Rekor Kandang Tercoreng, Borneo FC Senang Mendapat Tekanan
Senin, 07 Agustus 2017 - 10:28 WIB
Rekor Kandang Tercoreng, Borneo FC Senang Mendapat Tekanan
A
A
A
SAMARINDA - Pusamania Borneo FC gagal melanjutkan tren kemenangan kandang. Di pekan ke-18 Liga 1, Sabtu (5/8/2017) lalu, mereka kalah dari tamunya, Sriwijaya FC.
Tampil di Stadion Segiri, Samarinda, Borneo keok 0-1. Gol kemenangan Sriwijaya dicetak Alberto 'Beto' Goncalves pada menit 89. (Baca juga: Beto Goncalves Bawa Sriwijaya Raup Tiga Poin di Kandang Borneo FC )
Kekecewaan jelas dirasakan oleh seluruh elemen tim. Namun hasil buruk tersebut ingin dijadikan pelajaran penting guna mewujudkan misi bangkit di putaran kedua Liga 1.
"Pastilah ini tekanan. Tekanan akan selalu ada. Tim harus mendapat tekanan supaya harus lebih baik," ucap Ricky Nelson, pelatih carteker Borneo.
Hal senada disampaikan Ponaryo Astaman. Pemain yang bertindak sebagai kapten tim tersebut yakin rekan-rekannya sudah belajar banyak dari kesalahan di laga sebelumnya.
"Mohon maaf awal putaran kedua ini hasil tidak bagus. Kami juga kecewa dengan hasil ini. Ini ujian buat kita agar melangkah lebih jauh. Semoga bisa melewati cobaan ini dengan utuh dan kuat. Saya harap elemen klub tetap bersatu. Masih ada pertandingan selanjutnya," ucap Ponaryo yang dikutip dari situs klub.
"Ini ujian tim dan individu. Tanpa kejadian seperti ini kita tak mungkin lebih kuat. Dengan begini, kita harus mendapat cobaan lebih besar supaya kita harus berpikir ini dengan positif," tambahnya.
Karena kekalahannya ini, Borneo turun ke posisi 15 klasemen sementara. Kubu Pesut Etam mengantongi 24 poin, selisih sembilan angka dari zona degradasi.
Tampil di Stadion Segiri, Samarinda, Borneo keok 0-1. Gol kemenangan Sriwijaya dicetak Alberto 'Beto' Goncalves pada menit 89. (Baca juga: Beto Goncalves Bawa Sriwijaya Raup Tiga Poin di Kandang Borneo FC )
Kekecewaan jelas dirasakan oleh seluruh elemen tim. Namun hasil buruk tersebut ingin dijadikan pelajaran penting guna mewujudkan misi bangkit di putaran kedua Liga 1.
"Pastilah ini tekanan. Tekanan akan selalu ada. Tim harus mendapat tekanan supaya harus lebih baik," ucap Ricky Nelson, pelatih carteker Borneo.
Hal senada disampaikan Ponaryo Astaman. Pemain yang bertindak sebagai kapten tim tersebut yakin rekan-rekannya sudah belajar banyak dari kesalahan di laga sebelumnya.
"Mohon maaf awal putaran kedua ini hasil tidak bagus. Kami juga kecewa dengan hasil ini. Ini ujian buat kita agar melangkah lebih jauh. Semoga bisa melewati cobaan ini dengan utuh dan kuat. Saya harap elemen klub tetap bersatu. Masih ada pertandingan selanjutnya," ucap Ponaryo yang dikutip dari situs klub.
"Ini ujian tim dan individu. Tanpa kejadian seperti ini kita tak mungkin lebih kuat. Dengan begini, kita harus mendapat cobaan lebih besar supaya kita harus berpikir ini dengan positif," tambahnya.
Karena kekalahannya ini, Borneo turun ke posisi 15 klasemen sementara. Kubu Pesut Etam mengantongi 24 poin, selisih sembilan angka dari zona degradasi.
(bep)