Eric Cantona, Menjaga Kewarasan dengan Berakting

Kamis, 29 November 2018 - 15:35 WIB
Eric Cantona, Menjaga...
Eric Cantona, Menjaga Kewarasan dengan Berakting
A A A
TIDAK ada orang yang tidak terkejut saat Eric Cantona memutuskan pensiun dari sepak bola pada 18 Mei 1997. Hanya kurang satu minggu dari ulang tahunnya ke-31, Eric memutuskan pergi dari Old Tafford, kandang Manchester United.

Publik makin mengernyitkan dahi setelah tahu Eric akan mencoba dunia yang sama sekali tidak pernah disangka para penggemarnya di Manchester United. Mereka kaget karena Eric justru akan alih profesi menjadi bintang film. “Saya tidak menyangka dia justru banting setir jadi pemain film. Dia tidak pernah menunjukkannya kepada kami kalau dia suka berakting,” ujar Ryan Giggs, rekan tim Eric di Manchester United.

Kejutan inilah yang membuat banyak orang tidak habis pikir mengapa Eric meninggalkan dunia yang begitu membesarkan namanya. Dunia yang telah membuatnya begitu dikenal banyak orang.

Dunia yang menciptakan banyak orang pengikut militan. Dalam salah satu wawancaranya dengan The Guardian, Eric mengaku alasannya pergi dari sepak bola karena sudah kehilangan motivasi. Dia mengakui saat memutuskan pensiun umurnya masih ada di zona emas. Masih banyak energi tersimpan yang bisa mendorongnya mengantarkan Manchester United lebih bersinar lagi.

“Tapi saat itu buat saya sepak bola sudah kehilangan sensasinya, makanya saya pensiun,” ujar Eric. Lalu kenapa akhirnya Eric memutuskan jadi bintang film? “Supaya saya tetap waras,” katanya serius.

Eric mengatakan akting merupakan salah satu cara menyelamatkan diri dari gejala post power syndrome. Dia melihat dari dekat banyak temannya yang pensiun dari sepak bola justru jadi berantakan setelah tidak lagi bermain bola. Berbagai masalah mulai dari ketagihan alkohol, narkoba, hingga perceraian.

Dia mengatakan saat ini banyak pesepak bola yang melihat olahraga tersebut sebagai cara mengekspresikan diri. Mereka sama sekali tidak membangun ketertarikan di bidang lain selain sepak bola.

“Jika kamu hanya merasa sepak bola adalah satu-satunya yang bisa kamu lakukan, maka begitu kamu tidak lakukan lagi, sama saja artinya mati. Banyak dari mereka yang berpikir bisa bermain sepak bola untuk selamanya,” ucap Eric.

Dia mengatakan sejak dulu selain sepak bola, dia memang sudah jatuh cinta dengan akting. Namun, dia tidak pernah menunjukkan kepada rekan-rekannya di klub. Baginya akting adalah salah satu cara untuk menyalurkan amarah, energi, dan tindakan destruktif yang biasa dia lakukan.

Menurutnya, dunia akting bisa membuatnya jadi manusia sesungguhnya. Di sepak bola, dia selalu melihat pesepak bola klub lain sebagai lawan yang harus dihancurkan kreativitasnya. Sebaliknya di dunia akting, dirinya adalah musuh itu sendiri.

“Di dunia akting, musuh kita adalah diri kita sendiri. Kita setiap saat harus mengatasi kelemahan diri kita untuk memberikan penampilan terbaik. Dunia akting bahkan bisa mengalahkan kita jika kita tidak bisa memberikan hasil yang terbaik,” sebutnya. Kecintaan Eric pada dunia akting sebenarnya bermula dari keluarganya sendiri.

Kedua orang tuanya, Albert Cantona dan Eleonore, adalah pasangan orang tua yang begitu bersemangat dengan dunia seni. Albert, yang sehari-hari bekerja sebagai perawat, mengisi waktu luangnya dengan melukis. “Dia melukis bukan untuk dijual tapi karena dia merasa harus melukis,” tutur Eric.

Sementara, Elonore adalah seorang penjahit yang juga jatuh cinta dengan sinema. Keduanya selalu mengajak ketiga anak mereka, Joel, Eric, dan Jean Marie untuk tidak hanya fokus dalam bekerja, juga mencari makna kehidupan. “Saya mendapatkan pelajaran yang baik dari mereka untuk mempelajari dunia ini. Tidak hanya keindahannya saja, juga tragedinya,” ucap Eric.

Sisi artistik inilah yang kemudian masuk ke alam pikiran Cantona Bersaudara. Seperti Eric, Joel dan Jean Marie kini terjun ke dunia akting. Jean Marie memilih menjadi sutradara dan produser. Dia sudah membuat beberapa film pendek yang diedarkan di Prancis. Joel mengikuti jejak Eric menjadi seorang aktor.

Dia sudah memerani 12 film buatan Prancis hingga kini. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah film Asterix Obelix : Mission Cleopatra . Ketiganya sama-sama memberikan warna tersendiri bagi sinema Prancis. Bahkan, mereka bekerja sama membuat sebuah rumah produksi bernama Canto Bros.

Rumah produksi ini telah membuat serial dokumenter tentang berbagai kota di dunia yang sangat kuat dengan budaya sepak bola. Selain itu, mereka sudah membuat sebuah film yang paling ditonton oleh penggemar Manchester United, yakni film berjudul Looking For Eric. (Wahyu Sibarani)
(nfl)
Berita Terkait
Dendam Terbalaskan,...
Dendam Terbalaskan, West Ham Tekuk MU 1-0 di Piala Liga
Harga Tiket MU Meroket,...
Harga Tiket MU Meroket, Ulah Siapa?
Momen Apik Laga Perdana...
Momen Apik Laga Perdana Carrick Bawa Manchester United Lolos ke Babak 16 Besar UCL
Manchester United Vs...
Manchester United Vs West Ham : Misi Setan Merah Tembus Empat Besar Klasemen
Pemain Manchester United...
Pemain Manchester United Gelar Makan Malam Bersama di Restoran, Jaga Kekompakan Jelang Hadapi Liverpool di Piala FA
Ronaldo Latihan Perdana...
Ronaldo Latihan Perdana Bersama Manchester United
Berita Terkini
Maroko Ciptakan Sejarah...
Maroko Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
1 jam yang lalu
Sundulan Issa Diop Paksa...
Sundulan Issa Diop Paksa Laga Belanda vs Maroko Lanjut ke Extra Time
2 jam yang lalu
Gol Jonathan Tah Dibatalkan,...
Gol Jonathan Tah Dibatalkan, VAR Rampas Mimpi Jerman?
3 jam yang lalu
Menit ke-95! Martinelli...
Menit ke-95! Martinelli Tulis Rekor Baru Piala Dunia
4 jam yang lalu
Rekam Jejak Paraguay,...
Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved