Minim Rekrut Pemain Baru, Performa Los Blancos Terus Meningkat
Sabtu, 02 Februari 2019 - 06:33 WIB
Minim Rekrut Pemain Baru, Performa Los Blancos Terus Meningkat
A
A
A
GIRONA - Real Madrid boleh saja tidak merekrut penyerang baru pada bursa transfer musim dingin. Tapi, Los Blancos sejatinya punya mesin gol dalam diri Karim Benzema. Kualitas bomber asal Prancis tersebut kian berkilap saat mengalahkan Girona 3-1 pada leg kedua perempat final Copa del Rey, Jumat (1/2).
Madrid tidak banyak melakukan transaksi, khususnya di sektor depan hingga berakhirnya bursa transfer musim dingin. Tim asuhan Santiago Solari itu hanya merekrut gelandang Brahim Diaz dari Manchester City seharga 17 juta euro.
Padahal, pada bursa musim panas lalu atau saat masih ditangani Julen Lopetegui, Madrid hampir merogoh 150 juta euro, termasuk memboyong Vinicius Junior. Hal ini membuat Marcelo dkk dianggap tidak punya daya serang yang bagus untuk meraih hasil terbaik pada musim ini.
Tapi, semua pendapat itu luruh dengan sendirinya, khususnya setelah melihat performa Madrid di Estadi Municipal de Montilivi. Dipimpin Benzema yang turun sebagai starter, tim tamu bisa tampil begitu terbuka.
Benzema bahkan bisa menyumbang dua gol pada menit ke-27 dan 43 sebelum digantikan Marco Asensio di menit ke-58. Satu gol Madrid lainnya dicetak Marcos Llorente (76). Performa gemilang pemain berusia 31 tahun itu saat kontra Girona menorehkan prestasi tersendiri.
Selain membantu timnya lolos ke semifinal dengan agregat 7-3, Benzema kini jadi top skor keenam Madrid dengan 209 gol. Rinciannya adalah 136 gol di Primera Liga, 47 di Liga Champions, 20 di Copa del Rey, 3 gol di Piala Dunia Antarklub, 2 di Piala Super Spanyol, dan 1 di Piala Super Eropa.
Mantan penyerang Olympique Lyonnais tersebut kini hanya berada di bawah sang legenda Ferenc Puskas (242 gol), Santillana (290 gol), Alfredo di Stefano (308 gol), Raul Gonzalez (323 gol), dan Cristiano Ronaldo (451 gol).
“Benzema sangat krusial bagi tim. Kami selalu berusaha mati-matian menjaganya karena kami tahu kualitas yang dimilikinya. Kami tahu apa yang bisa diberikannya kepada Madrid. Kami sangat senang dengannya,” kata kiper Madrid Keylor Navas, dilansir laman resmi klub.
Senada dengan Navas, Solari juga mengatakan laga melawan Girona menjadi bukti kualitas Benzema tetap terjaga meski kerap dikritik dan jarang mendapatkan apresiasi lantaran kurang konsisten mencetak gol.
“Saya bersimpati kepada semua pihak yang baru menyadari betapa cemerlangnya Benzema. Dia adalah penyerang kelas dunia. Kemampuannya tetap sama dari tahun ke tahun. Masih banyak waktu bagi orang-orang untuk melihat potensi hebatnya, terutama mereka yang baru melihatnya pekan lalu,” sindir Solari, dilansir Marca.
Ucapan Solari ada benarnya. Walau tidak setajam Ronaldo, geliat Benzema membuat produktivitas Madrid meningkat. Terbukti, Madrid kini sudah membukukan empat kemenangan beruntun di semua kompetisi dengan torehan 13 gol dan hanya kemasukan lima kali.
Bila dikalkulasi, Madrid rata-rata mencetak 3,25 gol per laga. Ini tentu bisa menjadi senjata untuk mengarungi rivalitas di Copa del Rey yang semakin sengit. Karena, di fase empat besar, mereka bisa saja menghadapi Barcelona, Valencia, atau Real Betis.
“Ada tiga tim hebat yang akan menjadi lawan kami di semifinal Copa del Rey. Itu akan menjadi laga sulit dan menarik. Kami hanya perlu memastikan segala sesuatunya disiapkan dengan sebaik mungkin,” kata Solari.
Tapi, sebelum itu, pelatih asal Argentina tersebut bertekad membawa aura positif di Copa del Rey ke Primera Liga. Selanjutnya, Madrid bakal menjamu Deportivo Alaves di Santiago Bernabeu, Senin (4/2) dini hari. Madrid membutuhkan kemenangan guna menjaga kans meraih gelar.
“Madrid selalu di sana. Tim ini punya skuad petarung dan pemenang. Kami tertantang untuk melanjutkannya. Sekarang, kami berkonsentrasi ke Primera Liga. Apa yang kami lakukan sekarang harus kembali ditunjukkan saat melawan Alaves,” papar Solari.
Di lain pihak, hasil buruk di kandang sendiri menambah panjang nestapa Girona. Tercatat, tim berjuluk Blanquivermells tersebut belum pernah menang dalam 11 laga terakhir di semua kompetisi (lima imbang, enam kalah).
Madrid tidak banyak melakukan transaksi, khususnya di sektor depan hingga berakhirnya bursa transfer musim dingin. Tim asuhan Santiago Solari itu hanya merekrut gelandang Brahim Diaz dari Manchester City seharga 17 juta euro.
Padahal, pada bursa musim panas lalu atau saat masih ditangani Julen Lopetegui, Madrid hampir merogoh 150 juta euro, termasuk memboyong Vinicius Junior. Hal ini membuat Marcelo dkk dianggap tidak punya daya serang yang bagus untuk meraih hasil terbaik pada musim ini.
Tapi, semua pendapat itu luruh dengan sendirinya, khususnya setelah melihat performa Madrid di Estadi Municipal de Montilivi. Dipimpin Benzema yang turun sebagai starter, tim tamu bisa tampil begitu terbuka.
Benzema bahkan bisa menyumbang dua gol pada menit ke-27 dan 43 sebelum digantikan Marco Asensio di menit ke-58. Satu gol Madrid lainnya dicetak Marcos Llorente (76). Performa gemilang pemain berusia 31 tahun itu saat kontra Girona menorehkan prestasi tersendiri.
Selain membantu timnya lolos ke semifinal dengan agregat 7-3, Benzema kini jadi top skor keenam Madrid dengan 209 gol. Rinciannya adalah 136 gol di Primera Liga, 47 di Liga Champions, 20 di Copa del Rey, 3 gol di Piala Dunia Antarklub, 2 di Piala Super Spanyol, dan 1 di Piala Super Eropa.
Mantan penyerang Olympique Lyonnais tersebut kini hanya berada di bawah sang legenda Ferenc Puskas (242 gol), Santillana (290 gol), Alfredo di Stefano (308 gol), Raul Gonzalez (323 gol), dan Cristiano Ronaldo (451 gol).
“Benzema sangat krusial bagi tim. Kami selalu berusaha mati-matian menjaganya karena kami tahu kualitas yang dimilikinya. Kami tahu apa yang bisa diberikannya kepada Madrid. Kami sangat senang dengannya,” kata kiper Madrid Keylor Navas, dilansir laman resmi klub.
Senada dengan Navas, Solari juga mengatakan laga melawan Girona menjadi bukti kualitas Benzema tetap terjaga meski kerap dikritik dan jarang mendapatkan apresiasi lantaran kurang konsisten mencetak gol.
“Saya bersimpati kepada semua pihak yang baru menyadari betapa cemerlangnya Benzema. Dia adalah penyerang kelas dunia. Kemampuannya tetap sama dari tahun ke tahun. Masih banyak waktu bagi orang-orang untuk melihat potensi hebatnya, terutama mereka yang baru melihatnya pekan lalu,” sindir Solari, dilansir Marca.
Ucapan Solari ada benarnya. Walau tidak setajam Ronaldo, geliat Benzema membuat produktivitas Madrid meningkat. Terbukti, Madrid kini sudah membukukan empat kemenangan beruntun di semua kompetisi dengan torehan 13 gol dan hanya kemasukan lima kali.
Bila dikalkulasi, Madrid rata-rata mencetak 3,25 gol per laga. Ini tentu bisa menjadi senjata untuk mengarungi rivalitas di Copa del Rey yang semakin sengit. Karena, di fase empat besar, mereka bisa saja menghadapi Barcelona, Valencia, atau Real Betis.
“Ada tiga tim hebat yang akan menjadi lawan kami di semifinal Copa del Rey. Itu akan menjadi laga sulit dan menarik. Kami hanya perlu memastikan segala sesuatunya disiapkan dengan sebaik mungkin,” kata Solari.
Tapi, sebelum itu, pelatih asal Argentina tersebut bertekad membawa aura positif di Copa del Rey ke Primera Liga. Selanjutnya, Madrid bakal menjamu Deportivo Alaves di Santiago Bernabeu, Senin (4/2) dini hari. Madrid membutuhkan kemenangan guna menjaga kans meraih gelar.
“Madrid selalu di sana. Tim ini punya skuad petarung dan pemenang. Kami tertantang untuk melanjutkannya. Sekarang, kami berkonsentrasi ke Primera Liga. Apa yang kami lakukan sekarang harus kembali ditunjukkan saat melawan Alaves,” papar Solari.
Di lain pihak, hasil buruk di kandang sendiri menambah panjang nestapa Girona. Tercatat, tim berjuluk Blanquivermells tersebut belum pernah menang dalam 11 laga terakhir di semua kompetisi (lima imbang, enam kalah).
(don)