MotoGP 2018: Siapa Bisa Hentikan Marc Marquez? Ini Pesaingnya...
Kamis, 15 Maret 2018 - 16:29 WIB
MotoGP 2018: Siapa Bisa Hentikan Marc Marquez? Ini Pesaingnya...
A
A
A
DOHA - Musim MotoGP 2018 akan berlangsung di bawah lampu sorot Sirkuit Losail, Qatar, Minggu (18/3/2018). Pembalap Repsol Honda asal Spanyol Marc Marquez masih menjadi favorit juara musim ini. Namun, sejumlah rider juga berpeluang menggeser sang juara bertahan tersebut.
Sulit mengalahkan Marquez. Penampilannya yang konsisten membuat rider lainnya harus berpikir lebih cermat untuk mengasapinya. Dalam lima tahun terakhir, Marquez hanya gagal sekali, yakni di musim balap 2015, setelah mengakhiri musim di peringkat 3 di bawah Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.
Setelah kegagalan di 2015, Marquez tampil lebih matang. Dia kembali berada di puncak pada musim berikutnya, dan tahun lalu Marquez mengklaim gelar back-to-back untuk kedua kalinya dalam kariernya saat dia menang dalam pertarungan dengan pembalap Ducati Andrea Dovizioso.
Rekan satu tim Dovizioso, Jorge Lorenzo, juga akan menjadi pesaing Marquez di musim 2018 ini. Mantan juara dunia MotoGP tiga kali itu akan berusaha merebut kembali penampilannya terbaiknya setelah musim 2017 tanpa kejutan.
Berikut pembalap yang bisa mengganggu Marquez dalam perburuan gelar tahun ini.
Valentino Rossi
Jika Marquez menuju legenda, Rossi sudah ada di sana setelah memenangi tujuh gelar MotoGP dalam kariernya. Musim ini merupakan lomba yang ke-17 di kelas balap tertinggi MotoGP.
Jorge Lorenzo
Pertarungan antara Lorenzo dan Marquez merupakan pemandangan umum saat mantan rekannya bermitra dengan Rossi di Movistar Yamaha, namun keputusannya untuk pindah ke Ducati pada 2017 menjadi bumerang. Juara tiga kali itu berharap performa terbaik sebelumnya di Qatar bisa mendorongany start di depan. Dia pernah menang di Sirkuit Internasional Losail enam kali, tiga di antaranya di kelas MotoGP.
Dani Pedrosa
Dengan ketangguhan, penanganan, dan teknologi yang sama di Honda, Pedrosa punya modal untuk menjadi pesaing pada 19 balapan yang dimulai di Qatar. Tapi, team order bisa menghalangi kesempatannya.
Maverick Vinales
Banyak yang berharap banyak dari Vinales saat menukar Suzuki Ecstar ke Movistar Yamaha musim lalu. Menang di Qatar, Argentina, dan Prancis melihatnya menjadi penentu kecepatan awal. Namun, dia hanya mengklaim empat podium lagi setelah itu dan turun ke posisi ketiga dengan balapan terakhir di Valencia.
Andrea Dovizioso
Berbicara tentang kejutan, Dovizioso baru saja melakukannya pada 2017 saat menjadikan dirinya sebagai pesaing nomor satu, "mengganggu" dorong sampai ke lomba akhir.
Johann Zarco
Seorang rookie pada tahun 2017, Johann Zarco membuat kejuatan dengan kecepatan yang menakjubkan bersama Monster Yamaha Tech 3. Dia mengklaim dua posisi pole, di Assen dan Motegi, dan hanya finis di luar 10 besar dalam empat kesempatan. Dia meraih 174 poin dan posisi keenam secara keseluruhan.
Sulit mengalahkan Marquez. Penampilannya yang konsisten membuat rider lainnya harus berpikir lebih cermat untuk mengasapinya. Dalam lima tahun terakhir, Marquez hanya gagal sekali, yakni di musim balap 2015, setelah mengakhiri musim di peringkat 3 di bawah Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.
Setelah kegagalan di 2015, Marquez tampil lebih matang. Dia kembali berada di puncak pada musim berikutnya, dan tahun lalu Marquez mengklaim gelar back-to-back untuk kedua kalinya dalam kariernya saat dia menang dalam pertarungan dengan pembalap Ducati Andrea Dovizioso.
Rekan satu tim Dovizioso, Jorge Lorenzo, juga akan menjadi pesaing Marquez di musim 2018 ini. Mantan juara dunia MotoGP tiga kali itu akan berusaha merebut kembali penampilannya terbaiknya setelah musim 2017 tanpa kejutan.
Berikut pembalap yang bisa mengganggu Marquez dalam perburuan gelar tahun ini.
Valentino Rossi
Jika Marquez menuju legenda, Rossi sudah ada di sana setelah memenangi tujuh gelar MotoGP dalam kariernya. Musim ini merupakan lomba yang ke-17 di kelas balap tertinggi MotoGP.
Jorge Lorenzo
Pertarungan antara Lorenzo dan Marquez merupakan pemandangan umum saat mantan rekannya bermitra dengan Rossi di Movistar Yamaha, namun keputusannya untuk pindah ke Ducati pada 2017 menjadi bumerang. Juara tiga kali itu berharap performa terbaik sebelumnya di Qatar bisa mendorongany start di depan. Dia pernah menang di Sirkuit Internasional Losail enam kali, tiga di antaranya di kelas MotoGP.
Dani Pedrosa
Dengan ketangguhan, penanganan, dan teknologi yang sama di Honda, Pedrosa punya modal untuk menjadi pesaing pada 19 balapan yang dimulai di Qatar. Tapi, team order bisa menghalangi kesempatannya.
Maverick Vinales
Banyak yang berharap banyak dari Vinales saat menukar Suzuki Ecstar ke Movistar Yamaha musim lalu. Menang di Qatar, Argentina, dan Prancis melihatnya menjadi penentu kecepatan awal. Namun, dia hanya mengklaim empat podium lagi setelah itu dan turun ke posisi ketiga dengan balapan terakhir di Valencia.
Andrea Dovizioso
Berbicara tentang kejutan, Dovizioso baru saja melakukannya pada 2017 saat menjadikan dirinya sebagai pesaing nomor satu, "mengganggu" dorong sampai ke lomba akhir.
Johann Zarco
Seorang rookie pada tahun 2017, Johann Zarco membuat kejuatan dengan kecepatan yang menakjubkan bersama Monster Yamaha Tech 3. Dia mengklaim dua posisi pole, di Assen dan Motegi, dan hanya finis di luar 10 besar dalam empat kesempatan. Dia meraih 174 poin dan posisi keenam secara keseluruhan.
(sha)