Milan di Jalur Positif Meski Hanya Bermain Imbang dengan Lazio
Kamis, 28 Februari 2019 - 12:44 WIB
Milan di Jalur Positif Meski Hanya Bermain Imbang dengan Lazio
A
A
A
ROMA - AC Milan berhasil menahan imbang Lazio 0-0 pada legpertama semifinal Coppa Italia 2019 di Stadio Olimpico, Roma, kemarin. Di leg kedua pada 24 April mendatang, Krzystof Piatek dkk tidak akan banyak mengeluarkan keringat. Apalagi, Milan akan bermain kandang di hadapan fans fanatik. Sehingga, ambisi Milan lolos ke final terbuka.
Pelatih Milan Gennaro Gattuso mengapresiasi performa timnya. Hasil seri 0-0 memperpanjang catatan tidak terkalahkan Milan dalam sembilan laga terakhir di semua kompetisi. Dia berjanji akan memperbaiki kelemahan yang ada dan meningkatkan performa agar dapat tampil lebih baik di legkedua di San Siro.
Gattuso yakin dengan dukungan penuh fans fanatiknya, Milan mampu mendulang kemenangan sekaligus melaju ke final Coppa Italia. Motivasi kian besar lantaran terakhir kali I Rossoneri juara pada musim 2002/2003. Juru taktik berjuluk Rhinoitu bertekad menjaga Milan berada di jalur positif. Selanjutnya, Piatek dkk akan menjamu Sassuolo pada lanjutan Seri A di San Siro, 3 Maret nanti.
Rossoneri, julukan Milan, menargetkan tiga poin guna membuka kans merangsek ke posisi tiga besar klasemen sementara. “Kredit layak diberikan kepada para pemain. Saya merasa beruntung memiliki tim muda yang percaya de ngan pe-kerjaan yang kami lakukan di sini. Saya hanya tinggal berkonsentrasi dan bekerja keras untuk menggali potensi besar para pemain,” tandasnya.
Meski sukses bermain imbang di kandang lawan, Gattuso justru kesal. Dia menilai Milan seharusnya meraih hasil bagus. Menurut Gattuso, Milan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri serta sedikit mengalami penurunan terutama dari sisi penyerangan. Gattuso mengacu pada minimnya suplai bola untuk bombernya, Piatek. Untuk pertama kalinya sebagai starter, Piatek gagal mencetak gol untuk Milan.
Padahal, sebelumnya Piatek begitu impresif dengan membukukan tujuh gol dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi. “Ini penurunan bagi kami. Pertahanan kami sangat bagus. Sayang, kami membuat banyak kesalahan di sepertiga akhir lapangan dan tidak menyediakan Piatek peluang sama sekali,” kata Gattuso, dilansir football-italia,net. Juru taktik berusia 41 tahun tersebut mengakui performa Lazio terbilang baik.
Gattuso mengatakan strategi yang diterapkan sang lawan turut membuat Milan kesulitan mengembangkan permainan. “Lazio unggul dari sisi fisik. Mereka menempatkan empat atau lima pemain di sektor penyerang. Kami cukup kerepotan. Kami membiarkan mereka melakukan serangan balik berbahaya. Saya tidak setuju kepada mereka yang mengatakan Lazio tidak dalam kondisi baik. Mereka pandai memainkan tempo yang kemudian menyakiti Anda,” tandasnya.
Di kubu lawan, Lazio membuang kesempatan emas memetik kemenangan di kandang sendiri. Padahal, peluang tim berjuluk I Biancocelesti tersebut cukup banyak. Mereka melepaskan 16 tembakan ke arah gawang, tapi hanya empat yang mengarah gawang. Kekecewaan dirasakan Pelatih Lazio Simone Inzaghi. Dia mengungkapkan sepanjang laga timnya bermain baik dan hanya kurang efisien dalam memaksi mal kan peluang.
Simone bahkan menilai Milan tidak mampu berbuat banyak dan lebih sering tertekan. Simone tetap puas karena skema permainannya berjalan baik meski tanpa diperkuat beberapa pemain utama seperti Stefan Radu, Wallace, Luiz Felipe, dan Bartolomeu Jacinto Quissanga atau Bastos.
