Klasemen F1 2017 Dikuasai Ferrari, Bos Mercedes Kirim Doa Jelek
Kamis, 01 Juni 2017 - 15:31 WIB
Klasemen F1 2017 Dikuasai Ferrari, Bos Mercedes Kirim Doa Jelek
A
A
A
MONTE CARLO - Keunggulan yang dimiliki Sebastian Vettel dan Ferrari atas kubu Mercedes di Kejuaraan Dunia Formula 1 (F1) 2017, dianggap Niki Lauda sebagai alarm tanda bahaya bagi timnya. Seperti diketahui, pada gelaran akhir pekan lomba F1 GP Monako 2017, Minggu (28/5), Vettel telah meraih kemenangannya yang ketiga pada musim F1 2017, setelah sebelumnya finis terdepan di F1 GP Australia dan Bahrain.
Pembalap Ferrari asal Jerman itu kini memimpin klasemen pembalap dengan jarak keunggulan 25 poin atas pesaing terdekatnya, Lewis Hamilton dari Mercedes. Berkat kemenangan Vettel plus raihan 1-2 di Monako, tim Ferrari kini mengambil alih posisi pimpinan klasemen konstruktor. Skuat Italia itu kini unggul 17 poin di atas Mercedes.
Melihat situasi tersebut, Niki Lauda, Chairman non-eksekutif Mercedes, mengeluarkan pernyataan yang bernada muram demi mengejar kembali Ferrari dan Vettel di klasemen sementara. "Vettel harus gagal finis, setidaknya satu kali," ujarnya kepada surat kabar Austria, Kronen.
"Kami harus mencari solusi terkait masalah manajemen ban. Karena jika tidak, maka ini semua akan berakhir. Ferrari telah mendapatkan momentum. Dan jika ini terus berlanjut maka jarak keunggulan mereka akan semakin besar – sangat berbahaya," ulas juara dunia F1 tiga kali tersebut.
.jpg)
Sementara itu, penampilan buruk yang dialami oleh Mercedes dalam lomba F1 GP Monako 2017. Itu merupakan tambahan setelah mereka kesulitan sepanjang akhir pekan untuk mengimbangi laju Ferrari di trek Monte Carlo.
Saat Mercedes belum menemukan penyebab dari masalah ini, Hamilton menggambarkan jika skala dari permasalahan yang mereka alami pada akhir pekan ini cukup besar. Kalau Mercedes ingin mengejar Vettel dan Ferrari di klasemen, maka problematika ini mesti segera diatasi.
“Tentu saja mobil tidak terasa menyenangkan. Saya merasa mobilnya tidak seperti biasanya, setelah beberapa tahun dengan tim ini. Salah satu yang tersulit,” tutur Hamilton.
"Tapi saya pikir hal itu tidak menghalangi kenyataan bahwa kami memiliki mobil yang bagus. Mungkin saja kami tidak melakukan hal yang tepat pada akhir pekan (di Monako). Jadi kami akan berkumpul kembali, berusaha membuat mobil tampil baik untuk balapan berikutnya, mencoba memahami ban ultrasoft agar sedikit lebih baik dan tentu saja kembali tampil maksimal," kata Hamilton berharap.
Hamilton lantas membeberkan keunggulan Ferrari di F1 2017. Ia mengakui performa baik yang dipertunjukan oleh Ferrari dalam beberapa seri awal musim ini, karena mobil SF70H mampu beradaptasi dalam segala kondisi.
"Ferrari nampaknya memperbaiki semuanya, jadi kami pasti mendapatkan perlawanan serius. Tentu anda tahu, 14 balapan berikutnya pasti akan sangat sulit," beber Hamilton.
"Nampaknya mereka memiliki mobil yang sangat kuat sepanjang musim, hampir sama seperti mobil kami di musim lalu. Mobil musim ini saat ini tidak menunjukan performa baik dalam setiap balapan yang telah dijalani,” tukasnya.
Pembalap Ferrari asal Jerman itu kini memimpin klasemen pembalap dengan jarak keunggulan 25 poin atas pesaing terdekatnya, Lewis Hamilton dari Mercedes. Berkat kemenangan Vettel plus raihan 1-2 di Monako, tim Ferrari kini mengambil alih posisi pimpinan klasemen konstruktor. Skuat Italia itu kini unggul 17 poin di atas Mercedes.
Melihat situasi tersebut, Niki Lauda, Chairman non-eksekutif Mercedes, mengeluarkan pernyataan yang bernada muram demi mengejar kembali Ferrari dan Vettel di klasemen sementara. "Vettel harus gagal finis, setidaknya satu kali," ujarnya kepada surat kabar Austria, Kronen.
"Kami harus mencari solusi terkait masalah manajemen ban. Karena jika tidak, maka ini semua akan berakhir. Ferrari telah mendapatkan momentum. Dan jika ini terus berlanjut maka jarak keunggulan mereka akan semakin besar – sangat berbahaya," ulas juara dunia F1 tiga kali tersebut.
.jpg)
Sementara itu, penampilan buruk yang dialami oleh Mercedes dalam lomba F1 GP Monako 2017. Itu merupakan tambahan setelah mereka kesulitan sepanjang akhir pekan untuk mengimbangi laju Ferrari di trek Monte Carlo.
Saat Mercedes belum menemukan penyebab dari masalah ini, Hamilton menggambarkan jika skala dari permasalahan yang mereka alami pada akhir pekan ini cukup besar. Kalau Mercedes ingin mengejar Vettel dan Ferrari di klasemen, maka problematika ini mesti segera diatasi.
“Tentu saja mobil tidak terasa menyenangkan. Saya merasa mobilnya tidak seperti biasanya, setelah beberapa tahun dengan tim ini. Salah satu yang tersulit,” tutur Hamilton.
"Tapi saya pikir hal itu tidak menghalangi kenyataan bahwa kami memiliki mobil yang bagus. Mungkin saja kami tidak melakukan hal yang tepat pada akhir pekan (di Monako). Jadi kami akan berkumpul kembali, berusaha membuat mobil tampil baik untuk balapan berikutnya, mencoba memahami ban ultrasoft agar sedikit lebih baik dan tentu saja kembali tampil maksimal," kata Hamilton berharap.
Hamilton lantas membeberkan keunggulan Ferrari di F1 2017. Ia mengakui performa baik yang dipertunjukan oleh Ferrari dalam beberapa seri awal musim ini, karena mobil SF70H mampu beradaptasi dalam segala kondisi.
"Ferrari nampaknya memperbaiki semuanya, jadi kami pasti mendapatkan perlawanan serius. Tentu anda tahu, 14 balapan berikutnya pasti akan sangat sulit," beber Hamilton.
"Nampaknya mereka memiliki mobil yang sangat kuat sepanjang musim, hampir sama seperti mobil kami di musim lalu. Mobil musim ini saat ini tidak menunjukan performa baik dalam setiap balapan yang telah dijalani,” tukasnya.
(sbn)