Jika Bertahan di Ducati, Lorenzo Harus Mau Potong Gaji

Kamis, 15 Februari 2018 - 18:59 WIB
Jika Bertahan di Ducati,...
Jika Bertahan di Ducati, Lorenzo Harus Mau Potong Gaji
A A A
BURIRAM - Jorge Lorenzo saat ini masih menempati posisi tiga besar di bawah Marc Marquez dan Valentino Rossi sebagai pembalap dengan gaji tertinggi di pentas MotoGP. Menurut laporan Express dan TSM Sports, semusim Lorenzo mendapat gaji pokok USD 8 juta atau setara Rp106,4 miliar.

Namun mulai tahun depan, Lorenzo sepertinya harus mau menerima pemotongan gaji. Sebab pembalap Ducati lainnya yakni Andrea Dovizioso meminta kenaikan nilai upah yang saat ini hanya menyentuh angka USD 7 juta atau berkisar Rp93,1 miliar.

Karena keterbatasan dana, Ducati kesulitan untuk memberikan gaji besar pada dua pembalapnya. Karena itu mereka berencana memangkas gaji Lorenzo saat menyodori kontrak baru untuk musim 2019.

"Niatnya kami ingin tetap bekerja dengan kedua pembalap. Tapi ada keterbatasan keuangan yang sangat jelas," ucap Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti.

"Kami akan berbicara dengan pihak sponsor karena Telecom Italia memutuskan meninggalkan kami. Saat kami sudah mendapatkan ide tentang berapa banyak uang yang bisa kami berikan, maka akan lebih mudah untuk berbicara dengan manajer dari para pembalap," jelasnya pada Motorsport.

Ducati lebih memilih menaikkan gaji Dovizioso karena prestasinya di MotoGP 2017 lalu. Saat itu Dovi mengakhiri musim dengan menempati peringkat dua klasemen. Sementara Lorenzo, ia hanya mampu berada di posisi tujuh klasemen.

"Situasi saat ini berbeda dibanding musim 2016 lalu. Saat kami mendatangkan Jorge, ia sebelumnya sudah mendapat tawaran penting dari Yamaha untuk memperpanjang kontraknya dua tahun lagi. Lalu kami memperbaharui kontrak Andrea (Dovizioso) dan sebelumnya dia tak pernah menang di Ducati. Jadi sekarang, kami akan memberi penghargaan atas apa yang dilakukannya sepanjang musim lalu," jelas Ciabatti.

"Claudio Domenicalli (CEO Ducati) sudah mengatakan saat peluncuran tim. Ducati telah membuat langkah untuk menarik perhatian Lorenzo, tapi itu adalah sebuah momen yang spesifik. Menurut saya, kami tidak bisa lagi memberi Lorenzo bayaran yang sama seperti saat dia bergabung dengan tim ini," pungkasnya.
(bep)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Swiss Lolos ke 16 Besar...
Swiss Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Aljazair
25 menit yang lalu
TMCR 2026 Satukan Tokoh...
TMCR 2026 Satukan Tokoh Nasional dan Komunitas Otomotif
47 menit yang lalu
Swiss Unggul 1-0 atas...
Swiss Unggul 1-0 atas Aljazair di Babak Pertama Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Top Skor Piala Dunia...
Top Skor Piala Dunia 2026: Cristiano Ronaldo Tambah 1 Gol
1 jam yang lalu
Portugal vs Spanyol...
Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ronaldo-Yamal Siapa Lebih Moncer?
3 jam yang lalu
Portugal Lolos ke 16...
Portugal Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Kroasia, Ronaldo Cetak Rekor Baru
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved