Nasib Pelatih AS Roma di Tangan Porto
Selasa, 05 Maret 2019 - 16:01 WIB
Nasib Pelatih AS Roma di Tangan Porto
A
A
A
PORTO - Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco mempertaruhkan jabatannya saat timnya bentrok pada leg kedua 16 besar Liga Champions 2018/2019 kontra FC Porto. Jika lolos ke 8 besar, Di Francesco berpeluang bertahan di Olimpico.
Roma dijamu Porto di Estadio do Dragao, Rabu (6/3/2019) waktu lokal atau Kamis (7/3/2019) dini hari WIB. Edin Dzeko membawa modal kemenangan 2-1 pada leg pertama di Olimpico.
Media Italia melaporkan bahwa pekerjaan Di Francesco akan dipertaruhkan ketika menghadapi Porto. Bahkan Roma sudah menyiapkan mantan pelatih Fiorentina, Paulo Sousa, untuk menggantikan Di Francesco jika dia dipecat.
Klub belum membuat komentar resmi tentang situasi pelatih. Namun, Sousa, pelatih asal Portugal, disebut-sebut akan berada di tribun Estadio do Dragao pada hari Rabu. Sedangkan pelatih lain yang dibidik adalah mantan bek Roma Christian Panucci, yang saat ini menjadi pelatih tim nasional Albania.
Roma tersingkir di Coppa Italia setelah dikalahkan Fiorentina 1-7 pada Januari lalu, dan ditekuk Lazio 0-3 dalam derby Roma, Sabtu (2/3/2019). Di Francesco mengakui itu tidak cukup baik dan terutama marah pada gol pertama Lazio, yang dicetak dari langkah yang dimulai dengan lemparan ke dalam.
"Anda tidak bisa kebobolan lewat tengah dari lemparan ke dalam - itu terlalu mudah bagi mereka. Kami salah menilai," katanya. "Itu bisa terjadi pada siapa pun, tetapi itu terjadi terlalu sering pada kami musim ini."
"Kami benar-benar harus berbenah pada sisi mental. Kami seperti hidup dan mati."
Pelatih berusia 49 tahun yang memimpin Roma ke tempat ketiga di Serie A dan semifinal Liga Champions musim lalu, yang merupakan prestasi pertama di klub, dihargai dengan kontrak dua tahun baru.
Meskipun ada beberapa penampilan mengesankan musim ini, terutama dari gelandang berusia 19 tahun Nicolo Zaniolo, mereka telah dibayangi keruntuhan Roma.
Roma dikalahkan Bologna, SPAL, dan Udinese -yang merupakan tim papan bawah klasemen musim ini- dan ditahan Chievo 2-2 .
Kemudian, dalam waktu empat hari di bulan Januari, mereka menyia-nyiakan keunggulan tiga gol di Atalanta untuk hasil 3-3 sebelum menderita tujuh gol dibantai Fiorentina.
Roma dijamu Porto di Estadio do Dragao, Rabu (6/3/2019) waktu lokal atau Kamis (7/3/2019) dini hari WIB. Edin Dzeko membawa modal kemenangan 2-1 pada leg pertama di Olimpico.
Media Italia melaporkan bahwa pekerjaan Di Francesco akan dipertaruhkan ketika menghadapi Porto. Bahkan Roma sudah menyiapkan mantan pelatih Fiorentina, Paulo Sousa, untuk menggantikan Di Francesco jika dia dipecat.
Klub belum membuat komentar resmi tentang situasi pelatih. Namun, Sousa, pelatih asal Portugal, disebut-sebut akan berada di tribun Estadio do Dragao pada hari Rabu. Sedangkan pelatih lain yang dibidik adalah mantan bek Roma Christian Panucci, yang saat ini menjadi pelatih tim nasional Albania.
Roma tersingkir di Coppa Italia setelah dikalahkan Fiorentina 1-7 pada Januari lalu, dan ditekuk Lazio 0-3 dalam derby Roma, Sabtu (2/3/2019). Di Francesco mengakui itu tidak cukup baik dan terutama marah pada gol pertama Lazio, yang dicetak dari langkah yang dimulai dengan lemparan ke dalam.
"Anda tidak bisa kebobolan lewat tengah dari lemparan ke dalam - itu terlalu mudah bagi mereka. Kami salah menilai," katanya. "Itu bisa terjadi pada siapa pun, tetapi itu terjadi terlalu sering pada kami musim ini."
"Kami benar-benar harus berbenah pada sisi mental. Kami seperti hidup dan mati."
Pelatih berusia 49 tahun yang memimpin Roma ke tempat ketiga di Serie A dan semifinal Liga Champions musim lalu, yang merupakan prestasi pertama di klub, dihargai dengan kontrak dua tahun baru.
Meskipun ada beberapa penampilan mengesankan musim ini, terutama dari gelandang berusia 19 tahun Nicolo Zaniolo, mereka telah dibayangi keruntuhan Roma.
Roma dikalahkan Bologna, SPAL, dan Udinese -yang merupakan tim papan bawah klasemen musim ini- dan ditahan Chievo 2-2 .
Kemudian, dalam waktu empat hari di bulan Januari, mereka menyia-nyiakan keunggulan tiga gol di Atalanta untuk hasil 3-3 sebelum menderita tujuh gol dibantai Fiorentina.
(sha)