Ada Bocoran Potensi Mercedes Pergi dari F1 Akhir 2018
Rabu, 07 Juni 2017 - 20:00 WIB
Ada Bocoran Potensi Mercedes Pergi dari F1 Akhir 2018
A
A
A
MONTREAL - Jelang seri ketujuh F1 2017 di sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada, Jumat-Minggu (9-11) ini. Ada sebuah teori pernyataan yang cukup mengerikan dari seorang mantan bos tim F1. Apakah itu?
Ya, menurut mantan bos tim Jordan F1 yang kini bekerja sebagai presenter TV, Eddie Jordan, terdapat kemungkinan Mercedes akan hengkang dari Formula 1 usai musim 2018.
Setelah berhasil mendominasi kejuaraan Formula 1 sejak diperkenalkannya era turbo hibrida pada tahun 2014, Mercedes kesulitan membendung kebangkitan Ferrari di awal musim F1 2017.
Tahun ini, skuat Jerman tersebut sudah tiga kali takluk dari rival terberat mereka itu. Baik di klasemen tim atau pembalap, Mercedes juga tertinggal di belakang Ferrari dan Sebastian Vettel.
Menurut Jordan, hal tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan bos-bos Mercedes untuk mengambil keputusan hengkang dari F1. "Mungkin Mercedes akan hengkang dari Formula 1 setelah musim 2018," ucap Jordan kepada harian terbitan Jerman, tz seperti ditulis Motorsport dan Autosport.
"Saya pikir jika mereka harus bersusah payah bertarung memperebutkan gelar juara dunia 2017 dan 2018, maka mereka bisa memutuskan menjual tim dan bertahan di F1 hanya sebagai pemasok mesin,” imbuhnya.
_di_akhir_pekan_lomba_f1_gp_monako_2017_di_sirkuit_jalan_raya_monte_carlo._(foto-mercedes_amg).jpg)
Lantas apa penyebab dari teori pertimbangan Mercedes harus mundur dari F1? "Mercedes telah membuktikan dominasi mereka (di F1). Tapi mulai dari sekarang, mereka akan menemui hasil-hasil buruk,” kata Jordan menjelaskan.
"Akan lebih baik jika mereka mulai menyimpan uang dan kembali ke bisnis inti F1 mereka: mengembangkan mesin performa tinggi untuk tim kustomer,” kata Jordan lagi.
Pria 69 tahun kelahiran Republik Irlandia itu kemudian melanjutkan: "Begini saja: Saya telah berbincang panjang lebar dengan (bos Daimler) Dr. Zetsche di Monako. Saya berkata kepada dia soal ide-ide dan pemikiran saya, dan ia tampaknya tidak menyangkal hal-hal tersebut. Tapi jelas ia tidak mengungkapkannya secara detail."
Sementara itu, berhasil mencetak tiga kemenangan, dan selalu finis podium di enam balapan pertama tahun ini, Jordan pun mengaku tak akan kaget jika Sebastian Vettel bertahan di tim Ferrari.
"Saya pikir ia akan bertahan di Ferrari. Namun, Mercedes harus langsung melirik Vettel jika ia tersedia di bursa pembalap. Tapi Vettel telah memiliki semua yang ia butuhkan di Ferrari. Plus Mercedes mungkin akan hengkang di 2018," kata Jordan menegaskan.
Ya, menurut mantan bos tim Jordan F1 yang kini bekerja sebagai presenter TV, Eddie Jordan, terdapat kemungkinan Mercedes akan hengkang dari Formula 1 usai musim 2018.
Setelah berhasil mendominasi kejuaraan Formula 1 sejak diperkenalkannya era turbo hibrida pada tahun 2014, Mercedes kesulitan membendung kebangkitan Ferrari di awal musim F1 2017.
Tahun ini, skuat Jerman tersebut sudah tiga kali takluk dari rival terberat mereka itu. Baik di klasemen tim atau pembalap, Mercedes juga tertinggal di belakang Ferrari dan Sebastian Vettel.
Menurut Jordan, hal tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan bos-bos Mercedes untuk mengambil keputusan hengkang dari F1. "Mungkin Mercedes akan hengkang dari Formula 1 setelah musim 2018," ucap Jordan kepada harian terbitan Jerman, tz seperti ditulis Motorsport dan Autosport.
"Saya pikir jika mereka harus bersusah payah bertarung memperebutkan gelar juara dunia 2017 dan 2018, maka mereka bisa memutuskan menjual tim dan bertahan di F1 hanya sebagai pemasok mesin,” imbuhnya.
_di_akhir_pekan_lomba_f1_gp_monako_2017_di_sirkuit_jalan_raya_monte_carlo._(foto-mercedes_amg).jpg)
Lantas apa penyebab dari teori pertimbangan Mercedes harus mundur dari F1? "Mercedes telah membuktikan dominasi mereka (di F1). Tapi mulai dari sekarang, mereka akan menemui hasil-hasil buruk,” kata Jordan menjelaskan.
"Akan lebih baik jika mereka mulai menyimpan uang dan kembali ke bisnis inti F1 mereka: mengembangkan mesin performa tinggi untuk tim kustomer,” kata Jordan lagi.
Pria 69 tahun kelahiran Republik Irlandia itu kemudian melanjutkan: "Begini saja: Saya telah berbincang panjang lebar dengan (bos Daimler) Dr. Zetsche di Monako. Saya berkata kepada dia soal ide-ide dan pemikiran saya, dan ia tampaknya tidak menyangkal hal-hal tersebut. Tapi jelas ia tidak mengungkapkannya secara detail."
Sementara itu, berhasil mencetak tiga kemenangan, dan selalu finis podium di enam balapan pertama tahun ini, Jordan pun mengaku tak akan kaget jika Sebastian Vettel bertahan di tim Ferrari.
"Saya pikir ia akan bertahan di Ferrari. Namun, Mercedes harus langsung melirik Vettel jika ia tersedia di bursa pembalap. Tapi Vettel telah memiliki semua yang ia butuhkan di Ferrari. Plus Mercedes mungkin akan hengkang di 2018," kata Jordan menegaskan.
(sbn)