Bersama Mourinho, Pendapatan Manchester United Capai Rp10 Triliun
Jum'at, 22 September 2017 - 15:35 WIB
Bersama Mourinho, Pendapatan Manchester United Capai Rp10 Triliun
A
A
A
MANCHESTER - Manchester United meraih tiga piala di tahun pertama bersama pelatih Jose Mourinho musim lalu, yakni Piala Liga Inggris, Liga Europa, dan Community Shield. Kesuksesan itu ternyata memberikan kontribusi kenaikan pendapatan klub sebesar 13%.
Berdasarkan neraca keuangan Manchester United, klub elit Liga Premier Inggris ini meraup pendapatan 581,2 juta poundsterling atau setara Rp10,112 triliun pada musim 2016/2017. Pendapatan itu memberikan keuntungan bagi Old Trafford hingga 199,8 juta poundsterling (Rp3,4 triliun). Angka ini naik 4% dibanding musim sebelumnya.
"Kami mengakhiri musim 2016/17 yang sukses dengan total tiga piala (termasuk Community Shield) dan kembali ke sepak bola Liga Champions. Tahun ini kami melihat rekor pendapatan lebih dari 581 juta poundsterling dan mencapai rekor EBITDA sebesar 199,8 juta poundsterling," kata Wakil Kepala Eksekutif Klub, Ed Woodward seperti dilansir Thebusinessdesk.com, Jumat (22/9/2017).
Manchester United juga menandatangani 12 kesepakatan sponsorship selama periode tersebut. "Kami senang dengan investasi di skuad kami dan menanti musim yang menggairahkan," katanya.
Meski pendapatannya meningkat, tapi pengeluaran Manchester United juga melonjak, utamanya untuk gaji pemain tim utama. Musim lalu, Old Trafford mengeluarkan biaya upah sebesar 263,5 juta poundsterling, meningkat 13,5% atau setara 31,3 juta poundsterling dibanding tahun sebelumnya.
"Klub mengharapkan pendapatan tetap stabil, antara 575 juta poundsterling dan 585 juta poundsterling pada 2018," kata Woodward.
Piala Europa yang direngkuh pada musim lalu, memberi hak kepada Manchester United untuk bermain di Liga Champions. Jelas ini menjadi keuntungan sendiri bagi Setan Merah untuk terus menambah kasnya. Apalagi, penampilan anak asuh Jose Mourinho di Liga Premier Inggris sejauh ini cukup cemerlang. Manchester United berada di peringkat kedua di bawah Manchester City sebagai pemuncak klasemen dengan poin sama, 13.
Berdasarkan neraca keuangan Manchester United, klub elit Liga Premier Inggris ini meraup pendapatan 581,2 juta poundsterling atau setara Rp10,112 triliun pada musim 2016/2017. Pendapatan itu memberikan keuntungan bagi Old Trafford hingga 199,8 juta poundsterling (Rp3,4 triliun). Angka ini naik 4% dibanding musim sebelumnya.
"Kami mengakhiri musim 2016/17 yang sukses dengan total tiga piala (termasuk Community Shield) dan kembali ke sepak bola Liga Champions. Tahun ini kami melihat rekor pendapatan lebih dari 581 juta poundsterling dan mencapai rekor EBITDA sebesar 199,8 juta poundsterling," kata Wakil Kepala Eksekutif Klub, Ed Woodward seperti dilansir Thebusinessdesk.com, Jumat (22/9/2017).
Manchester United juga menandatangani 12 kesepakatan sponsorship selama periode tersebut. "Kami senang dengan investasi di skuad kami dan menanti musim yang menggairahkan," katanya.
Meski pendapatannya meningkat, tapi pengeluaran Manchester United juga melonjak, utamanya untuk gaji pemain tim utama. Musim lalu, Old Trafford mengeluarkan biaya upah sebesar 263,5 juta poundsterling, meningkat 13,5% atau setara 31,3 juta poundsterling dibanding tahun sebelumnya.
"Klub mengharapkan pendapatan tetap stabil, antara 575 juta poundsterling dan 585 juta poundsterling pada 2018," kata Woodward.
Piala Europa yang direngkuh pada musim lalu, memberi hak kepada Manchester United untuk bermain di Liga Champions. Jelas ini menjadi keuntungan sendiri bagi Setan Merah untuk terus menambah kasnya. Apalagi, penampilan anak asuh Jose Mourinho di Liga Premier Inggris sejauh ini cukup cemerlang. Manchester United berada di peringkat kedua di bawah Manchester City sebagai pemuncak klasemen dengan poin sama, 13.
(amm)