Saya Sempat Kebingungan dengan Apa yang Terjadi di Belakang Saya
Senin, 10 April 2017 - 17:00 WIB
Saya Sempat Kebingungan dengan Apa yang Terjadi di Belakang Saya
A
A
A
SHANGHAI - Ada suka dan ada pula duka yang mengiringi drama lomba seri kedua musim ini, F1 GP China 2017 di Sirkuit Shanghai, Minggu (9/4). Namun yang jadi cerita utama adalah sukacita kemenangan Lewis Hamilton (Mercedes) atas Sebastian Vettel (Ferrari).
Ya, Hamilton memimpin semua putaran balapan Shanghai, namun ancaman tetap datang dari Vettel, setelah pembalap Ferrari itu berhasil naik ke posisi kedua, meski sempat tercecer di posisi keempat sehabis periode Safety Car. Pada pengujung lomba, Hamilton terlibat pertarungan catatan waktu untuk memastikan keunggulan 6,2 detik dari rivalnya tersebut.
"Dari awal saya sadar saya punya laju untuk mengendalikan balapan. Saya sempat kebingungan dengan apa yang terjadi di belakang saya. Karena di cermin, saya melihat Red Bull (di posisi kedua dan ketiga), sementara Ferrari kesulitan menyalip mereka,” ujar Hamilton, yang kini menyamai perolehan poin sementara Vettel di klasemen pembalap seperti dilaporkan Motorsport.
"Saya nyaman-nyaman saja mengendalikan balapan di depan, karena saya tidak mendapatkan tekanan dari mobil-mobil Red Bull. Tapi ketika Sebastian muncul di belakang saya, balapan menjadi sengit, dan tentunya saya berusaha menjaga jarak itu," imbuhnya.
Sementara Vettel menyayangkan mobil Safety Car yang turun di saat yang tidak tepat untuknya. Pembalap Jerman itu yakin balapan dapat berjalan berbeda jika ia tidak mendapatkan nasib sial tersebut. Hamilton rupanya setuju dengan apa yang dikatakan rivalnya itu.
"Jika Safety Car tidak turun, maka kami bisa membalap secara ketat, mungkin jaraknya hanya beberapa detik sepanjang balapan. Dari catatan waktu, kami sebenarnya cukup dekat, tapi sayangnya ia (Vettel) terjebak di belakang beberapa mobil. Menjaga pimpinan balapan saat jarak sudah cukup besar memang selalu lebih mudah. Tapi ketika jaraknya hanya satu detik, itu bisa menjadi balapan yang menegangkan," beber Hamilton.
Adapun Hamilton memuji strategi yang diambil Mercedes selama balapan, termasuk pergantian kompon dari intermediate ke kering di awal balapan, dan pit stop terakhir yang memungkinkannya menjaga posisi pimpinan balapan.
"Saya sebenarnya tidak perlu mengambil risiko (untuk berganti ke kompon kering). Kami biasanya hanya mengambil risiko jika ada keuntungan yang bisa diraih. Melakukan pit stop satu putaran lebih awal itu masih saya anggap sebagai risiko, karena pace saya masih lumayan. Tetapi ahli strategi tim kami mengambil keputusan yang tepat dari skenario seperti itu,” kata Hamilton menjelaskan.
"Jika kita melihat kondisi ban saya sekarang, saya sebenarnya bisa membalap hingga akhir (tanpa melakukan pit stop tambahan), tetapi kami memang masih belajar dengan spesifikasi ban baru tahun ini. Ban terasa masih OK, tapi kita tidak pernah tahu apakah bisa bertahan untuk 20 putaran kemudian, ban tersebut bisa langsung aus dan kemudian pembalap lain memanfaatkanya dengan mengambil strategi yang berbeda. Untungnya saya masih punya keunggulan yang cukup jadi saya bisa melakukan pit stop tambahan dan ke luar di posisi yang sama," tutupnya.
