19 Tim Pelajar Berebut Piala Kemenpora di Grand Final PSFC 2017
Rabu, 22 November 2017 - 06:06 WIB
19 Tim Pelajar Berebut Piala Kemenpora di Grand Final PSFC 2017
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 19 tim pelajar sekolah menengah atas (SMA) dan kejuruan (SMK) akan bertarung menjadi yang terbaik di grand final Pocari Sweat Futsal Championship (PSFC) 2017. Ke-19 tim itu merupakan jawara di tingkat regional dalam penyisihan event yang tahun ini memasuki edisi kedelapan.
Panggung bertema ’’Be The Next Athlete’’ ini menandai sewindu (delapan tahun) penyelenggaraan kompetisi pemain futsal usia 15-17 tahun. Mereka yang lolos ke grand final menyisihkan pesaingnya yang tahun ini total diikuti 803 sekolah dari 19 regional dengan jumlah pemain 9.636 pelajar.
Setelah melalui penyisihan yang berlangsung dari Februari hingga November 2017, ke-19 tim akan bertarung di grand final pada 24-26 November 2017 di GOR C-TRA Arena, Bandung, Jawa Barat. Mereka akan bertarung memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Ajang ini menjadi wadah pemantauan bibit-bibit muda potensial untuk diorbitkan ke jenjang karier profesional. Beberapa peserta kompetisi ini tercatat saat ini berkarir di futsal dengan menjadi anggota tim nasional. Mereka di antaranya adalah Ardiansyah Runtuboy asal Papua (PSFC 2014 dan 2015), Aditya Muhammad Rasyid dari Bandung (PSFC 2013 & 2014) dan Rio Pangestu (PSFC 2013 & 2014/ Depok).
’’Pocari Sweat Futsal Championship adalah wujud dari misi perusahaan untuk memaksimalkan potensi terbaik dari tiap peserta. Hal ini jugalah yang menjadi pedoman bagi kami dalam menyelenggarakan PSFC secara konsisten selama sewindu. Kesinambungan kompetisi tahunan ini diharapkan dapat mewujudkan cita-cita kami menjadikan kegiatan ini sebagai ladang potensial bagi para pencari bakat futsal Indonesia,” ujar Yoshihiro Bando, Presiden Direktur PT Amerta Indah Otsuka di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11/2017).
Kemenpora melalui Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto mengapresiasi kontinuitas event tahunan ini. Kemenpora berharap, event ini akan terus berlangsung untuk mendapatkan bibit potensial pemain futsal nasional. ’’Popularitas olahraga futsal menemui pasang surut dalam beberapa tahun terakhir, dan kami sangat mengapresiasi konsistensi Pocari Sweat dalam penyelenggaraan PSFC selama delapan tahun berturut-turut,’’kata Gatot S. Dewa Broto.
Panggung bertema ’’Be The Next Athlete’’ ini menandai sewindu (delapan tahun) penyelenggaraan kompetisi pemain futsal usia 15-17 tahun. Mereka yang lolos ke grand final menyisihkan pesaingnya yang tahun ini total diikuti 803 sekolah dari 19 regional dengan jumlah pemain 9.636 pelajar.
Setelah melalui penyisihan yang berlangsung dari Februari hingga November 2017, ke-19 tim akan bertarung di grand final pada 24-26 November 2017 di GOR C-TRA Arena, Bandung, Jawa Barat. Mereka akan bertarung memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Ajang ini menjadi wadah pemantauan bibit-bibit muda potensial untuk diorbitkan ke jenjang karier profesional. Beberapa peserta kompetisi ini tercatat saat ini berkarir di futsal dengan menjadi anggota tim nasional. Mereka di antaranya adalah Ardiansyah Runtuboy asal Papua (PSFC 2014 dan 2015), Aditya Muhammad Rasyid dari Bandung (PSFC 2013 & 2014) dan Rio Pangestu (PSFC 2013 & 2014/ Depok).
’’Pocari Sweat Futsal Championship adalah wujud dari misi perusahaan untuk memaksimalkan potensi terbaik dari tiap peserta. Hal ini jugalah yang menjadi pedoman bagi kami dalam menyelenggarakan PSFC secara konsisten selama sewindu. Kesinambungan kompetisi tahunan ini diharapkan dapat mewujudkan cita-cita kami menjadikan kegiatan ini sebagai ladang potensial bagi para pencari bakat futsal Indonesia,” ujar Yoshihiro Bando, Presiden Direktur PT Amerta Indah Otsuka di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (21/11/2017).
Kemenpora melalui Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto mengapresiasi kontinuitas event tahunan ini. Kemenpora berharap, event ini akan terus berlangsung untuk mendapatkan bibit potensial pemain futsal nasional. ’’Popularitas olahraga futsal menemui pasang surut dalam beberapa tahun terakhir, dan kami sangat mengapresiasi konsistensi Pocari Sweat dalam penyelenggaraan PSFC selama delapan tahun berturut-turut,’’kata Gatot S. Dewa Broto.
(aww)