Desakan Edy Mundur dari Ketum PSSI Makin Kencang

Kamis, 04 Oktober 2018 - 11:10 WIB
Desakan Edy Mundur dari...
Desakan Edy Mundur dari Ketum PSSI Makin Kencang
A A A
JAKARTA - Desakan Edy Rahmayadi untuk melepaskan jabatannya sebagai ketua umum (ketum) PSSI semakin kencang. Mereka menilai Gubernur Sumatera Utara tersebut sudah tidak mampu lagi memimpin federasi sepak bola Tanah Air itu.

Belum lama ini juga ada petisi online yang ditandatangani puluhan ribu orang yang menuntut Edy mundur. Bahkan, sejumlah mahasiswa menggelar aksi damai dengan tuntutan serupa di depan Kementerian Pemuda dan Olahraga awal pekan ini.

Dalam rilisnya, mereka menuntut Edy turun dari jabatan ketum PSSI karena tidak bisa mengatasi masalah sepak bola Indonesia, yang salah satunya adalah tewasnya 22 suporter sejak dia memimpin PSSI pada 10 November 2016.

Selain itu, mereka juga mengkhawatirkan PSSI akan di bawah ke ranah politik praktis pada 2019 jika Edy tidak segera turun di kursi ketum PSSI. Terakhir, mereka meminta Menpora membekukan PSSI karena mantan Pangkostrad ini dinilai telah gagal menciptakan iklim sepak bola yang sportif di Indonesia. Situasi itu muncul karena konsentrasi Edy terpecah. Selain menjadi ketua umum PSSI, dia juga merupakan Gubernur Sumatera Utara.

Manajer Madura United Haruna Soemitro menyatakan bahwa desakan mundur Edy dari kursi ketua umum PSSI tersebut bakal dibicarakan saat kongres tahunan yang rencananya digelar pada awal 2019. Agenda tersebut bakal membahas berbagai macam hal yang telah dicapai PSSI tahun ini dan perencanaan tahun depan. ”Ketum PSSI dipilih melalui kongres, mundur pun via kongres. Beri kesempatan Pak Edy mempertanggungjawabkannya via kongres," kata Haruna.

Dia menambahkan, pihaknya ingin semua pihak percaya dengan mekanisme kongres. “Beri kesempatan Pak Edy. Jadi, biarkan publik menilai beliau gagal atau tidak. Tapi, kami sebagai anggota PSSI tak mau ambil pusing dengan tuntutan yang ada ini," tambahnya.

Koordinator Save Our Soccer (SOS) Indonesia Akmal Marhali menilai wajar jika ada tuntutan perubahan yang revolusioner dalam sepak bola Indonesia. Menurutnya, posisi Edy sebagai ketua umum semakin berat setelah terpilih sebagai Gubernur Sumut karena sekarang ada dua rakyat yang butuh perhatian serius, yakni Rakyat Sumut dan Rakyat Sepak Bola.

“Keduanya butuh perhatian penuh 24 jam. Tak bisa dikerjakan secara sambilan. Dibutuhkan orang-orang yang benar-benar berintegritas dan mewakafkan diri sepenuhnya untuk sepak bola," tegas Akmal.

Menurut dia, rangkap jabatan akan menghadirkan banyak masalah selain terlihat tidak profesional. Terutama, akan banyaknya benturan kepentingan yang dihadapi, dan itu akan dialami setiap hari yang membuat Edy gagal fokus.
(bbk)
Berita Terkait
Erick Thohir Terpilih...
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Pengamat: Dia Tahu Cara Menata Sepak Bola
Tuntutan Revolusi PSSI...
Tuntutan Revolusi PSSI Terus Berkumandang saat Konser Salam Satu Jiwa di Gladiator Arena Bekasi
Tuntut Penuntasan Kasus...
Tuntut Penuntasan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Suporter Bentangkan Spanduk di Laga Persib VS Persija
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
Konser Kopi Darat Sepak...
Konser Kopi Darat Sepak Bola untuk Rakyat Dorong Penuntasan Tragedi Kanjuruhan
Revolusi PSSI, GSR Kembali...
Revolusi PSSI, GSR Kembali Gelar Aksi Menolak Lupa Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkini
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
1 jam yang lalu
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu ke Fase Gugur
1 jam yang lalu
Ayahanda Jatuh Sakit,...
Ayahanda Jatuh Sakit, Alasan Tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
75 Gol dalam 24 Laga,...
75 Gol dalam 24 Laga, Piala Dunia 2026 Penuh Drama
2 jam yang lalu
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Mampukah Taegeuk Warriors Akhiri Kutukan?
3 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved