Jangan Coret Vettel dari Perebutan Juara Usai Gagal di Singapura
Rabu, 20 September 2017 - 16:42 WIB
Jangan Coret Vettel dari Perebutan Juara Usai Gagal di Singapura
A
A
A
SINGAPURA - Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel gagal meraih poin pada Grand Prix (GP) Singapura akhir pekan lalu. Meski tetap di posisi kedua, tapi dia kini berselisih 28 poin dari pemuncak klasemen, Lewis Hamilton. Apakah peluang Vettel menjadi juara dunia tahun ini telah tertutup?
Jangan buru-buru mengatakan bahwa Vettel sudah tidak memiliki peluang lagi. Saat ini balapan Formula 1 masih menyisakan 6 seri, yakni Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Meksiko, Brazil, dan Abu Dabi.
Berdasarkan catatan, Sebastian Vettel telah beberapa kali mengalami situasi serupa dengan tahun ini. Dia berada di posisi kedua dengan selisih poin yang cukup banyak, tapi akhirnya bisa menjadi juara dunia.
Seperti yang terjadi pada 2010 silam. Pembalap asal Jerman itu membuntuti pembalap Mercedes, Lewis Hamilton dengan jarak 31 poin, sementara hanya tersisa enam kali balapan. Itu berarti defisit poin lebih banyak dari musim ini. Namun waktu itu, Vettel mampu menjadi juara dengan selisih 4 poin di akhir balapan.
Dua tahun kemudian, Vettel juga tertinggal 41 poin dari Fernando Alonso. Namun dengan kemampuan dan pengalamannya, pembalap Ferrari itu bisa menang dengan selisih 3 poin.
Lewis Hamilton telah mengakui bahwa balapan F1 sama sekali belum berakhir. Pernyataan yang sama juga disampaikan Juara Dunia 1997, Jacques Villeneuve. "Ini adalah sirkuit di mana Ferrari seharusnya memenangkan banyak poin, ini adalah kemunduran yang sulit dinalar, tapi masih ada enam balapan yang harus dilalui," kata Vileneuve seperti dilansir Planetf1.com, Rabu (20/9/2017). "Lewis juga akan kehilangan poin sehingga tetap santai."
Sementara itu, mantan pembalap Jarno Trulli menganggap balapan F1 sangat seimbang dengan hanya selisih 28 poin. "Langkah yang salah dari Mercedes, akan membuat Vettel kembali," ujarnya kepada Gazzetta dello Sport.
Untuk diketahui, Sebastian Vettel yang start dari posisi pole tidak menyelesaikan GP Singapura karena mengalami insiden tabrakan dengan rekan setimnya, Kimi Raikkonen dan pembalap Red Bull Max Verstappen. Tabrakan ini menguntungkan Lewis Hamilton yang terus memimpin balapan seri Singapura sejak lap kedua. Pembalap tercepat kedua adalah Daniel Ricciardo (Red Bull), disusul Valtteri Bottas (Mecedes) di tempat ketiga.
![Jangan Coret Vettel dari Perebutan Juara Usai Gagal di Singapura]()
Jangan buru-buru mengatakan bahwa Vettel sudah tidak memiliki peluang lagi. Saat ini balapan Formula 1 masih menyisakan 6 seri, yakni Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Meksiko, Brazil, dan Abu Dabi.
Berdasarkan catatan, Sebastian Vettel telah beberapa kali mengalami situasi serupa dengan tahun ini. Dia berada di posisi kedua dengan selisih poin yang cukup banyak, tapi akhirnya bisa menjadi juara dunia.
Seperti yang terjadi pada 2010 silam. Pembalap asal Jerman itu membuntuti pembalap Mercedes, Lewis Hamilton dengan jarak 31 poin, sementara hanya tersisa enam kali balapan. Itu berarti defisit poin lebih banyak dari musim ini. Namun waktu itu, Vettel mampu menjadi juara dengan selisih 4 poin di akhir balapan.
Dua tahun kemudian, Vettel juga tertinggal 41 poin dari Fernando Alonso. Namun dengan kemampuan dan pengalamannya, pembalap Ferrari itu bisa menang dengan selisih 3 poin.
Lewis Hamilton telah mengakui bahwa balapan F1 sama sekali belum berakhir. Pernyataan yang sama juga disampaikan Juara Dunia 1997, Jacques Villeneuve. "Ini adalah sirkuit di mana Ferrari seharusnya memenangkan banyak poin, ini adalah kemunduran yang sulit dinalar, tapi masih ada enam balapan yang harus dilalui," kata Vileneuve seperti dilansir Planetf1.com, Rabu (20/9/2017). "Lewis juga akan kehilangan poin sehingga tetap santai."
Sementara itu, mantan pembalap Jarno Trulli menganggap balapan F1 sangat seimbang dengan hanya selisih 28 poin. "Langkah yang salah dari Mercedes, akan membuat Vettel kembali," ujarnya kepada Gazzetta dello Sport.
Untuk diketahui, Sebastian Vettel yang start dari posisi pole tidak menyelesaikan GP Singapura karena mengalami insiden tabrakan dengan rekan setimnya, Kimi Raikkonen dan pembalap Red Bull Max Verstappen. Tabrakan ini menguntungkan Lewis Hamilton yang terus memimpin balapan seri Singapura sejak lap kedua. Pembalap tercepat kedua adalah Daniel Ricciardo (Red Bull), disusul Valtteri Bottas (Mecedes) di tempat ketiga.

(amm)