Maklum, sebelum menghadapi Milan, Lazio mengalami tiga kekalahan beruntun. Juru taktik berusia 42 tahun tersebut menegaskan timnya kini lebih percaya diri terutama jelang laga Derby della Capitale kontra AS Roma, 3 Maret mendatang.
Pelatih Milan Gennaro Gattuso mengapresiasi performa timnya. Hasil seri 0-0 memperpanjang catatan tidak terkalahkan Milan dalam sembilan laga terakhir di semua kompetisi. Dia berjanji akan memperbaiki kelemahan yang ada dan meningkatkan performa agar dapat tampil lebih baik di legkedua di San Siro.
Gattuso yakin dengan dukungan penuh fans fanatiknya, Milan mampu mendulang kemenangan sekaligus melaju ke final Coppa Italia. Motivasi kian besar lantaran terakhir kali I Rossoneri juara pada musim 2002/2003. Juru taktik berjuluk Rhinoitu bertekad menjaga Milan berada di jalur positif. Selanjutnya, Piatek dkk akan menjamu Sassuolo pada lanjutan Seri A di San Siro, 3 Maret nanti.
Rossoneri, julukan Milan, menargetkan tiga poin guna membuka kans merangsek ke posisi tiga besar klasemen sementara. “Kredit layak diberikan kepada para pemain. Saya merasa beruntung memiliki tim muda yang percaya de ngan pe-kerjaan yang kami lakukan di sini. Saya hanya tinggal berkonsentrasi dan bekerja keras untuk menggali potensi besar para pemain,” tandasnya.
Meski sukses bermain imbang di kandang lawan, Gattuso justru kesal. Dia menilai Milan seharusnya meraih hasil bagus. Menurut Gattuso, Milan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri serta sedikit mengalami penurunan terutama dari sisi penyerangan. Gattuso mengacu pada minimnya suplai bola untuk bombernya, Piatek. Untuk pertama kalinya sebagai starter, Piatek gagal mencetak gol untuk Milan.
Padahal, sebelumnya Piatek begitu impresif dengan membukukan tujuh gol dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi. “Ini penurunan bagi kami. Pertahanan kami sangat bagus. Sayang, kami membuat banyak kesalahan di sepertiga akhir lapangan dan tidak menyediakan Piatek peluang sama sekali,” kata Gattuso, dilansir football-italia,net. Juru taktik berusia 41 tahun tersebut mengakui performa Lazio terbilang baik.
Gattuso mengatakan strategi yang diterapkan sang lawan turut membuat Milan kesulitan mengembangkan permainan. “Lazio unggul dari sisi fisik. Mereka menempatkan empat atau lima pemain di sektor penyerang. Kami cukup kerepotan. Kami membiarkan mereka melakukan serangan balik berbahaya. Saya tidak setuju kepada mereka yang mengatakan Lazio tidak dalam kondisi baik. Mereka pandai memainkan tempo yang kemudian menyakiti Anda,” tandasnya.
Di kubu lawan, Lazio membuang kesempatan emas memetik kemenangan di kandang sendiri. Padahal, peluang tim berjuluk I Biancocelesti tersebut cukup banyak. Mereka melepaskan 16 tembakan ke arah gawang, tapi hanya empat yang mengarah gawang. Kekecewaan dirasakan Pelatih Lazio Simone Inzaghi. Dia mengungkapkan sepanjang laga timnya bermain baik dan hanya kurang efisien dalam memaksi mal kan peluang.
Simone bahkan menilai Milan tidak mampu berbuat banyak dan lebih sering tertekan. Simone tetap puas karena skema permainannya berjalan baik meski tanpa diperkuat beberapa pemain utama seperti Stefan Radu, Wallace, Luiz Felipe, dan Bartolomeu Jacinto Quissanga atau Bastos.
Maklum, sebelum menghadapi Milan, Lazio mengalami tiga kekalahan beruntun. Juru taktik berusia 42 tahun tersebut menegaskan timnya kini lebih percaya diri terutama jelang laga Derby della Capitale kontra AS Roma, 3 Maret mendatang.
(don)