Dukung Liverpool Jadi Juara, Mungkinkah Benitez Ambil Hati Klopp?
Rabu, 26 Desember 2018 - 17:57 WIB
Dukung Liverpool Jadi Juara, Mungkinkah Benitez Ambil Hati Klopp?
A
A
A
LIVERPOOL - Rafael Benitez terang-terangan mendukung Liverpool menjadi juara Liga Primer Inggris 2018/2019. Apakah pernyataan mantan pelatih The Reds dalam rangka mengambil hati Juergen Klopp?
Jika bicara profesionalitas, tentunya Benitez akan menolak anggapan tersebut. Meski posisinya sekarang di ujung tanduk setelah Newcastle United tengah berjuang ke papan tengah klasemen. Dan satu-satunya harapan bisa menambah angka untuk naik posisi adalah mengalahkan Liverpool di Anfield Stadium, Rabu (26/12/2018) malam ini.
Benitez sebelumnya mengatakan jika Newcastle butuh keajaiban untuk bisa lolos dari cengkraman degradasi. Saat ini peringkatnya ada di posisi 15 dan hanya berjarak empat strip dari zona merah.
Sialnya, Newcastle baru meraih 17 poin. Sementara Burnley yang ada di posisi ketiga dari bawah juga baru mengumpulkan 12 angka. Itu artinya, posisi semua tim saat ini sedang tidak. Hanya menghindar dari kekalahan sedikitnya bisa jadi jaminan tak terlempar dari Liga Primer Inggris.
Benitez berusaha tak ingin membebankan pada pemainnya. Ia memberikan kebebasan untuk bermain lepas di stadion yang dulu pernah membesarkan namanya itu.
Kembali ke soal favorit juara, ketika disinggung apakah yakin Liverpool akan jadi kampiun musim ini? "Masih terlalu cepat, tapi saya berpikir kedua tim (Liverpool dan Manchester City) sedikit di depan tim lainnya. Saya tak akan melihat pertandingan City tapi tidak semua orang tidak mengharapkan itu," ucap Benitez dikutip Sportsmole.
Liverpool punya semuanya untuk angkat trofi di akhir musim. Selain materi pemain, Benitez juga menyoroti grafik permainan yang makin lama makin membaik. Setidaknya The Reds jadi satu-satunya tim yang belum menelan kekalahan sampai pekan ke-18.
"Liverpool sedang dalam performa terbaik. Mereka melakukannya dengan sangat baik dan itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit bagi kami,” kata Benitez.
Mengenai kekuatan Liverpool sekarang, Benitez juga enggan membandingkan dengan skuatnya ketika menjadi juara Liga Champions 2005. "Sulit mengatakan tim itu tangguh. Sebab di kepala saya, tim yang tangguh ketika kita bisa mengalahkan Real Madrid dan Barcelona."
Jika bicara profesionalitas, tentunya Benitez akan menolak anggapan tersebut. Meski posisinya sekarang di ujung tanduk setelah Newcastle United tengah berjuang ke papan tengah klasemen. Dan satu-satunya harapan bisa menambah angka untuk naik posisi adalah mengalahkan Liverpool di Anfield Stadium, Rabu (26/12/2018) malam ini.
Benitez sebelumnya mengatakan jika Newcastle butuh keajaiban untuk bisa lolos dari cengkraman degradasi. Saat ini peringkatnya ada di posisi 15 dan hanya berjarak empat strip dari zona merah.
Sialnya, Newcastle baru meraih 17 poin. Sementara Burnley yang ada di posisi ketiga dari bawah juga baru mengumpulkan 12 angka. Itu artinya, posisi semua tim saat ini sedang tidak. Hanya menghindar dari kekalahan sedikitnya bisa jadi jaminan tak terlempar dari Liga Primer Inggris.
Benitez berusaha tak ingin membebankan pada pemainnya. Ia memberikan kebebasan untuk bermain lepas di stadion yang dulu pernah membesarkan namanya itu.
Kembali ke soal favorit juara, ketika disinggung apakah yakin Liverpool akan jadi kampiun musim ini? "Masih terlalu cepat, tapi saya berpikir kedua tim (Liverpool dan Manchester City) sedikit di depan tim lainnya. Saya tak akan melihat pertandingan City tapi tidak semua orang tidak mengharapkan itu," ucap Benitez dikutip Sportsmole.
Liverpool punya semuanya untuk angkat trofi di akhir musim. Selain materi pemain, Benitez juga menyoroti grafik permainan yang makin lama makin membaik. Setidaknya The Reds jadi satu-satunya tim yang belum menelan kekalahan sampai pekan ke-18.
"Liverpool sedang dalam performa terbaik. Mereka melakukannya dengan sangat baik dan itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit bagi kami,” kata Benitez.
Mengenai kekuatan Liverpool sekarang, Benitez juga enggan membandingkan dengan skuatnya ketika menjadi juara Liga Champions 2005. "Sulit mengatakan tim itu tangguh. Sebab di kepala saya, tim yang tangguh ketika kita bisa mengalahkan Real Madrid dan Barcelona."
(bbk)