Indonesia Sejak Awal Tahu Bakal Lolos ke Perempat Final
Jum'at, 09 Februari 2018 - 00:11 WIB
Indonesia Sejak Awal Tahu Bakal Lolos ke Perempat Final
A
A
A
ATOR SELAR - Lolosnya Indonesia ke perempat final Badminton Asia Team Championships 2018 sudah diduga sejak awal. Namun yang mengejutkan adalah perlawanan ketat yang diberikan India hingga Indonesia hanya menang 3-2.
Dalam duel yang berlangsung di Sultan Abdul Halim Stadium, Ator Selar, Malaysia, Kamis (8/2/2018), Indonesia unggul lebih dulu setelah Jonatan Christie menundukkan Kidambi Srikanth dengan skor 21-17, 21-17.
Sayangnya langkah Jonatan ini tak diikuti pasangan dadakan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo dari Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dengan skor 21-18, 18-21, 22-24. India makin di atas angin setelah Anthony Sinisuka Ginting gagal menjalankan tugasnya setelah dihentikan Sai Praneeth dan takluk dua game langsung, 18-21, 19-21.
Ketinggalan 2-1 membuat pasangan Angga Pratama/Rian Agung Saputro bermain sedikit terbebani. Tak heran jika mereka kehilangan game pertama sebelum akhirnya bisa mengandaskan perlawanan Arjun M.R/Ramchandran Shlok dengan 14-21, 21-16, 21-12. Di partai kelima, Ihsan Maulana Mustofa berhasil menjadi penentu kemenangan dengan menundukkan Sumeeth Reddy, dengan skor 21-12, 21-7.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti seperti dikutip Badmintonindonesia mengatakan sejak awal sudah tahu akan lolos. "Tapi kan pasti maunya menang sempurna. Namun kondisi atlet enggak semuanya prima, jadi kami harus menurunkan komposisi pemain seperti hari ini. Ganda pertama India cukup potensial, kami kecolongan di situ, seharusnya memang Ahsan/Kevin lebih menekan,” ujarnya.
Menurut Susy untuk menentukan pemain yang turun, mereka harus melihat kondisi terakhir para pemain. "Marcus (Fernaldi Gideon) dan Hendra (Setiawan) masih bisa diturunkan besok, cuma hari ini kondisi mereka tidak terlau bagus, daripada dipaksakan nanti berikutnya enggak bisa main kan malah lebih parah,” tutur Susy.
“Justru kami tidak underestimate lawan. India itu kuat di sektor tunggal. Di beregu kadang hasilnya tidak bisa diprediksi, jadi yang kita harapkan dua angka dari ganda, satu dari tunggal, malah sebaliknya. Di atas kertas harusnya Srikanth bisa menang dari Jonatan, tapi Jonatan yang menang,” pungkas Susy.
Tim putra Indonesia masih menunggu hasil undian di babak perempat final. Tim putri Indonesia yang menjadi jawara Grup Z usai menekuk China 3-2, di perempat final besok akan berhadapan dengan India
Dalam duel yang berlangsung di Sultan Abdul Halim Stadium, Ator Selar, Malaysia, Kamis (8/2/2018), Indonesia unggul lebih dulu setelah Jonatan Christie menundukkan Kidambi Srikanth dengan skor 21-17, 21-17.
Sayangnya langkah Jonatan ini tak diikuti pasangan dadakan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo dari Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, dengan skor 21-18, 18-21, 22-24. India makin di atas angin setelah Anthony Sinisuka Ginting gagal menjalankan tugasnya setelah dihentikan Sai Praneeth dan takluk dua game langsung, 18-21, 19-21.
Ketinggalan 2-1 membuat pasangan Angga Pratama/Rian Agung Saputro bermain sedikit terbebani. Tak heran jika mereka kehilangan game pertama sebelum akhirnya bisa mengandaskan perlawanan Arjun M.R/Ramchandran Shlok dengan 14-21, 21-16, 21-12. Di partai kelima, Ihsan Maulana Mustofa berhasil menjadi penentu kemenangan dengan menundukkan Sumeeth Reddy, dengan skor 21-12, 21-7.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti seperti dikutip Badmintonindonesia mengatakan sejak awal sudah tahu akan lolos. "Tapi kan pasti maunya menang sempurna. Namun kondisi atlet enggak semuanya prima, jadi kami harus menurunkan komposisi pemain seperti hari ini. Ganda pertama India cukup potensial, kami kecolongan di situ, seharusnya memang Ahsan/Kevin lebih menekan,” ujarnya.
Menurut Susy untuk menentukan pemain yang turun, mereka harus melihat kondisi terakhir para pemain. "Marcus (Fernaldi Gideon) dan Hendra (Setiawan) masih bisa diturunkan besok, cuma hari ini kondisi mereka tidak terlau bagus, daripada dipaksakan nanti berikutnya enggak bisa main kan malah lebih parah,” tutur Susy.
“Justru kami tidak underestimate lawan. India itu kuat di sektor tunggal. Di beregu kadang hasilnya tidak bisa diprediksi, jadi yang kita harapkan dua angka dari ganda, satu dari tunggal, malah sebaliknya. Di atas kertas harusnya Srikanth bisa menang dari Jonatan, tapi Jonatan yang menang,” pungkas Susy.
Tim putra Indonesia masih menunggu hasil undian di babak perempat final. Tim putri Indonesia yang menjadi jawara Grup Z usai menekuk China 3-2, di perempat final besok akan berhadapan dengan India
(bbk)