_bersalaman_dengan_sebastian_vettel_(ferrari)_usai_finis_terdepan_di_f1_gp_china_2017._(foto-motorsport).jpg)
Lewis Hamilton (kanan-Mercedes) bersalaman dengan Sebastian Vettel (Ferrari) usai finis terdepan dalam lomba F1 GP China 2017. (Foto/Motorsport)
Ya, Hamilton memimpin semua putaran balapan Shanghai, namun ancaman tetap datang dari Vettel, setelah pembalap Ferrari itu berhasil naik ke posisi kedua, meski sempat tercecer di posisi keempat sehabis periode Safety Car. Pada pengujung lomba, Hamilton terlibat pertarungan catatan waktu untuk memastikan keunggulan 6,2 detik dari rivalnya tersebut.
"Dari awal saya sadar saya punya laju untuk mengendalikan balapan. Saya sempat kebingungan dengan apa yang terjadi di belakang saya. Karena di cermin, saya melihat Red Bull (di posisi kedua dan ketiga), sementara Ferrari kesulitan menyalip mereka,” ujar Hamilton, yang kini menyamai perolehan poin sementara Vettel di klasemen pembalap seperti dilaporkan Motorsport.
"Saya nyaman-nyaman saja mengendalikan balapan di depan, karena saya tidak mendapatkan tekanan dari mobil-mobil Red Bull. Tapi ketika Sebastian muncul di belakang saya, balapan menjadi sengit, dan tentunya saya berusaha menjaga jarak itu," imbuhnya.
Sementara Vettel menyayangkan mobil Safety Car yang turun di saat yang tidak tepat untuknya. Pembalap Jerman itu yakin balapan dapat berjalan berbeda jika ia tidak mendapatkan nasib sial tersebut. Hamilton rupanya setuju dengan apa yang dikatakan rivalnya itu.
"Jika Safety Car tidak turun, maka kami bisa membalap secara ketat, mungkin jaraknya hanya beberapa detik sepanjang balapan. Dari catatan waktu, kami sebenarnya cukup dekat, tapi sayangnya ia (Vettel) terjebak di belakang beberapa mobil. Menjaga pimpinan balapan saat jarak sudah cukup besar memang selalu lebih mudah. Tapi ketika jaraknya hanya satu detik, itu bisa menjadi balapan yang menegangkan," beber Hamilton.
Adapun Hamilton memuji strategi yang diambil Mercedes selama balapan, termasuk pergantian kompon dari intermediate ke kering di awal balapan, dan pit stop terakhir yang memungkinkannya menjaga posisi pimpinan balapan.
"Saya sebenarnya tidak perlu mengambil risiko (untuk berganti ke kompon kering). Kami biasanya hanya mengambil risiko jika ada keuntungan yang bisa diraih. Melakukan pit stop satu putaran lebih awal itu masih saya anggap sebagai risiko, karena pace saya masih lumayan. Tetapi ahli strategi tim kami mengambil keputusan yang tepat dari skenario seperti itu,” kata Hamilton menjelaskan.
"Jika kita melihat kondisi ban saya sekarang, saya sebenarnya bisa membalap hingga akhir (tanpa melakukan pit stop tambahan), tetapi kami memang masih belajar dengan spesifikasi ban baru tahun ini. Ban terasa masih OK, tapi kita tidak pernah tahu apakah bisa bertahan untuk 20 putaran kemudian, ban tersebut bisa langsung aus dan kemudian pembalap lain memanfaatkanya dengan mengambil strategi yang berbeda. Untungnya saya masih punya keunggulan yang cukup jadi saya bisa melakukan pit stop tambahan dan ke luar di posisi yang sama," tutupnya.
_bersalaman_dengan_sebastian_vettel_(ferrari)_usai_finis_terdepan_di_f1_gp_china_2017._(foto-motorsport).jpg)
Lewis Hamilton (kanan-Mercedes) bersalaman dengan Sebastian Vettel (Ferrari) usai finis terdepan dalam lomba F1 GP China 2017. (Foto/Motorsport)
(sbn)