Cuma Dapat Satu Poin di Brno, Lorenzo Kritik Kinerja Tim Ducati
Senin, 07 Agustus 2017 - 11:59 WIB
Cuma Dapat Satu Poin di Brno, Lorenzo Kritik Kinerja Tim Ducati
A
A
A
BRNO - Jorge Lorenzo finis di posisi 15 saat MotoGP digelar di Sirkuit Brno, Republik Ceko, Minggu (6/8/2017). Sempat tampil gemilang di awal perlombaan, posisi Lorenzo akhirnya tercecer ke belakang karena kesalahan yang dibuat oleh kru Ducati.
Lorenzo sempat memimpin hingga lap keempat. Namun memasuki lap kelima, timnya meminta sang pembalap untuk masuk pit dan melakukan pergantian motor. Pergantian itu disebabkan karena ban yang digunakan di motor pertama tidak sesuai dengan kondisi lintasan yang kering. Tapi ketika masuk pit, motor kedua masih belum siap untuk digunakan. Alhasil Lorenzo harus menunggu hingga kehilangan banyak waktu.
"Masalah kami adalah terlambat dalam mempersiapkan motor yang sudah disetting untuk melaju di lintasan kering. Masalah ini memberi keuntungan untuk Marc Marquez sebab mereka sudah merencanakan strategi tersebut (mengganti motor dengan ban kering)," ungkap Lorenzo yang dikutip dari Motorsport.
"Tiga tikungan sebelum pit, saya mendapat sinyal untuk masuk dan mengganti motor. Saya kira motornya sudah siap, tapi ternyata belum. Kami melihat Marquez melakukannya dengan cepat. Mereka memutuskan untuk mengambil risiko dengan menampilkan sinyal itu satu lap sebelumnya. Jadi kami kehilangan banyak waktu," sesalnya.
"Saat memasuki pit, saya melihat tim Ducati sedang mengerjakan beberapa bagian, mengganti suspensi dan memasang settingan yang benar. Tapi motornya sedikit aneh. Mereka bilang sudah disetting setengah kering setengah basah. Jadi karena itulah saya tak bisa melaju dengan cepat," jelas pembalap kebangsaan Spanyol tersebut.
Lorenzo akhirnya gagal memangkas ketertinggalan. Ia finis di urutan 15 dan hanya berhak mendapatkan satu poin.
Meski demikian, Lorenzo enggan memperkeruh suasana. Menurutnya berbagai kesalahan biasa terjadi dalam sebuah tim. (Baca juga: Hasil Lengkap MotoGP Ceko 2017 dan Klasemen Pebalap )
"Inilah yang terjadi dalam sebuah tim. kadang saya yang melakukan kesalahan. Saya sadar sering berbuat salah. Namun kini para kru yang membuat kekeliruan. Karena itu Anda harus menerimanya. Ini hal yang bisa saja terjadi dalam satu tim," ucapnya.
Lorenzo sempat memimpin hingga lap keempat. Namun memasuki lap kelima, timnya meminta sang pembalap untuk masuk pit dan melakukan pergantian motor. Pergantian itu disebabkan karena ban yang digunakan di motor pertama tidak sesuai dengan kondisi lintasan yang kering. Tapi ketika masuk pit, motor kedua masih belum siap untuk digunakan. Alhasil Lorenzo harus menunggu hingga kehilangan banyak waktu.
"Masalah kami adalah terlambat dalam mempersiapkan motor yang sudah disetting untuk melaju di lintasan kering. Masalah ini memberi keuntungan untuk Marc Marquez sebab mereka sudah merencanakan strategi tersebut (mengganti motor dengan ban kering)," ungkap Lorenzo yang dikutip dari Motorsport.
"Tiga tikungan sebelum pit, saya mendapat sinyal untuk masuk dan mengganti motor. Saya kira motornya sudah siap, tapi ternyata belum. Kami melihat Marquez melakukannya dengan cepat. Mereka memutuskan untuk mengambil risiko dengan menampilkan sinyal itu satu lap sebelumnya. Jadi kami kehilangan banyak waktu," sesalnya.
"Saat memasuki pit, saya melihat tim Ducati sedang mengerjakan beberapa bagian, mengganti suspensi dan memasang settingan yang benar. Tapi motornya sedikit aneh. Mereka bilang sudah disetting setengah kering setengah basah. Jadi karena itulah saya tak bisa melaju dengan cepat," jelas pembalap kebangsaan Spanyol tersebut.
Lorenzo akhirnya gagal memangkas ketertinggalan. Ia finis di urutan 15 dan hanya berhak mendapatkan satu poin.
Meski demikian, Lorenzo enggan memperkeruh suasana. Menurutnya berbagai kesalahan biasa terjadi dalam sebuah tim. (Baca juga: Hasil Lengkap MotoGP Ceko 2017 dan Klasemen Pebalap )
"Inilah yang terjadi dalam sebuah tim. kadang saya yang melakukan kesalahan. Saya sadar sering berbuat salah. Namun kini para kru yang membuat kekeliruan. Karena itu Anda harus menerimanya. Ini hal yang bisa saja terjadi dalam satu tim," ucapnya.
(bep)