Stoner Mundur, Bagaimana Dampak Pengembangan Motor Ducati Tahun Depan?
Rabu, 14 November 2018 - 16:01 WIB
Stoner Mundur, Bagaimana Dampak Pengembangan Motor Ducati Tahun Depan?
A
A
A
BOLOGNA - Casey Stoner secara resmi menanggalkan jabatannya sebagai duta resmi dan pembalap penguji tim Ducati Corse setelah tiga tahun berkolaborasi dengan pabrikan Italia. Perpisahan legenda MotoGP itu kian memunculkan spekulasi jika terjadi masalah pada garasi tim.
Rencana Stoner pensiun sebagai pembalap penguji Ducati sudah muncul sejak Agustus lalu. Direktur Olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti mengklaim bahwa masa depannya tergantung pada pemulihannya dari operasi bahu.
Namun, Stoner kemudian menjelaskan bahwa motivasinya dipengaruhi oleh perasaan bahwa umpan baliknya diabaikan. Sekarang telah diputuskan dan mantan pembalap asal Australia itu bakal kembali ke tim Repsol Honda sebagai pembalap penguji.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ducati atas kenangan yang luar biasa dan terutama dukungan dan antusiasme para penggemar Ducati untuk semangat bersama kami untuk balap dan sepeda motor. Saya akan selalu mengingat ini. Selama tiga tahun terakhir saya benar-benar menikmati pekerjaan saya dengan tim penguji, para insinyur dan teknisi, saat kami bekerja untuk meningkatkan paket Desmosedici GP dan saya dengan tulus berharap tim yang terbaik untuk masa depan mereka," kata Stoner dikutip dari Speedcafe, Rabu (14/11/2018).
CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengatakan kontribusi yang diberikan Stoner cukup besar dalam pengembangan motor Desmosedici GP18. Mantan pembalap yang dikenal dengan julukan Kuri-Kuri Boy itu juga berkontribusi pada perkembangan akhir Panigale V4 - motor produksi V4 pertama yang pernah diproduksi oleh Ducati.
Artinya, selama tiga tahun berada di tim Merah, ada banyak cerita yang telah diberikan Stoner untuk kedua pembalap Ducati yakni Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo. Terlebih dua pembalap tersebut secara konsisten sebagai penantang Marc Marquez di ajang MotoGP musim ini.
"Casey selalu tetap di hati Ducatisti dan itu juga atas nama mereka bahwa kami ingin berterima kasih padanya atas kolaborasi penting yang telah ia tawarkan kepada kami selama tiga tahun terakhir," tutur Domenicali.
"Indikasi dan saran teknisnya, bersama dengan pekerjaan dan umpan balik dari pengendara pabrik dan Michele Pirro, telah membantu menjadikan Desmosedici GP salah satu motor paling kompetitif di grid. Ducati dan banyak penggemarnya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus dan harapan terbaik mereka untuk Casey dan keluarganya untuk masa depan yang tenang dan bahagia," pungkas Domenicali.
Rencana Stoner pensiun sebagai pembalap penguji Ducati sudah muncul sejak Agustus lalu. Direktur Olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti mengklaim bahwa masa depannya tergantung pada pemulihannya dari operasi bahu.
Namun, Stoner kemudian menjelaskan bahwa motivasinya dipengaruhi oleh perasaan bahwa umpan baliknya diabaikan. Sekarang telah diputuskan dan mantan pembalap asal Australia itu bakal kembali ke tim Repsol Honda sebagai pembalap penguji.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ducati atas kenangan yang luar biasa dan terutama dukungan dan antusiasme para penggemar Ducati untuk semangat bersama kami untuk balap dan sepeda motor. Saya akan selalu mengingat ini. Selama tiga tahun terakhir saya benar-benar menikmati pekerjaan saya dengan tim penguji, para insinyur dan teknisi, saat kami bekerja untuk meningkatkan paket Desmosedici GP dan saya dengan tulus berharap tim yang terbaik untuk masa depan mereka," kata Stoner dikutip dari Speedcafe, Rabu (14/11/2018).
CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengatakan kontribusi yang diberikan Stoner cukup besar dalam pengembangan motor Desmosedici GP18. Mantan pembalap yang dikenal dengan julukan Kuri-Kuri Boy itu juga berkontribusi pada perkembangan akhir Panigale V4 - motor produksi V4 pertama yang pernah diproduksi oleh Ducati.
Artinya, selama tiga tahun berada di tim Merah, ada banyak cerita yang telah diberikan Stoner untuk kedua pembalap Ducati yakni Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo. Terlebih dua pembalap tersebut secara konsisten sebagai penantang Marc Marquez di ajang MotoGP musim ini.
"Casey selalu tetap di hati Ducatisti dan itu juga atas nama mereka bahwa kami ingin berterima kasih padanya atas kolaborasi penting yang telah ia tawarkan kepada kami selama tiga tahun terakhir," tutur Domenicali.
"Indikasi dan saran teknisnya, bersama dengan pekerjaan dan umpan balik dari pengendara pabrik dan Michele Pirro, telah membantu menjadikan Desmosedici GP salah satu motor paling kompetitif di grid. Ducati dan banyak penggemarnya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus dan harapan terbaik mereka untuk Casey dan keluarganya untuk masa depan yang tenang dan bahagia," pungkas Domenicali.
(sha)