Ingin Jadi Juara Dunia, Hamilton Enggan Dibantu Bottas
Selasa, 05 September 2017 - 20:45 WIB
Ingin Jadi Juara Dunia, Hamilton Enggan Dibantu Bottas
A
A
A
MONZA - Persaingan antara pembalap Mercedes, Lewis Hamilton dan pembalap Ferrari, Sebastian Vettel semakin ketat dalam balapan Formula 1 (F1). Hamilton kini memimpin puncak klasemen sementara dengan selisih 3 poin dari Sebastian Vettel setelah memenangkan Grand Prix Italia 2017, akhir pekan lalu.
Balapan yang tersisa 7 seri lagi membuat masing-masing tim, baik Mercedes maupun Ferrari melakukan berbagai strategi untuk mendukung jagoannya menjadi juara dunia tahun ini. Seperti tim Kuda Jingkrak yang terlihat mengerahkan semua kekuatannya di belakang Vettel. Bahkan Kimi Raikkonen seperti dijadikan pembalap nomor dua yang juga mempunyai tugas membantu Vettel meraih juara. Akibatnya Raikkonen kini hanya berada di posisi kelima, terpaut 100 poin dari Hamilton.
Hal berbeda justru terlihat di tim Mercedes. Lewis Hamilton dan Valterri Bottas diperlakukan setara. Bottas mampu membayangi Vettel di peringkat ketiga klasemen F1 dengan selisih 38 poin.
Dengan hasil yang dimiliki itu, Bottas tentu bisa membantu Lewis Hamilton untuk mendapatkan gelar juara dunia lebih mudah. Namun ternyata Hamilton mengaku tidak menginginkan pembalap Finlandia tersebut membantunya.
"Saya pribadi belum pernah membicarakan hal ini dengan tim. Itu bukan pekerjaan saya, pekerjaan saya adalah tiba dan melakukan pekerjaan terbaik yang saya bisa. Itu juga bukan hal yang saya inginkan," kata Hamilton seperti dikutip Crash.net, Selasa (5/9/2017).
Menurutnya, di tahap tertentu, tim Mercedes tentu akan membuat keputusan sendiri. "Saya pikir kita memiliki orang baik yang memimpin tim, orang-orang seperti Niki (Lauda) dan Toto (Wolff), yang mudah-mudahan akan tahu pada titik yang tepat apa yang terbaik untuk tim," katanya.
Hamilton merasa telah mendapatkan semua dukungan yang dibutuhkannya. Dalam sebuah balapan, kadang-kadang Valtteri Bottas meraih hasil lebih baik, tapi di lain waktu dia mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.
"Ini musim pertamanya bersama tim dan dia sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dia akan menjadi lebih kuat dan kuat sepanjang tahun ini. Tujuan saya adalah terus menjadi kuat juga untuk mencoba dan tetap di depan," kata Hamilton.
Balapan yang tersisa 7 seri lagi membuat masing-masing tim, baik Mercedes maupun Ferrari melakukan berbagai strategi untuk mendukung jagoannya menjadi juara dunia tahun ini. Seperti tim Kuda Jingkrak yang terlihat mengerahkan semua kekuatannya di belakang Vettel. Bahkan Kimi Raikkonen seperti dijadikan pembalap nomor dua yang juga mempunyai tugas membantu Vettel meraih juara. Akibatnya Raikkonen kini hanya berada di posisi kelima, terpaut 100 poin dari Hamilton.
Hal berbeda justru terlihat di tim Mercedes. Lewis Hamilton dan Valterri Bottas diperlakukan setara. Bottas mampu membayangi Vettel di peringkat ketiga klasemen F1 dengan selisih 38 poin.
Dengan hasil yang dimiliki itu, Bottas tentu bisa membantu Lewis Hamilton untuk mendapatkan gelar juara dunia lebih mudah. Namun ternyata Hamilton mengaku tidak menginginkan pembalap Finlandia tersebut membantunya.
"Saya pribadi belum pernah membicarakan hal ini dengan tim. Itu bukan pekerjaan saya, pekerjaan saya adalah tiba dan melakukan pekerjaan terbaik yang saya bisa. Itu juga bukan hal yang saya inginkan," kata Hamilton seperti dikutip Crash.net, Selasa (5/9/2017).
Menurutnya, di tahap tertentu, tim Mercedes tentu akan membuat keputusan sendiri. "Saya pikir kita memiliki orang baik yang memimpin tim, orang-orang seperti Niki (Lauda) dan Toto (Wolff), yang mudah-mudahan akan tahu pada titik yang tepat apa yang terbaik untuk tim," katanya.
Hamilton merasa telah mendapatkan semua dukungan yang dibutuhkannya. Dalam sebuah balapan, kadang-kadang Valtteri Bottas meraih hasil lebih baik, tapi di lain waktu dia mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.
"Ini musim pertamanya bersama tim dan dia sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dia akan menjadi lebih kuat dan kuat sepanjang tahun ini. Tujuan saya adalah terus menjadi kuat juga untuk mencoba dan tetap di depan," kata Hamilton.
(amm)