Kuras Fisik dan Tenaga, Atlet Muslim Tetap Berpuasa

Sabtu, 11 Mei 2019 - 08:13 WIB
Kuras Fisik dan Tenaga,...
Kuras Fisik dan Tenaga, Atlet Muslim Tetap Berpuasa
A A A
AMSTERDAM - Para atlet muslim di negeri mayoritas nonmuslim tetap bekerja penuh dedikasi selama Ramadan. Sembari mencoba menahan hawa nafsu, mereka juga berupaya memberikan penampilan terbaik dan membawa gelar juara kepada tim yang dibelanya.

Penyerang andalan klub sepak bola Ajax, Hakim Ziyech, juga tidak mau puasanya batal selama Ramadan, meski pekerjaannya menguras fisik dan tenaga. Dia tetap menahan haus dan lapar selama bermain melawan Tottenham Hotspur pada leg kedua babak semifinal Liga Champions 2018-2019, Kamis (9/5) lalu.

Memasuki waktu Magrib yang ditandai dengan terbenamnya matahari di Amsterdam, Belanda, Ziyech ke tepi lapangan untuk berbuka puasa. Dia memakan semacam suplemen energi berbentuk gel pada menit ke-22 dan berhasil mencetak gol kedua ke gawang Tottenham Hotspur.

Sayangnya, timnya tersingkir dari Liga Champions dengan agregat akhir 3-3. Meski demikian, Ziyech patut bangga karena mampu tampil memukau di lapangan tanpa meninggalkan perintah agama. Dia juga menjadi salah satu pemain kebanggaan Ajax dan Maroko.

Hal yang sama juga dijalani bintang Liverpool, Mohamed Salah. Pemain sepak bola asal Mesir ini juga mengakui tantangan yang dihadapi pesepak bola muslim selama Ramadan berat. “Bisa berpuasa selama Ramadan bagi kami sulit karena kami harus menjalani dua sesi latihan setiap hari dan cuacanya panas,” katanya dikutip thesun.co.uk.

Kondisi serupa juga dirasakan atlet lain. Pebasket muslim Enes Kanter mengaku memiliki persiapan khusus karena waktu Ramadan di AS berlangsung 16 jam. Dia selalu mengonsumsi yogur, buah-buahan, kacang-kacangan, dan air putih sebanyak mungkin ketika sahur.

Pemain New York Knicks tersebut telah merumuskan persiapan tersebut sejak satu dekade lalu. Meski berpuasa, Kanter juga sukses tampil memukau saat melawan Denver Nuggets. Dia rata-rata mencetak 20 poin dengan rebound lebih dari 10 kali per permainan.

“Saya bermain melawan para pemain senior yang sangat hebat dan menjadi satu-satunya pemain yang berpuasa,” kata Kanter, dilansir nytimes.com. “Ketika waktu berbuka tiba, saya meneguk air begitu banyak sampai tak ada lagi ruang untuk makanan,” sambungnya.

Kanter, begitu juga dengan Ziyech dan Salah, menekan kesepakatan khusus dengan klubnya saat menandatangani kontrak. Mereka meminta pihak manajemen menyadari bahwa mereka seorang muslim dan perlu menunaikan ibadah fardhu, tak terkecuali salat lima waktu.
(don)
Berita Terkini
75 Gol dalam 24 Laga,...
75 Gol dalam 24 Laga, Piala Dunia 2026 Penuh Drama
19 menit yang lalu
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Mampukah Taegeuk Warriors Akhiri Kutukan?
1 jam yang lalu
Swiss vs Bosnia 4-1:...
Swiss vs Bosnia 4-1: La Nati Puncaki Grup B Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
5 jam yang lalu
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
5 jam yang lalu
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
9 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved