Eks Bintang Barcelona: Messi Bukan Pemimpin, Dia Bukan Ronaldo
Sabtu, 23 Juni 2018 - 17:00 WIB
Eks Bintang Barcelona: Messi Bukan Pemimpin, Dia Bukan Ronaldo
A
A
A
SAINT PETERSBURG - Mantan bintang Barcelona Emmanuel Petit mengungkapkan penilaiannya terhadap dua megastar sepak bola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Menurut Petit, Messi tidak memiliki kualitas kepemimpinan yang sama seperti Ronaldo.
Sejauh ini Messi tengah berjuang untuk membuat dampak di timnas Argentina di Piala Dunia 2018. Di dua laga, Argentina menuai hasil buruk, meski masih berpeluang lolos ke babak 16 besar. Bermain imbang 1-1 melawan Islandia dan dikalahkan Kroasia 0-3 pada Jumat (22/6/2018).
Sementara Ronaldo mencetak hat-trick saat Portugal bermain imbang 3-3 dengan Spanyol, dan mengemas gol tunggal dalam kemangan 1-0 atas Maroko di laga kedua. Messi jua gagal mengonversi penalti saat melawan Islandia.
Skuat Argentina harus mengalahkan Nigeria pada laga pamungkas Grup D di Saint Petersburg Stadium, 27 Juni nanti, demi mendapatkan peluang lolos. (Baca juga: Ahmed Musa, Penjebol Gawang Islandia: Bikin Gol ke Argentina tidak Terlalu Sulit ).
Petit -pemenang Piala Dunia dengan timnas Prancis pada 1998- menegaskan Messi harus menanggung sebagian kesalahannya. "Dia bukan seorang pemimpin. Dia bukan Ronaldo dalam hal itu. Messi adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada, tetapi dia perlu menunjukkan mentalitas itu," kata Petit kepada Bookmaker Paddy Power dilansir AS.
![Eks Bintang Barcelona: Messi Bukan Pemimpin, Dia Bukan Ronaldo]()
"Dia harus bangun! Ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik bersama Barcelona, dia pemain yang hebat. Kami sudah melihatnya di Liga Champions. Tapi, kietika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik, dia bisa menghilang di lapangan."
"Dia tidak ada di sana lagi. Dia tidak berlari, dia berjalan. Dia tidak peduli tentang bola."
Argentina lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 karena kepahlawanan san kapten Messi dalam kualifikasi melawan Ekuador, ketika bintang Barca mencetak hat-trick untuk mengamankan tiket ke Rusia.
Namun, kecemerlangan Messi pada kesempatan itu menutupi kurang seriusnya persiapan Pelatih Jorge Sampaoli. Petit percaya, merosot Argentina di babak penyisihan grup bisa menjadi panggilan kebangkitan yang dibutuhkan Argentina.
"Bahasa tubuh seluruh tim sangat buruk, tidak percaya diri, tidak ada kepercayaan antara satu sama lain. Dengan cara mereka melihat, saya tidak bisa melihat Argentina lolos sekarang," lanjutnya.
"Sungguh memalukan melihat mereka lolos, karena melawan Islandia mereka tampak mengerikan, tanpa inspirasi, tidak ada sama sekali."
"Dan Pelatih Sampaoli telah membuat banyak kesalahan sejak awal turnamen, dalam memilih timnya, membuat pergantian pemain, dan segalanya."
"Anda ingat begitu banyak pemain hebat di tim Argentina di masa lalu, tetapi tim ini sangat jauh dari mereka. Mereka tampak mengerikan."
Sejauh ini Messi tengah berjuang untuk membuat dampak di timnas Argentina di Piala Dunia 2018. Di dua laga, Argentina menuai hasil buruk, meski masih berpeluang lolos ke babak 16 besar. Bermain imbang 1-1 melawan Islandia dan dikalahkan Kroasia 0-3 pada Jumat (22/6/2018).
Sementara Ronaldo mencetak hat-trick saat Portugal bermain imbang 3-3 dengan Spanyol, dan mengemas gol tunggal dalam kemangan 1-0 atas Maroko di laga kedua. Messi jua gagal mengonversi penalti saat melawan Islandia.
Skuat Argentina harus mengalahkan Nigeria pada laga pamungkas Grup D di Saint Petersburg Stadium, 27 Juni nanti, demi mendapatkan peluang lolos. (Baca juga: Ahmed Musa, Penjebol Gawang Islandia: Bikin Gol ke Argentina tidak Terlalu Sulit ).
Petit -pemenang Piala Dunia dengan timnas Prancis pada 1998- menegaskan Messi harus menanggung sebagian kesalahannya. "Dia bukan seorang pemimpin. Dia bukan Ronaldo dalam hal itu. Messi adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada, tetapi dia perlu menunjukkan mentalitas itu," kata Petit kepada Bookmaker Paddy Power dilansir AS.

"Dia harus bangun! Ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik bersama Barcelona, dia pemain yang hebat. Kami sudah melihatnya di Liga Champions. Tapi, kietika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik, dia bisa menghilang di lapangan."
"Dia tidak ada di sana lagi. Dia tidak berlari, dia berjalan. Dia tidak peduli tentang bola."
Argentina lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 karena kepahlawanan san kapten Messi dalam kualifikasi melawan Ekuador, ketika bintang Barca mencetak hat-trick untuk mengamankan tiket ke Rusia.
Namun, kecemerlangan Messi pada kesempatan itu menutupi kurang seriusnya persiapan Pelatih Jorge Sampaoli. Petit percaya, merosot Argentina di babak penyisihan grup bisa menjadi panggilan kebangkitan yang dibutuhkan Argentina.
"Bahasa tubuh seluruh tim sangat buruk, tidak percaya diri, tidak ada kepercayaan antara satu sama lain. Dengan cara mereka melihat, saya tidak bisa melihat Argentina lolos sekarang," lanjutnya.
"Sungguh memalukan melihat mereka lolos, karena melawan Islandia mereka tampak mengerikan, tanpa inspirasi, tidak ada sama sekali."
"Dan Pelatih Sampaoli telah membuat banyak kesalahan sejak awal turnamen, dalam memilih timnya, membuat pergantian pemain, dan segalanya."
"Anda ingat begitu banyak pemain hebat di tim Argentina di masa lalu, tetapi tim ini sangat jauh dari mereka. Mereka tampak mengerikan."
(sha)