Massimiliano Allegri Minta Pemain Tak Emosional saat Bertanding
Selasa, 05 Maret 2019 - 13:00 WIB
Massimiliano Allegri Minta Pemain Tak Emosional saat Bertanding
A
A
A
NAPLES - Massimiliano Allegri meminta kepada Juventus agar tidak bertindak gegabah ketika bertanding. Pelatih asal Italia itu ingin armadanya bermain lebih tenang dan menghindari hal yang dianggap berisiko. Permintaan itu diutarakan Allegri meski Juventus mampu mengalahkan Napoli 2-1 pada lanjutan Seri A di Stadio San Paolo, Senin (4/3). Dia merasa ada beberapa pemain yang emosinya mudah terpancing sehingga akhirnya melakukan pelanggaran tidak perlu.
Analisis Allegri mungkin dari banyaknya peringatan wasit yang diberikan kepada pemain Juventus. Terbukti, pada laga tandang itu, La Vecchia Signora diganjar enam kartu kuning, dua di antaranya berujung kartu merah yang diterima Miralem Pjanic. Walau mencetak gol lewat tendangan bebas pada menit ke-28, Pjanic tampil ceroboh. Imbasnya, dia menerima kartu kuning pada menit ke-34.
Lalu, pada menit ke-47, gelandang berusia 28 tahun itu mendapat kartu kuning kedua karena dinilai sengaja melakukan handball di tengah lapangan. “Saya sepertinya tertidur. Saya seharusnya langsung mengganti Pjanic setelah mendapat kartu kuning pertamanya. Dia memang berisiko mendapat kartu merah jika terus di lapangan. Tapi, saya tidak menduga dia akan melakukan pelanggaran seperti itu,” ucap Allegri, dilansir Football-Italia.
Sejatinya, pertandingan ini berlangsung dengan tensi tinggi dan diwarnai sejumlah kontroversi. Terbukti, ada dua pemain yang diusir wasit. Sebelum Pjanic meninggalkan lapangan, kiper Napoli Alex Meret mendapat kartu merah langsung pada menit ke-25 karena melanggar Cristiano Ronaldo. Insiden itu bermula ketika backpass bek Kevin Malcuit berhasil dicuri Ronaldo. Itu memaksa Meret keluar dari kotak penalti dan mencoba menghadang CR7. Akibatnya, mantan gelandang Real Madrid tersebut terjatuh.
Wasit lalu langsung mengeluarkan kartu merah tanpa melihat dulu video rekaman. Padahal, menurut tayangan ulang, walau Ronaldo melompat melewati kaki Meret yang terbuka melebar, tidak terjadi kontak fisik. “Saya paham peraturannya. Menurut saya, Meret harus mendapat kartu merah terlepas ada kontak atau tidak. Wasit telah memutuskan, begitu juga dengan asisten video. Wasit bertugas dengan baik dan bisa membaca situasi dengan benar,” tandas Allegri.
Selain itu, ada juga hadiah penalti kepada Napoli pada menit ke- 84 yang dinilai kontroversi. Itu terjadi tidak lama setelah Jose Callejon memperkecil kedudukan pada menit ke-61, yang membalas gol kedua Juventus atas nama Emre Can di menit ke-39. Wasit menunjuk titik putih setelah Alex Sandro dianggap melakukan handball di kotak terlarang. Keputusan itu diambil setelah melihat dulu VAR. Namun, Lorenzo Insigne yang ditunjuk sebagai algojo tidak mampu mengonversinya menjadi gol.
Kegagalan Insigne mengeksekusi penalti menutup kans tuan rumah untuk menyamakan kedudukan. Alhasil, Juventus memetik empat kemenangan beruntun di Seri A. Ini sekaligus menjaga rekor tidak terkalahkan di kompetisi domestik. Si Nyonya Tua pun semakin leluasa memburu scudetto kedelapan secara beruntun lantaran kini unggul 16 poin dari Napoli. “Kami terlalu banyak melakukan kesalahan saat passing. Lini belakang kami maju terlalu dalam dan memberi ruang gerak bagi penyerang Napoli. Tapi, sisi positifnya, kami masih bisa berjuang di bawah tekanan,” ucap Allegri.
Agar hal serupa tidak terjadi, Allegri meminta para pemainnya lebih bersabar saat di lapangan, khususnya ketika nanti melawan Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (13/3). Pada laga itu, Juventus tidak boleh melakukan kesalahan karena harus membalikkan kekalahan 0-2. “Kami harus lebih bersabar, tetap berkepala dingin, dan fokus pada pertandingan. Karena kami bisa melewati 70 menit tanpa mencetak gol. Sangat penting untuk terbebas dari tekanan. Kami harus lebih santai dan memaksimalkan peluang,” tandas Allegri.
Analisis Allegri mungkin dari banyaknya peringatan wasit yang diberikan kepada pemain Juventus. Terbukti, pada laga tandang itu, La Vecchia Signora diganjar enam kartu kuning, dua di antaranya berujung kartu merah yang diterima Miralem Pjanic. Walau mencetak gol lewat tendangan bebas pada menit ke-28, Pjanic tampil ceroboh. Imbasnya, dia menerima kartu kuning pada menit ke-34.
Lalu, pada menit ke-47, gelandang berusia 28 tahun itu mendapat kartu kuning kedua karena dinilai sengaja melakukan handball di tengah lapangan. “Saya sepertinya tertidur. Saya seharusnya langsung mengganti Pjanic setelah mendapat kartu kuning pertamanya. Dia memang berisiko mendapat kartu merah jika terus di lapangan. Tapi, saya tidak menduga dia akan melakukan pelanggaran seperti itu,” ucap Allegri, dilansir Football-Italia.
Sejatinya, pertandingan ini berlangsung dengan tensi tinggi dan diwarnai sejumlah kontroversi. Terbukti, ada dua pemain yang diusir wasit. Sebelum Pjanic meninggalkan lapangan, kiper Napoli Alex Meret mendapat kartu merah langsung pada menit ke-25 karena melanggar Cristiano Ronaldo. Insiden itu bermula ketika backpass bek Kevin Malcuit berhasil dicuri Ronaldo. Itu memaksa Meret keluar dari kotak penalti dan mencoba menghadang CR7. Akibatnya, mantan gelandang Real Madrid tersebut terjatuh.
Wasit lalu langsung mengeluarkan kartu merah tanpa melihat dulu video rekaman. Padahal, menurut tayangan ulang, walau Ronaldo melompat melewati kaki Meret yang terbuka melebar, tidak terjadi kontak fisik. “Saya paham peraturannya. Menurut saya, Meret harus mendapat kartu merah terlepas ada kontak atau tidak. Wasit telah memutuskan, begitu juga dengan asisten video. Wasit bertugas dengan baik dan bisa membaca situasi dengan benar,” tandas Allegri.
Selain itu, ada juga hadiah penalti kepada Napoli pada menit ke- 84 yang dinilai kontroversi. Itu terjadi tidak lama setelah Jose Callejon memperkecil kedudukan pada menit ke-61, yang membalas gol kedua Juventus atas nama Emre Can di menit ke-39. Wasit menunjuk titik putih setelah Alex Sandro dianggap melakukan handball di kotak terlarang. Keputusan itu diambil setelah melihat dulu VAR. Namun, Lorenzo Insigne yang ditunjuk sebagai algojo tidak mampu mengonversinya menjadi gol.
Kegagalan Insigne mengeksekusi penalti menutup kans tuan rumah untuk menyamakan kedudukan. Alhasil, Juventus memetik empat kemenangan beruntun di Seri A. Ini sekaligus menjaga rekor tidak terkalahkan di kompetisi domestik. Si Nyonya Tua pun semakin leluasa memburu scudetto kedelapan secara beruntun lantaran kini unggul 16 poin dari Napoli. “Kami terlalu banyak melakukan kesalahan saat passing. Lini belakang kami maju terlalu dalam dan memberi ruang gerak bagi penyerang Napoli. Tapi, sisi positifnya, kami masih bisa berjuang di bawah tekanan,” ucap Allegri.
Agar hal serupa tidak terjadi, Allegri meminta para pemainnya lebih bersabar saat di lapangan, khususnya ketika nanti melawan Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (13/3). Pada laga itu, Juventus tidak boleh melakukan kesalahan karena harus membalikkan kekalahan 0-2. “Kami harus lebih bersabar, tetap berkepala dingin, dan fokus pada pertandingan. Karena kami bisa melewati 70 menit tanpa mencetak gol. Sangat penting untuk terbebas dari tekanan. Kami harus lebih santai dan memaksimalkan peluang,” tandas Allegri.
(don)