Lebih Banyak Duduk di Bangku Cadangan, Bale Mendapat Sorotan
Kamis, 07 Februari 2019 - 13:45 WIB
Lebih Banyak Duduk di Bangku Cadangan, Bale Mendapat Sorotan
A
A
A
MADRID - Perjalanan Gareth Bale di Real Madrid tak pernah benar-benar mulus. Datang dengan status sebagai pemain termahal di dunia, Bale tak sepenuhnya mendapatkan apresiasi dari pendukung Madrid. Mantan pemain Tottenham Hotspur itu juga memiliki hubungan kurang harmonis dengan Zidene Zidane saat menukangi Madrid. Zidane kini sudah meninggalkan Los Blancos setelah memberi kebanggaan di Eropa.
Dia dianggap berhasil membuat Madrid tetap menjadi klub elite Eropa dengan pencapaian di Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub, meski gagal bersaing di kompetisi domestik. Bale memang masuk dalam semua gengsi yang didapatkan Madrid di bawah Zidane, tapi penyerang asal Wales itu mengaku terakhir kali berbicara dengan Zidane adalah saat final Liga Champions melawan Liverpool.
Pemain Wales itu juga mendiskusikan hubungannya dengan Zidane yang mengumumkan kepergiannya dari Los Blancos beberapa hari setelah permainan. “Dia tidak berbicara kepada saya tentang (kepergiannya). Saya masih belum berbicara dengannya sejak itu,” kata Bale dikutip dari Marca.
Bale merasa hubungan mereka sebagai teman tidak cukup baik. Hubungan hanya sebatas ikatan profesional yang normal. Penyerang berusia 29 tahun itu datang dari bangku cadangan di final melawan Liverpool dan mencetak dua gol ketika Madrid memenangkan pertandingan.
“Saya telah melihat gol kembali beberapa kali dan saya tidak merasa seperti saya memiliki poin untuk dibuktikan. Saya ingin melakukannya untuk diri saya sendiri dan tim,” tambahnya. Dia percaya bermain di final mana pun ingin mendapatkan trofi.
Meski untuk itu harus menunggu dan bermain selama 30 menit terakhir tidak ada masalah. Bagaimanapun, dia merasa benar-benar frustrasi karena tidak menjadi starter. Padahal, Bale merasa bermain cukup baik sejak kembali dari cedera terakhir pada Desember.
“Saya mencetak lima gol dalam empat pertandingan liga terakhir saya musim ini dan merasa saya layak terlibat sejak awal,” keluhnya. Mantan pemain Madrid, Predrag Mijatovic, menilai penampilan Bale mulai mendapatkan kritik. Bale lebih banyak menghiasi bangku cadangan.
Dia sudah absen tiga minggu pada awal tahun karena cedera betis sebelum kembali mencetak gol saat masuk sebagai pengganti pada kemenangan 4-2 atas Espanyol (27/1). Tapi, dia kembali kurang meyakinkan saat leg kedua perempat Copa del Rey melawan Girona sehingga ditarik keluar pada menit ke- 63. Dan kembali starting lineup untuk kemenangan 3-0 hari Minggu atas Deportivo Alaves.
Dengan pemain sayap remaja, Vinicius Junior yang bermain bagus termasuk mencetak gol saat melawan Alaves, Mijatovic merasa Bale tidak disukai di bawah Santiago Solari, terutama jika gagal bermain mengesankan melawan Barca di Camp Nou pada leg pertama semifinal. “Jika dia [Solari] memainkan Bale, ini adalah kesempatan terakhir yang dimilikinya. Kita semua kesal dengan permainannya. Vinicius bermain lebih baik di Bernabeu,” ujar Mijatovic.
Dia dianggap berhasil membuat Madrid tetap menjadi klub elite Eropa dengan pencapaian di Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub, meski gagal bersaing di kompetisi domestik. Bale memang masuk dalam semua gengsi yang didapatkan Madrid di bawah Zidane, tapi penyerang asal Wales itu mengaku terakhir kali berbicara dengan Zidane adalah saat final Liga Champions melawan Liverpool.
Pemain Wales itu juga mendiskusikan hubungannya dengan Zidane yang mengumumkan kepergiannya dari Los Blancos beberapa hari setelah permainan. “Dia tidak berbicara kepada saya tentang (kepergiannya). Saya masih belum berbicara dengannya sejak itu,” kata Bale dikutip dari Marca.
Bale merasa hubungan mereka sebagai teman tidak cukup baik. Hubungan hanya sebatas ikatan profesional yang normal. Penyerang berusia 29 tahun itu datang dari bangku cadangan di final melawan Liverpool dan mencetak dua gol ketika Madrid memenangkan pertandingan.
“Saya telah melihat gol kembali beberapa kali dan saya tidak merasa seperti saya memiliki poin untuk dibuktikan. Saya ingin melakukannya untuk diri saya sendiri dan tim,” tambahnya. Dia percaya bermain di final mana pun ingin mendapatkan trofi.
Meski untuk itu harus menunggu dan bermain selama 30 menit terakhir tidak ada masalah. Bagaimanapun, dia merasa benar-benar frustrasi karena tidak menjadi starter. Padahal, Bale merasa bermain cukup baik sejak kembali dari cedera terakhir pada Desember.
“Saya mencetak lima gol dalam empat pertandingan liga terakhir saya musim ini dan merasa saya layak terlibat sejak awal,” keluhnya. Mantan pemain Madrid, Predrag Mijatovic, menilai penampilan Bale mulai mendapatkan kritik. Bale lebih banyak menghiasi bangku cadangan.
Dia sudah absen tiga minggu pada awal tahun karena cedera betis sebelum kembali mencetak gol saat masuk sebagai pengganti pada kemenangan 4-2 atas Espanyol (27/1). Tapi, dia kembali kurang meyakinkan saat leg kedua perempat Copa del Rey melawan Girona sehingga ditarik keluar pada menit ke- 63. Dan kembali starting lineup untuk kemenangan 3-0 hari Minggu atas Deportivo Alaves.
Dengan pemain sayap remaja, Vinicius Junior yang bermain bagus termasuk mencetak gol saat melawan Alaves, Mijatovic merasa Bale tidak disukai di bawah Santiago Solari, terutama jika gagal bermain mengesankan melawan Barca di Camp Nou pada leg pertama semifinal. “Jika dia [Solari] memainkan Bale, ini adalah kesempatan terakhir yang dimilikinya. Kita semua kesal dengan permainannya. Vinicius bermain lebih baik di Bernabeu,” ujar Mijatovic.
(don)