Yamaha Minta Maaf Pada Rossi-Vinales Pasca Krisis di Kualifikasi

Minggu, 12 Agustus 2018 - 11:58 WIB
Yamaha Minta Maaf Pada...
Yamaha Minta Maaf Pada Rossi-Vinales Pasca Krisis di Kualifikasi
A A A
SPIELBERG - Manajemen Yamaha mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka meminta maaf secara terbuka kepada Valentino Rossi dan Maverick Vinales setelah mengalami masalah percepatan yang membuat kedua rider mereka menuai hasil terburuk dalam beberapa tahun pada sesi kualfikasi di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Sabtu (11/8/2018).

Meskipun Johann Zarco dari Tech3 Yamaha berada di urutan keenam, Vinales tertinggal di posisi ke 11 di grid dan Rossi turun di urutan ke-14, setelah gagal mencapai Kualifikasi 2. Setback terbaru muncul setelah dahaga kemenangan di Brno, pekan lalu, berlanjut. Dahaga kemenangan terpanjang Yamaha sejak 1998.

Marc Marquez memulai balapan seri ke-11 di Grand Prix Austria dari posisi terdepan, Minggu (12/8/2018), setelah mencatatkan waktu tercepat 1 menit 23.241 detik pada kualifikasi. Secara keseluruhan pembalap Repsol Honda itu telah mengumpulkan 69 pole position sepanjang kariernya. (Baca juga: Unggul 0.002 Detik dari Dovizioso, Marquez Raih Pole Position di GP Austria ).

"Kami, Yamaha, berutang pada pembalap kami dan juga Anda, media," kata Manajer Pemasaran & Komunikasi William Favaro kepada media, yang mengharapkan tanya-jawab dengan Rossi dan Vinales, dilansir crash.net.

Favaro diapit Racing Managing Director Yamaha Lin Jarvis, Direktur Tim Massimo Meregalli, dan Group Leader MotoGP Yamaha, serta Pemimpin Proyek M1 Kouji Tsuya, yang kemudian mengambil alih mikrofon.

"Hari ini adalah hari yang sangat sulit bagi kami. Kami sedang berjuang," kata Tsuya, membenarkan bahwa kinerja akselerasi, terkait dengan penyesuaian pengiriman power yang lebih tepat, berada di belakang masalah tim. "Saya harus meminta maaf kepada para pembalap untuk kinerja akselerasi menurun hari ini."

Vinales juga mengalami masalah sensor pada mesinnya dalam latihan (sementara Rossi mengalami kegagalan sprocket) yang semuanya mendorong Tsuya untuk menyimpulkan:

"Kami sedang berjuang dan harus mengatakan maaf kepada para pembalap. Sekarang kami bekerja keras untuk menemukan solusinya. Setelah balapan ini kami memiliki tes (privat) di Misano, sebelum Silverstone. Dan juga setelah Silverstone, kami memiliki tes di Aragon untuk mencari solusi."

"Tetapi pada saat ini kami akan berkonsentrasi untuk lomba Minggu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik bagi pembalap kami."

Favero menambahkan: "Kami berharap ini hanya krisis paling bawah dan sekarang kami yakin bahwa kami akan dapat keluar dari krisis ini segera."
(sha)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
2 jam yang lalu
Shin Tae-yong Bawa Gerbong...
Shin Tae-yong Bawa Gerbong Lama Tim Pelatih Timnas Indonesia ke Persija
8 jam yang lalu
Shin Tae-yong Resmi...
Shin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Persija Jakarta
9 jam yang lalu
Insiden Penembakan Dekat...
Insiden Penembakan Dekat Markas Timnas Inggris Bayangi Piala Dunia 2026
11 jam yang lalu
Team RSTelkomsel 5G...
Team RSTelkomsel 5G Juarai Grup R pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
11 jam yang lalu
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
13 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved