Kritik Van Gaal: Solskjaer Seperti Mourinho, Parkir Bus
Rabu, 27 Maret 2019 - 18:01 WIB
Kritik Van Gaal: Solskjaer Seperti Mourinho, Parkir Bus
A
A
A
Mantan Pelatih Manchester United (MU) Louis Van Gaal mengkritik taktik yang diusung pelatih sementara The Red Devils Ole Gunnar Solskjaer. Van Gaal tidak yakin bahwa Solskjaer telah mengubah gaya United sejak mengambil alih dari Jose Mourinho dan percaya dia melanjnutkan taktik parkir bus.
Van Gaal tidak melihat pelatih asal Norwegia itu telah merevitalisasi performa dan dan moral United sejak mengambil alih sementara setelah kepergian Mourinho pada bulan Desember.
Meskipun Solskjaer menelan kekalahan beruntun dari Arsenal di Liga Primer dan Wolverhampton Wanderers di Piala FA, namun United telah kembali ke perburuan empat besar liga dan lolos ke perempat final Liga Champions .
Meski belum ada keputusan tentang penunjukan permanen, tetapi sejumlah pihak mengakui bahwa Solskjaer layak mendapat pujian karena menciptakan suasana yang lebih positif.
Tapi, Van Gaal yang mengelola United antara tahun 2014 dan 2016, meyakini bahwa tak ada perubahan signifikan secara strategi permainan lantaran sama negatifnya dengan taktik Mourinho.
"Pelatih setelah saya (Mourinho) mengubah menjadi taktik parkir bus dan mengandalkan serangan balik," katanya kepada BBC Sport.
"Sekarang ada pelatih lain yang juga memarkir bus dan bermain di serangan balik. Perbedaan utama antara Mourinho dan Solskjaer adalah Solskjaer yang menang," paparnya.
"Saya tidak ada di sana tetapi tampaknya ada perubahan dan suasananya tampaknya lebih baik. Juga benar bahwa Solskjaer telah mengubah posisi Paul Pogba dan menempatkannya di area di mana dia jauh lebih penting."
"Tetapi cara Manchester United bermain sekarang bukanlah cara Ferguson bermain. Ini adalah sepak bola defensif dan serangan balik. Jika Anda suka, sukailah. Jika Anda berpikir itu lebih menghibur daripada serangan membosankan yang saya usung, oke. Tapi, ini bukan kebenaran saya."
"Solskjaer baru saja kalah dua kali dan dia harus mengelola itu. Sangat penting bahwa Manchester United lolos ke Liga Champions, seperti ketika saya menjadi manajer."
"Tetapi, mereka juga dapat memenangkan Liga Champions karena mereka memainkan sepak bola bertahan dan sangat sulit untuk mengalahkan mereka, yang, suka atau tidak, adalah hasil kerja Mourinho."
Van Gaal juga mengkritik Mourinho dan Solskjaer atas apa yang dia yakini sebagai penolakan untuk memberi pemain muda kesempatan bermain. Pelatih asal Belanda yang mengumumkan pensiun awal bulan ini, memang terkenal karena kerap memberi kesempatan pemain muda.
"Saya pernah membaca bahwa Mourinho menyebut saya memainkan pemain muda karena keharusan. Itu tidak benar. Saya menciptakan keperluan itu."
"Manchester United memiliki lebih dari 30 pemain. Saya membawa mereka 23 pemain. Kemudian saya memiliki pilihan terbuka untuk pemain akademi. Saya melakukan itu di setiap klub. Itulah sebabnya banyak pemain muda melakukan debut bersama saya."
"Banyak pelatih, seperti Mourinho, tidak pernah memberi kesempatan kepada pemain muda. Ya, cuma lima menit. Solskjaer, 10 menit. Itu bukan kesempatan. Kesempatan adalah pertandingan."
"Terlalu banyak pemain pengalaman itu tidak baik. Maka Anda memiliki pilot otomatis. Anda selalu membutuhkan imajinasi dan Anda tidak bisa melupakan betapa penuh inspirasinya para pemain muda."
"Jika Anda tidak mau memercayai pemain muda, kamu tidak cocok untuk menjadi manajer klub yang memiki pemain dengan pemain yang memiliki pendidikan remaja."
Van Gaal tidak melihat pelatih asal Norwegia itu telah merevitalisasi performa dan dan moral United sejak mengambil alih sementara setelah kepergian Mourinho pada bulan Desember.
Meskipun Solskjaer menelan kekalahan beruntun dari Arsenal di Liga Primer dan Wolverhampton Wanderers di Piala FA, namun United telah kembali ke perburuan empat besar liga dan lolos ke perempat final Liga Champions .
Meski belum ada keputusan tentang penunjukan permanen, tetapi sejumlah pihak mengakui bahwa Solskjaer layak mendapat pujian karena menciptakan suasana yang lebih positif.
Tapi, Van Gaal yang mengelola United antara tahun 2014 dan 2016, meyakini bahwa tak ada perubahan signifikan secara strategi permainan lantaran sama negatifnya dengan taktik Mourinho.
"Pelatih setelah saya (Mourinho) mengubah menjadi taktik parkir bus dan mengandalkan serangan balik," katanya kepada BBC Sport.
"Sekarang ada pelatih lain yang juga memarkir bus dan bermain di serangan balik. Perbedaan utama antara Mourinho dan Solskjaer adalah Solskjaer yang menang," paparnya.
"Saya tidak ada di sana tetapi tampaknya ada perubahan dan suasananya tampaknya lebih baik. Juga benar bahwa Solskjaer telah mengubah posisi Paul Pogba dan menempatkannya di area di mana dia jauh lebih penting."
"Tetapi cara Manchester United bermain sekarang bukanlah cara Ferguson bermain. Ini adalah sepak bola defensif dan serangan balik. Jika Anda suka, sukailah. Jika Anda berpikir itu lebih menghibur daripada serangan membosankan yang saya usung, oke. Tapi, ini bukan kebenaran saya."
"Solskjaer baru saja kalah dua kali dan dia harus mengelola itu. Sangat penting bahwa Manchester United lolos ke Liga Champions, seperti ketika saya menjadi manajer."
"Tetapi, mereka juga dapat memenangkan Liga Champions karena mereka memainkan sepak bola bertahan dan sangat sulit untuk mengalahkan mereka, yang, suka atau tidak, adalah hasil kerja Mourinho."
Van Gaal juga mengkritik Mourinho dan Solskjaer atas apa yang dia yakini sebagai penolakan untuk memberi pemain muda kesempatan bermain. Pelatih asal Belanda yang mengumumkan pensiun awal bulan ini, memang terkenal karena kerap memberi kesempatan pemain muda.
"Saya pernah membaca bahwa Mourinho menyebut saya memainkan pemain muda karena keharusan. Itu tidak benar. Saya menciptakan keperluan itu."
"Manchester United memiliki lebih dari 30 pemain. Saya membawa mereka 23 pemain. Kemudian saya memiliki pilihan terbuka untuk pemain akademi. Saya melakukan itu di setiap klub. Itulah sebabnya banyak pemain muda melakukan debut bersama saya."
"Banyak pelatih, seperti Mourinho, tidak pernah memberi kesempatan kepada pemain muda. Ya, cuma lima menit. Solskjaer, 10 menit. Itu bukan kesempatan. Kesempatan adalah pertandingan."
"Terlalu banyak pemain pengalaman itu tidak baik. Maka Anda memiliki pilot otomatis. Anda selalu membutuhkan imajinasi dan Anda tidak bisa melupakan betapa penuh inspirasinya para pemain muda."
"Jika Anda tidak mau memercayai pemain muda, kamu tidak cocok untuk menjadi manajer klub yang memiki pemain dengan pemain yang memiliki pendidikan remaja."
(sha)