorenzo Ingin Tebus Kesalahan di GP Argentina
Kamis, 06 April 2017 - 11:07 WIB
Lorenzo Ingin Tebus Kesalahan di GP Argentina
A
A
A
TERMAS DE RIO HONDO - Jorge Lorenzo memulai persaingan di musim ini dengan penampilan yang sangat buruk. Pembalap Ducati tersebut finis di urutan 11 saat lomba digelar di Sirkuit Losail, Qatar, 26 Maret 2017 lalu.
Namun Lorenzo tak mau larut dalam kekecewaan. Ia yakin dapat mengubah penampilannya saat seri kedua digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, 9 April 2017.
"Di Qatar, kejuaraan dunia tidak kami mulai dengan cara yang diinginkan. Tapi kami harus membuka lembaran baru dan melanjutkan perjuangan. Kami harus fokus pada balapan berikutnya," ungkap Lorenzo pada Crash.
"Dalam beberapa tahun terakhir saya sering menderita di Sirkuit Termas. Tapi saya tidak sabar untuk balapan di akhir pekan nanti. Tahun lalu Ducati dapat melaju dengan sangat baik dan saya pikir itu bisa dijadikan bekal untuk melangkah maju," tambahnya.
Sejak Sirkuit Termas de Rio Hondo terdaftar di kalender balap MotoGP, Lorenzo memang tak pernah menginjak podium tertinggi. Pada 2014 ia finis di urutan ketiga. Setahun kemudian, Lorenzo tercecer ke posisi lima. Lalu di 2016 lalu, pembalap kebangsaan Spanyol ini mengalami kecelakaan ketika lomba berjalan lima putaran. (Baca juga: Sejarah Persaingan di Sirkuit Termas de Rio Hondo )
Meski demikian, Lorenzo enggan pesimistis. Ia yakin motor barunya, Ducati Desmosedici GP17 dapat memperbaiki nasib di Argentina.
"Kami harus tetap fokus dan mulai bekerja dengan menyeting motor agar dapat tampil secepat mungkin di sana. Untuk saya, segalanya jadi hal baru sebab kini saya berada di Ducati," tegas Lorenzo.
Namun Lorenzo tak mau larut dalam kekecewaan. Ia yakin dapat mengubah penampilannya saat seri kedua digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, 9 April 2017.
"Di Qatar, kejuaraan dunia tidak kami mulai dengan cara yang diinginkan. Tapi kami harus membuka lembaran baru dan melanjutkan perjuangan. Kami harus fokus pada balapan berikutnya," ungkap Lorenzo pada Crash.
"Dalam beberapa tahun terakhir saya sering menderita di Sirkuit Termas. Tapi saya tidak sabar untuk balapan di akhir pekan nanti. Tahun lalu Ducati dapat melaju dengan sangat baik dan saya pikir itu bisa dijadikan bekal untuk melangkah maju," tambahnya.
Sejak Sirkuit Termas de Rio Hondo terdaftar di kalender balap MotoGP, Lorenzo memang tak pernah menginjak podium tertinggi. Pada 2014 ia finis di urutan ketiga. Setahun kemudian, Lorenzo tercecer ke posisi lima. Lalu di 2016 lalu, pembalap kebangsaan Spanyol ini mengalami kecelakaan ketika lomba berjalan lima putaran. (Baca juga: Sejarah Persaingan di Sirkuit Termas de Rio Hondo )
Meski demikian, Lorenzo enggan pesimistis. Ia yakin motor barunya, Ducati Desmosedici GP17 dapat memperbaiki nasib di Argentina.
"Kami harus tetap fokus dan mulai bekerja dengan menyeting motor agar dapat tampil secepat mungkin di sana. Untuk saya, segalanya jadi hal baru sebab kini saya berada di Ducati," tegas Lorenzo.
(bep)