Selandia Baru Tak Mau Sekadar Pelengkap di Rusia
Kamis, 15 Juni 2017 - 08:09 WIB
Selandia Baru Tak Mau Sekadar Pelengkap di Rusia
A
A
A
ST PETERSBURG - Juara OFC (Oceania Football Confederation) Nations Cup, Selandia Baru tidak ingin hanya menjadi tim pelengkap ketika tampil di turnamen para juara, Piala Konfederasi 2017 yang berlangsung di Rusia pada 17 Juni-3 Juli 2017.
"Kami pergi ke turnamen ini bahwa ingin melakukan sesuatu yang signifikan, yakni melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan Selandia Baru, dan itu adalah memenangkan permainan di turnamen ini," ujar pelatih Selandia Baru, Anthony Hudson, sebagaimana dikutip RT Sport.
Berstatus sebagai juara Oseania, Selandia Baru merupakan tim yang memiliki peringkat paling rendah di antara seluruh kontestan Piala Konfederasi. Selain itu, perjuangan kesebelasan berjuluk All Whites itu tak mudah, karena mereka berada dalam satu grup dengan tuan rumah, Rusia di Grup A.
Tidak hanya itu, Selandia Baru, yang menghuni posisi 95 dalam peringkat FIFA, juga akan bertanding melawan juara Eropa, Portugal (ranking 8), dan kesebelasan nomor 17 dunia, Meksiko. Tuan rumah Rusia sendiri menempati peringkat 63.
"Anda bisa mengharapkan tim yang mampu mengalahkan beberapa tim terbaik di dunia, dan itu mengarah ke turnamen ini untuk membuat Selandia Baru bangga," ungkap Hudson ketika ditanya terkait targetnya di Rusia.
Ajang Piala Konfederasi ini juga akan dijadikan sebagai ajang untuk mendapatkan perhatian dunia bagi pemain Selandia Baru. Hal tersebut sebagaimana yang diungkapkan oleh gelandang serang All Whites, Clayton Lewis, yang saat ini memperkuat Auckland City FC.
"Piala Konfederasi adalah sebuah event besar. Hanya ada satu turnamen yang lebih besar dan itu adalah Piala Dunia, jadi turnamen ini merupakan peluang bagus untuk mengekspos diri. Saya berharap bisa menarik perhatian beberapa orang di seluruh dunia dan mengambil kesempatan itu," jelas pemain kelahiran 12 Februari 1997.
Sebelum memainkan pertandingan pertamanya di Piala Konfederasi, yakni menantang tim tuan rumah di laga pembuka Sabtu (17/6), Selandia Baru memiliki bekal negatif di dua laga ujicobanya bulan ini. Pertama, menyerah 0-1 kepada Irlandia Utara pada 3 Juni lalu, kemudian ditaklukan Belarusia dengan skor yang sama pada 12 Juni.
"Kami pergi ke turnamen ini bahwa ingin melakukan sesuatu yang signifikan, yakni melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan Selandia Baru, dan itu adalah memenangkan permainan di turnamen ini," ujar pelatih Selandia Baru, Anthony Hudson, sebagaimana dikutip RT Sport.
Berstatus sebagai juara Oseania, Selandia Baru merupakan tim yang memiliki peringkat paling rendah di antara seluruh kontestan Piala Konfederasi. Selain itu, perjuangan kesebelasan berjuluk All Whites itu tak mudah, karena mereka berada dalam satu grup dengan tuan rumah, Rusia di Grup A.
Tidak hanya itu, Selandia Baru, yang menghuni posisi 95 dalam peringkat FIFA, juga akan bertanding melawan juara Eropa, Portugal (ranking 8), dan kesebelasan nomor 17 dunia, Meksiko. Tuan rumah Rusia sendiri menempati peringkat 63.
"Anda bisa mengharapkan tim yang mampu mengalahkan beberapa tim terbaik di dunia, dan itu mengarah ke turnamen ini untuk membuat Selandia Baru bangga," ungkap Hudson ketika ditanya terkait targetnya di Rusia.
Ajang Piala Konfederasi ini juga akan dijadikan sebagai ajang untuk mendapatkan perhatian dunia bagi pemain Selandia Baru. Hal tersebut sebagaimana yang diungkapkan oleh gelandang serang All Whites, Clayton Lewis, yang saat ini memperkuat Auckland City FC.
"Piala Konfederasi adalah sebuah event besar. Hanya ada satu turnamen yang lebih besar dan itu adalah Piala Dunia, jadi turnamen ini merupakan peluang bagus untuk mengekspos diri. Saya berharap bisa menarik perhatian beberapa orang di seluruh dunia dan mengambil kesempatan itu," jelas pemain kelahiran 12 Februari 1997.
Sebelum memainkan pertandingan pertamanya di Piala Konfederasi, yakni menantang tim tuan rumah di laga pembuka Sabtu (17/6), Selandia Baru memiliki bekal negatif di dua laga ujicobanya bulan ini. Pertama, menyerah 0-1 kepada Irlandia Utara pada 3 Juni lalu, kemudian ditaklukan Belarusia dengan skor yang sama pada 12 Juni.
(nug)