Juergen Klopp Tak Silau dengan Angka di Klasemen
Rabu, 26 Desember 2018 - 11:38 WIB
Juergen Klopp Tak Silau dengan Angka di Klasemen
A
A
A
LIVERPOOL - Pelatih Liverpool Juergen Klopp menegaskan dirinya tak silau dengan angka di klasemen sementara Liga Primer Inggris. Meski saat ini timnya unggul dari Manchester City, itu sama sekali tidak menjadi jaminan di akhir musim kompetisi The Reds bakal merengkuh trofi.
Bukan bermaksud pesimistis. Namun pelatih berkebangsaan Jerman itu mencoba bersikap realistis dan tak mau terburu-buru mengingat sejumlah pertandingan harus mereka jalani.
Jika melihat ke belakang perjalanan tim-tim juara, biasanya ketika pada 25 Desember berada di posisi pertama nantinya akan keluar sebagai juara. Tapi hal tersebut tidak berlaku buat Liverpool yang pada musim 2008-09 dan 2013-14 ada di puncak klasemen di Hari Natal, Si Merah gagal menjadi juara. (Baca juga : Liverpool Hadapi Kutukan Jawara Paruh Musim )
"Tidak ada yang diterima begitu saja. Jangan berpikir kami memiliki jumlah poin dan mereka juga mempunyai poin maka kami akan menang. Jika Anda berpikir begitu, itu salah. Dan mereka masih bisa salah juga, itulah hidup," ungkapnya kepada SkySports, Rabu (26/12/2018).
Liverpool berkesempatan menjauh dari kejaran Manchester City jika mereka bisa mengalahkan Newcastle United. Kans tersebut terbuka setelah Liverpool akan tampil di depan publik sendiri, Anfield Stadium malam nanti.
"Kami harus fokus. Kami semuanya. Tidak boleh gugup. Saya pernah mendengar berapa kali dalam 10 tahun terakhir bahwa ketika Anda di posisi pertama di saat Natal akan memenangkan gelar, tapi hanya Liverpool yang tidak. Wow, kamu takut mengatakanya, karena Anda pikir saya tahu itu," tuturnya.
Klopp berusaha membuang cerita itu dengan mengatakan kalau semua itu omong kosong. "Ini tim yang berbeda, waktu yang berbeda dan semuanya berbeda. Itu tidak menarik. Jika bukan itu masalahnya dan Liverpool kemudian menjadi juara, akankah saya berpikir di pertengah musim bahwa saya telah melakukan pekerjaan itu? Tentu saja tidak?" tegasnya.
Jika melihat perbedaan, mungkin Klopp ada benarnya. Saat ini hanya Liverpool yang berhasil menjaga rekor pertandingan tak terkalahkan. Mereka pun berhasil mencatat tujuh kemenangan beruntun. Tapi mantan pelatih Dortmund itu enggan melihat kondisi itu lebih jauh.
"Saya tak mau memikirkan soal pertandingan sebelum ini. Yang saya pikirkan adalah pertandingan melawan Necastle. Kami akan mencoba semunya untuk meraih kemenangan. Setelah itu Arsenal akan datang sebagai lawan," katanya.
"Anda tidak waktu untuk pulang setelah pertandingan melawan Newcastle, Anda bisa tinggal di stadion karena mereka akan datang. Ini adalah waktu yang sangat intens, mari kita nikmati seperti yang telah kita lakukan sepanjang waktu, dan itu bisa baik, atau tidak."
Bukan bermaksud pesimistis. Namun pelatih berkebangsaan Jerman itu mencoba bersikap realistis dan tak mau terburu-buru mengingat sejumlah pertandingan harus mereka jalani.
Jika melihat ke belakang perjalanan tim-tim juara, biasanya ketika pada 25 Desember berada di posisi pertama nantinya akan keluar sebagai juara. Tapi hal tersebut tidak berlaku buat Liverpool yang pada musim 2008-09 dan 2013-14 ada di puncak klasemen di Hari Natal, Si Merah gagal menjadi juara. (Baca juga : Liverpool Hadapi Kutukan Jawara Paruh Musim )
"Tidak ada yang diterima begitu saja. Jangan berpikir kami memiliki jumlah poin dan mereka juga mempunyai poin maka kami akan menang. Jika Anda berpikir begitu, itu salah. Dan mereka masih bisa salah juga, itulah hidup," ungkapnya kepada SkySports, Rabu (26/12/2018).
Liverpool berkesempatan menjauh dari kejaran Manchester City jika mereka bisa mengalahkan Newcastle United. Kans tersebut terbuka setelah Liverpool akan tampil di depan publik sendiri, Anfield Stadium malam nanti.
"Kami harus fokus. Kami semuanya. Tidak boleh gugup. Saya pernah mendengar berapa kali dalam 10 tahun terakhir bahwa ketika Anda di posisi pertama di saat Natal akan memenangkan gelar, tapi hanya Liverpool yang tidak. Wow, kamu takut mengatakanya, karena Anda pikir saya tahu itu," tuturnya.
Klopp berusaha membuang cerita itu dengan mengatakan kalau semua itu omong kosong. "Ini tim yang berbeda, waktu yang berbeda dan semuanya berbeda. Itu tidak menarik. Jika bukan itu masalahnya dan Liverpool kemudian menjadi juara, akankah saya berpikir di pertengah musim bahwa saya telah melakukan pekerjaan itu? Tentu saja tidak?" tegasnya.
Jika melihat perbedaan, mungkin Klopp ada benarnya. Saat ini hanya Liverpool yang berhasil menjaga rekor pertandingan tak terkalahkan. Mereka pun berhasil mencatat tujuh kemenangan beruntun. Tapi mantan pelatih Dortmund itu enggan melihat kondisi itu lebih jauh.
"Saya tak mau memikirkan soal pertandingan sebelum ini. Yang saya pikirkan adalah pertandingan melawan Necastle. Kami akan mencoba semunya untuk meraih kemenangan. Setelah itu Arsenal akan datang sebagai lawan," katanya.
"Anda tidak waktu untuk pulang setelah pertandingan melawan Newcastle, Anda bisa tinggal di stadion karena mereka akan datang. Ini adalah waktu yang sangat intens, mari kita nikmati seperti yang telah kita lakukan sepanjang waktu, dan itu bisa baik, atau tidak."
(bbk)