Merasa Dizalimi PSSI, Persijap Ancam Mundur

Minggu, 03 September 2017 - 19:38 WIB
Merasa Dizalimi PSSI,...
Merasa Dizalimi PSSI, Persijap Ancam Mundur
A A A
JEPARA - Merasa dizalimi PSSI, Persijap Jepara mengancam mundur dari kompetisi Liga 2. Niat itu muncul setelah Persijap dihukum kalah 0-3 dari Persibat Batang plus denda Rp 100 juta karena dinilai menolak melanjutkan pertandingan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, 27 Agustus 2017.

Hukuman itu tertuang dalam keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Nomor 147/L2/SK/KD-PSSI/VIII/2017 yang dikirim ke klub pada 31 Agustus 2017. Tak pelak, CEO Persijap Esti Puji Lestari naik pitam. MEnurut Esti, PErsijap tak pernah meninggalkan lapangan hinga malam hari.

"Persijap dinyatakan kalah walk out (WO). Padahal kami tidak pernah meninggalkan lapangan, bahkan hingga malam hari. Justru tim wasit yang pergi tanpa peluit panjang dan diikuti tim Persibat," kecam Esti Puji Lestari dalam pernyataan kepada SINDOnews, Minggu (3/9/2017).

Berdasarkan pantauan di lapangan, pertandingan terhenti menit ke-93 setelah terjadi kericuhan usai tim tamu mendapat hadiah penalti. Wasit Supriawan asal Malang menunjuk titik putih setelah pemain Persijap didakwa melakukan pelanggaran. Sempat terjadi perdebatan alot antara ofisial tuan rumah dengan tim wasit.

Pertandingan tersebut tetap bergulir dengan bek Persibat yang juga mantan penggawa timnas Indonesia, Supriyono, bersiap melepas tendangan penalti. Hanya saja, beberapa suporter lantas memasuki lapangan sehingga tim wasit diamankan hingga akhirnya keluar dari stadion.

"Kami melayangkan banding beserta bukti kesaksian dan juga rekaman pertandingan. Kami akan mengklarifikasi semua dakwaan dan sanksi terhadap Persijap yang berlebihan dan tidak konsisten," tegas Esti.

Perempuan asal Sukabumi itu menambahkan, terdapat ketidaksinkronan pasal yang diberikan. Komdis memberikan sanksi berdasarkan pasal 56 jo pasal 31 Kode Disiplin PSSI tentang pengancaman wasit, namun hukuman yang diberikan karena menolak melanjutkan pertandingan.

"Kalau terbukti menolak melanjutkan pertandingan seharusnya dinyatakan mundur. Tapi, ini dianggap kalah WO dan jelas menguntungkan tim-tim tertentu," ujarnya.
(sha)
Berita Terkait
Liga 2 Tercoreng, Kalteng...
Liga 2 Tercoreng, Kalteng Putra vs PSBS Biak Dihiasi Baku Pukul
Perwakilan Klub dan...
Perwakilan Klub dan Asosiasi Pemain Temui Menpora Minta Liga 2 Kembali Bergulir
Pemain Gresik United...
Pemain Gresik United Pilih Pulang Kampung Menjadi Petani
Kabar Baik, PT LIB Putuskan...
Kabar Baik, PT LIB Putuskan Kompetisi Liga 2 Kembali Dilanjutkan Pada Februari 2023
Dirut PT LIB Bicara...
Dirut PT LIB Bicara Tunggakan Gaji Pemain Kalteng Putra: Saya Tahu Dapur Mereka
Diwarnai Kerusuhan,...
Diwarnai Kerusuhan, PSBS Biak Juara Liga 2 2023/2024
Berita Terkini
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
49 menit yang lalu
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
1 jam yang lalu
FIFA: Gestur Kontroversial...
FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
1 jam yang lalu
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Maxi Araujo Selamatkan Uruguay dari Kejutan Arab Saudi
2 jam yang lalu
FIFA Putar Balik Aturan...
FIFA Putar Balik Aturan Aneh usai Insiden Konferensi Pers Hakimi dan Vinicius di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
FIFA Larang Suporter...
FIFA Larang Suporter Iran Bawa Bendera Pra-Revolusi di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved