8 Revolusi Solskjaer di Manchester United Pasca Pemecatan Mourinho
Selasa, 01 Januari 2019 - 07:01 WIB
8 Revolusi Solskjaer di Manchester United Pasca Pemecatan Mourinho
A
A
A
MANCHESTER - Ole Gunnar Solskjaer mencatat pretasi ciamik di Liga Primer 2018/2019. Solskjaer mengemas tiga kemenangan beruntun dari tiga tugas pertamanya sebagai pelatih sementara Manchester United. Pelatih asal Norwegia itu telah mengubah wajah Setan Merah setelah Jose Mourinho tak lagi berkuasa.
United menang 4-1 atas Bournemouth di Old Trafford, Minggu (30/12/2018) atau Senin (31/12/2018) dini hari WIB. Para pemain terlihat lebih bahagia dan brand sepak bola menyerang yang melekat pada Setan Merah pun telah kembali.
Itu dibuktikan dengan torehan 12 gol dalam tiga kemenangan yang diraih atas Cardiff City (5-1), Huddersfield Town (3-1), dan Bournemouth. Sebanyak 12 gol yang diciptakan United dalam tiga laga Liga Primer merupakan yang pertama sejak 21-31 Desember 2011.
Apa yang telah membuat United berubah drastis setelah memecat Mourinho? Berikut poin utama perubahan seperti dilansir Marca.
1. Lebih banyak kebebasan bagi para pemain
Tim bermain jauh lebih bebas di bawah Ole Gunnar Solskjaer daripada dengan Jose Mourinho. Melihat tiga pertandingan terakhir, United lebih cair dan agresif dalam tekanan. Para pemain memiliki lebih banyak kebebasan bergerak dengan arahan Solksjaer daripada dengan Mourinho.
2. Mendominasi penguasaan bola
Salah satu permintaan yang dibuat Solskjaer kepada para pemainnya adalah bahwa mereka harus meningkatkan penguasaan bola atau ball possession. Pelatih baru ingin United mendominasi pertandingan dan itu telah terlihat dalam tiga pertandingan pertama: 72% melawan Cardiff City, 65% melawan Huddersfield Town dan 63% melawan Bournemouth.
3. Rashford sebagai striker utama
Rashford telah menjadi starting striker di bawah Solskjaer di tiga pertandingan. Lukaku menggantikan pemain Inggris itu melawan Bournemouth dan merespons dengan sebuah gol, tetapi pilihan utama pelatih asal Norwegia adalah Rashford.
4. Mencetak lebih banyak gol ketimbang dengan Mourinho
United di bawah Mourinho mencetak total 38 gol dalam 24 pertandingan dengan rata-rata 1,58 gol per pertandingan. Dengan Solskjaer, dari tiga pertandingan yang telah dimainkan mereka mencetak 12 gol, atau rata-rata 4,6 gol per pertandingan.
5. Tak ada Mourinho, Pogba jadi sosok berbeda
Gelandang timnas Prancis itu mencetak empat gol dalam tiga pertandingan Liga Primer di bawah Solskjaer. Satu lebih banyak dari yang dia hasilkan di bawah bos lama dalam 17 pertandingan.
6. Fellaini terabaikan
Gelandang timnas Belgia ini menjadi salah satu pemain yang paling terdampak dengan pergantian pelatih. Di bawah Mourinho, dia telah berpartisipasi dalam 13 pertandingan musim ini tetapi hanya bermain tiga menit di bawah Solksjaer.
7. Ander Herrera merupakan komponen kunci
Gelandang Spanyol, yang kontraknya selesai pada akhir musim ini, telah tampil di level tinggi bersama Solskjaer. Dia memulai dua pertandingan sebagai starter dan bangkit dari bangku cadangan pada awal babak kedua di laga lain. Dia bahkan mencetak gol ke gawang Cardiff.
8. Unggul di babak pertama
Sejak pergantian pelatih, United mencapai penampilan puncak di setiap pertandingan, memimpin di babak pertama pada ketiga pertandingan, sesuatu yang jarang terjadi selama dilatih Mourinho.
United menang 4-1 atas Bournemouth di Old Trafford, Minggu (30/12/2018) atau Senin (31/12/2018) dini hari WIB. Para pemain terlihat lebih bahagia dan brand sepak bola menyerang yang melekat pada Setan Merah pun telah kembali.
Itu dibuktikan dengan torehan 12 gol dalam tiga kemenangan yang diraih atas Cardiff City (5-1), Huddersfield Town (3-1), dan Bournemouth. Sebanyak 12 gol yang diciptakan United dalam tiga laga Liga Primer merupakan yang pertama sejak 21-31 Desember 2011.
Apa yang telah membuat United berubah drastis setelah memecat Mourinho? Berikut poin utama perubahan seperti dilansir Marca.
1. Lebih banyak kebebasan bagi para pemain
Tim bermain jauh lebih bebas di bawah Ole Gunnar Solskjaer daripada dengan Jose Mourinho. Melihat tiga pertandingan terakhir, United lebih cair dan agresif dalam tekanan. Para pemain memiliki lebih banyak kebebasan bergerak dengan arahan Solksjaer daripada dengan Mourinho.
2. Mendominasi penguasaan bola
Salah satu permintaan yang dibuat Solskjaer kepada para pemainnya adalah bahwa mereka harus meningkatkan penguasaan bola atau ball possession. Pelatih baru ingin United mendominasi pertandingan dan itu telah terlihat dalam tiga pertandingan pertama: 72% melawan Cardiff City, 65% melawan Huddersfield Town dan 63% melawan Bournemouth.
3. Rashford sebagai striker utama
Rashford telah menjadi starting striker di bawah Solskjaer di tiga pertandingan. Lukaku menggantikan pemain Inggris itu melawan Bournemouth dan merespons dengan sebuah gol, tetapi pilihan utama pelatih asal Norwegia adalah Rashford.
4. Mencetak lebih banyak gol ketimbang dengan Mourinho
United di bawah Mourinho mencetak total 38 gol dalam 24 pertandingan dengan rata-rata 1,58 gol per pertandingan. Dengan Solskjaer, dari tiga pertandingan yang telah dimainkan mereka mencetak 12 gol, atau rata-rata 4,6 gol per pertandingan.
5. Tak ada Mourinho, Pogba jadi sosok berbeda
Gelandang timnas Prancis itu mencetak empat gol dalam tiga pertandingan Liga Primer di bawah Solskjaer. Satu lebih banyak dari yang dia hasilkan di bawah bos lama dalam 17 pertandingan.
6. Fellaini terabaikan
Gelandang timnas Belgia ini menjadi salah satu pemain yang paling terdampak dengan pergantian pelatih. Di bawah Mourinho, dia telah berpartisipasi dalam 13 pertandingan musim ini tetapi hanya bermain tiga menit di bawah Solksjaer.
7. Ander Herrera merupakan komponen kunci
Gelandang Spanyol, yang kontraknya selesai pada akhir musim ini, telah tampil di level tinggi bersama Solskjaer. Dia memulai dua pertandingan sebagai starter dan bangkit dari bangku cadangan pada awal babak kedua di laga lain. Dia bahkan mencetak gol ke gawang Cardiff.
8. Unggul di babak pertama
Sejak pergantian pelatih, United mencapai penampilan puncak di setiap pertandingan, memimpin di babak pertama pada ketiga pertandingan, sesuatu yang jarang terjadi selama dilatih Mourinho.
(sha)