Ternyata Ini Alasan Monaco Jual Anthony Martial ke Manchester United
Selasa, 12 September 2017 - 12:24 WIB
Ternyata Ini Alasan Monaco Jual Anthony Martial ke Manchester United
A
A
A
MONACO - Kepindahan pemain muda berbakat AS Monaco, Anthony Martial ke Manchester United pada 2015 silam mengejutkan banyak pihak. Setan Merah merogoh kocek cukup dalam untuk mendapatkan penyerang asal Prancis tersebut.
Setelah dua tahun berlalu, dan Anthony Martial telah menjelma menjadi salah satu mesin gol bagi Manchester United, AS Monaco mengungkit kembali alasan menjual penyerang mudanya ke Old Trafford. Kepada media Wakil Presiden AS Monaco, Vadim Vasilyev mengatakan, sesungguhnya waktu itu dirinya tidak ingin menjual Anthony Martial. Namun Vasilyev mengaku tidak bisa menolak tawaran sebesar 80 juta euro yang diajukan oleh Manchester United, termasuk bonus untuk memenuhi peraturan Financial Fair Play (FPP).
"Pada 2015 kami harus menjual agar bisa memenuhi kondisi FFP, jadi ini lebih merupakan kewajiban (untuk menjual bela diri)," kata Vasilyev kepada L'Equipe seperti dilansir Daily Star, Selasa (12/9/2017).
"Kami saat ini aman dan sehat secara finansial. Anda menjual ketika Anda pikir itu waktu yang tepat. Anda harus menerima risiko (untuk kemudian menjual seseorang dengan harga lebih rendah di lain waktu) dan itu dengan mengambil risiko yang kita dapatkan di sini," tuturnya.
Di bursa tranfer musim panas 2017 ini, AS Monaco juga mengumpulkan banyak uang dari penjualan sejumlah pemainnya. Sebut saja Kylian Mbappe, Benjamin Mendy, dan Tiemoue Bakayoko. Meski begitu, Vasilyev menolak AS Monaco disebut klub penjualan pemain.
"Impian saya selalu mengembangkan model, baik secara ekonomi maupun olahraga, sejauh mungkin. Saya telah mengatakannya beberapa tahun yang lalu dengan majalah Forbes; Saya melihat bahwa itu adalah sebuah kemungkinan," katanya.
Setelah dua tahun berlalu, dan Anthony Martial telah menjelma menjadi salah satu mesin gol bagi Manchester United, AS Monaco mengungkit kembali alasan menjual penyerang mudanya ke Old Trafford. Kepada media Wakil Presiden AS Monaco, Vadim Vasilyev mengatakan, sesungguhnya waktu itu dirinya tidak ingin menjual Anthony Martial. Namun Vasilyev mengaku tidak bisa menolak tawaran sebesar 80 juta euro yang diajukan oleh Manchester United, termasuk bonus untuk memenuhi peraturan Financial Fair Play (FPP).
"Pada 2015 kami harus menjual agar bisa memenuhi kondisi FFP, jadi ini lebih merupakan kewajiban (untuk menjual bela diri)," kata Vasilyev kepada L'Equipe seperti dilansir Daily Star, Selasa (12/9/2017).
"Kami saat ini aman dan sehat secara finansial. Anda menjual ketika Anda pikir itu waktu yang tepat. Anda harus menerima risiko (untuk kemudian menjual seseorang dengan harga lebih rendah di lain waktu) dan itu dengan mengambil risiko yang kita dapatkan di sini," tuturnya.
Di bursa tranfer musim panas 2017 ini, AS Monaco juga mengumpulkan banyak uang dari penjualan sejumlah pemainnya. Sebut saja Kylian Mbappe, Benjamin Mendy, dan Tiemoue Bakayoko. Meski begitu, Vasilyev menolak AS Monaco disebut klub penjualan pemain.
"Impian saya selalu mengembangkan model, baik secara ekonomi maupun olahraga, sejauh mungkin. Saya telah mengatakannya beberapa tahun yang lalu dengan majalah Forbes; Saya melihat bahwa itu adalah sebuah kemungkinan," katanya.
(amm)