Johann Zarco, Sang Biksu di Gemerlapnya MotoGP

Kamis, 28 Desember 2017 - 16:58 WIB
Johann Zarco, Sang Biksu...
Johann Zarco, Sang Biksu di Gemerlapnya MotoGP
A A A
JOHANN Zarco bak antitesis gemerlapnya dunia MotoGP. Pebalap Prancis paling sukses di dunia balap motor ini seperti hidup di dunianya sendiri. Tidak seperti pembalap MotoGP lain yang senang jadi sorotan, Johann Zarco justru menghindari publisitas.

Dia memang memiliki akun Instagram dan Twitter namun akun tersebut bukan dipegang langsung olehnya. Dia meminta orang lain mengolah isi akun-akun media sosial tersebut. Selebihnya, dia tidak pernah mau berdekatan dengan dunia maya. "Internet itu hanya buang-buang waktu. Percayalah, apa pun yang mereka katakan di dunia maya pasti akan berpengaruh pada kehidupan nyata. Komentar-komentar mereka akan membuat saya kehilangan fokus," katanya.

Dia sendiri enggan memiliki ponsel pintar. Alih-alih dia lebih setia dengan ponsel lamanya yang hanya bisa mengirimkan pesan pendek dan telepon suara. Dia mengatakan tidak ingin terjebak menghabiskan waktu dengan menatap layar telepon seluler. Sayangnya, baru-baru ini dia dipaksa membeli ponsel pintar karena telepon seluler lama miliknya hilang saat datang ke sebuah pantai.

"Sekarang saya berusaha dengan bijak menggunakan ponsel baru ini. Saya gunakan seperlunya saja seperti hal lain yang saya lakukan," katanya.

Tidak seperti kebanyakan atlet lainnya, Johann Zarco juga enggan melukis tubuhnya dengan tato. Dia menganggap tubuh adalah bagian tubuh yang perlu dihargai bukan disakiti dengan melukis di atasnya. Dia juga jarang menggunakan kacamata hitam seperti halnya pebalap MotoGP lain. Bahkan, tidak ada satu pun merek kacamata telah mengontak dirinya untuk menjadi brand ambassador.

Seperti hal kacamata hitam, dia juga tidak memiliki topi personal yang telah disponsori. Alih-alih dia hanya memakai topi sponsor Monster yang mendukung tim balapnya, Yamaha Tech 3. Dia juga enggan membuat masalah menjadi rumit. Menurutnya, semua masalah yang ada di dunia itu tidak rumit seperti yang dibayangkan banyak orang. Semua selalu ada jawabannya.

Hal ini pernah terjadi saat kontroversi sasis Yamaha M1 tahun 2017 yang dianggap tidak optimal saat pengujian di Sirkuit Valencia, Spanyol. Waktu itu pebalap Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, menolak menggunakan sasis tersebut saat pengujian. Sebaliknya Johann Zarco langsung menggunakannya tanpa banyak bertanya. Alih-alih Johann Zarco berhasil mencatatkan waktu tercepat dibandingkan pebalap Yamaha dan pebalap MotoGP lainnya.

Saat itu banyak wartawan bertanya, apakah hal tersebut mengejutkan buat dia? "Saya tidak terkejut, saya senang dengan hasil ini," ujarnya.
Masih penasaran, wartawan kemudian bertanya lagi. "Masa sih nggak kaget, kamu lebih cepat dari tim Yamaha," kata wartawan tersebut. "Saya tidak kaget, soalnya saya sama sekali tidak memikirkan masalah ini seperti kalian pikir hal ini bermasalah," katanya.

Johann Zarco memang selalu berusaha menghadapi segala hal dengan sederhana. Baginya segala hal menjadi rumit karena manusia membuatnya menjadi rumit. Inilah mengapa dia tidak pernah peduli dengan hal lainnya selain meraih kemenangan dengan kerja keras.
Salah satu momen betapa kuatnya komitmen kerja keras dia ditunjukkan ketika balapan di Sirkuit Misano, San Marino, Italia, pada September 2017 lalu. Saat itu di lap-lap terakhir motor yang dikendarai Johann Zarco justru kehabisan bensin. Biasanya pebalap lain langsung putus asa dan tidak finish.

Berbeda dengan Johann Zarco yang justru mendorong motornya hingga garis finish. Saat itu dia akhirnya hanya meraih posisi ke-15 dengan perolehan poin 1 angka. Namun, tekad bajanya mendorong motor hingga garis finish berhasil memenangkan hati ribuan penonton yang datang di Sirkuit Misano. "Bagi saya masih banyak hal yang lebih buruk di hidup ini dibandingkan sekadar kehabisan bensin di akhir perlombaan," katanya.
(amm)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Comeback Dramatis, Korea...
Comeback Dramatis, Korea Selatan Tekuk Republik Ceko 2-1
6 menit yang lalu
Kontroversi Wilton Sampaio:...
Kontroversi Wilton Sampaio: Wasit Brasil yang Keluarkan 3 Kartu Merah
28 menit yang lalu
Pancasakti Run 2026...
Pancasakti Run 2026 Tawarkan Kesempatan Menuju World Marathon Majors 2027
58 menit yang lalu
Tiga Kartu Merah Warnai...
Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Rekor Lama Terancam?
1 jam yang lalu
Korea Selatan vs Ceko:...
Korea Selatan vs Ceko: Taeguk Warriors Dijagokan Menang
2 jam yang lalu
Terkenal Fanatik, Suporter...
Terkenal Fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved