Tempati Peringkat Ke-4 Timnas Futsal U-20 Lampaui Ekspektasi
Minggu, 23 Juni 2019 - 06:25 WIB
Tempati Peringkat Ke-4 Timnas Futsal U-20 Lampaui Ekspektasi
A
A
A
TABRIZ - Tim nasional futsal U-20 mendapatkan pelajaran berharga dengan menyelesaikan turnamen AFC U-20 Futsal Championship 2019 di peringkat keempat. Pasalnya, Garuda Muda tak mampu meraih kemenangan saat memperebutkan peringkat ketiga usai takluk dari Iran 1-9 di Shahid Poursharifi Arena, Iran, tadi malam.
Sebelumnya menelan kekalahan, pasukan Indonesia sebenarnya sudah mencatatkan sejarah emas pada event AFC U-20 Futsal Championship. Keberhasilan mencapai babak semifinal merupakan yang pertama bagi timnas Indonesia, baik di level usia maupun senior. Sebelumnya, pencapaian terbaik tim Merah Putihhanya adalah babak 8 besar.
Masuk jajaran empat tim terbaik Asia sudah melampaui ekspektasi, termasuk memenuhi target minimal Federasi Futsal Indonesia (FFI). Kekalahan telak dari Iran bisa dijadikan sebagai pelajaran dan pengalaman paling berharga pasukan muda Indonesia bertanding di kancah internasional.
Asisten pelatih timnas Futsal U-20 Indonesia Sayan Karmadi mengaku sangat bangga dengan para pemainnya selama tampil di turnamen ini. Menurutnya, pasukannya itu tampil tidak kenal lelah meski harapan para pemain untuk bisa menembus final harus kandas di semifinal setelah kalah tipis dari Afghanistan 3-4 melalui perpanjangan waktu. Namun, Sayan juga memuji kualitas Iran yang tampil sangat solid selama pertandingan itu.
Menurutnya, Iran bermain seperti tidak memiliki beban setelah disingkirkan Jepang dengn skor 2-4 di semifinal. “Pertama saya ingin mengucapkan selamat kepada Iran atas kemenangan ini. Ada beberapa strategi yang kami gunakan dari tekanan tinggi dan permainan penguasaan bola, tetapi Iran bertekad untuk tidak kalah lagi. Mereka bermain sangat sistematis dan mengeksploitasi titik lemah kami di pertandingan ini,” kata Sayan seperti dilansir situs resmi AFC Futsal.
Pada laga itu, gol semata wayang Timnas Indonesia diciptakan Firman pada menit ke-39. Sebelumnya, Iran berhasil mencetak sembilan gol yang di hasilkan oleh Salar Aghapour pada menit kedua. Hanya dalam waktu dua menit, Iran mendapatkan gol kedua dari Ali Akrami. Bahkan, Iran kian dominan dengan menambah empat gol melalui Sajjad Sarbaz (11') Salar Aghapour (16') Reza Ghanbari (16') dan Erfan Hosseinzadeh (17') yang sekaligus menutup babak pertama dengan keunggukan 6-0.
Pada babak kedua, permainan skuad Indonesia tidak mengalami perubahan. Sedangkan Iran masih mendominasi jalannya pertandingan. Hasilnya, Ramadhan Zidani dkk kembali kecolongan tiga gol oleh Salar Aghpur (25') dan Belal Esmaeili (29') dan ditutup oleh Mahdi Dehghannezad pada menit ke-40. Skor 9-1 untuk Iran tidak berubah hingga pertandingan usai.
Meski begitu, timnas Indonesia dinilai sudah memberikan kejutan di pentas futsal usai se-asia tersebut. Bahkan, mereka mampu merepotkan salah satu tim terbaik Asia sekaligus kandidat juara pada ajang ini. Sayang, kesempatannya untuk mengakhiri di peringkat ketiga harus kandas di tangan Iran. Yang pasti, Sayan mengaku puas dengan pencapaian timnya selama di turnamen ini.
“Kami di sini dengan para pemain yang tidak memiliki pengalaman internasional sebelumnya. Saya senang kami telah menunjukan berada pada level yang sama dengan Iran, Jepang, dan Thailand. Para pemain melakukan upaya luar biasa diturnaman ini. Saya akan kembali berbicaraya dengan Federasi, karena kami pikir kami dapat mencapai Piala Dunia 2024 dengan tim ini,” ungkap Sayan.
Sementara itu, Pelatih Iran Hamid Moghadam sempat khawatir pasukannya kehilangan motivasi pascatakluk dari Jepang 2-4 di semifinal dan sekaligus gagal mempertahankan gelar juara yang diraihnya pada 2017 lalu. Namun, anak asuhnya justru tampil agresif berkat mendapatkan dukungan dari pendukungnya yang hadir di pertandingan tersebut.
“Hari ini tidak ada tekanan, jadi kami bermain dengan tenang. Kami adalah orang Iran, dan selalu ada harapan untuk menang, jadi para pemain kami menekan dibandingkan laga sebelumnya. Kami telah menganalisis Indonesia sebelumnya dan taktik kami hari ini sangat mendesak. Saya senang para pemain kami menciptakan peluang dan mencetak gol,” ucap Moghadam.
Sebelumnya menelan kekalahan, pasukan Indonesia sebenarnya sudah mencatatkan sejarah emas pada event AFC U-20 Futsal Championship. Keberhasilan mencapai babak semifinal merupakan yang pertama bagi timnas Indonesia, baik di level usia maupun senior. Sebelumnya, pencapaian terbaik tim Merah Putihhanya adalah babak 8 besar.
Masuk jajaran empat tim terbaik Asia sudah melampaui ekspektasi, termasuk memenuhi target minimal Federasi Futsal Indonesia (FFI). Kekalahan telak dari Iran bisa dijadikan sebagai pelajaran dan pengalaman paling berharga pasukan muda Indonesia bertanding di kancah internasional.
Asisten pelatih timnas Futsal U-20 Indonesia Sayan Karmadi mengaku sangat bangga dengan para pemainnya selama tampil di turnamen ini. Menurutnya, pasukannya itu tampil tidak kenal lelah meski harapan para pemain untuk bisa menembus final harus kandas di semifinal setelah kalah tipis dari Afghanistan 3-4 melalui perpanjangan waktu. Namun, Sayan juga memuji kualitas Iran yang tampil sangat solid selama pertandingan itu.
Menurutnya, Iran bermain seperti tidak memiliki beban setelah disingkirkan Jepang dengn skor 2-4 di semifinal. “Pertama saya ingin mengucapkan selamat kepada Iran atas kemenangan ini. Ada beberapa strategi yang kami gunakan dari tekanan tinggi dan permainan penguasaan bola, tetapi Iran bertekad untuk tidak kalah lagi. Mereka bermain sangat sistematis dan mengeksploitasi titik lemah kami di pertandingan ini,” kata Sayan seperti dilansir situs resmi AFC Futsal.
Pada laga itu, gol semata wayang Timnas Indonesia diciptakan Firman pada menit ke-39. Sebelumnya, Iran berhasil mencetak sembilan gol yang di hasilkan oleh Salar Aghapour pada menit kedua. Hanya dalam waktu dua menit, Iran mendapatkan gol kedua dari Ali Akrami. Bahkan, Iran kian dominan dengan menambah empat gol melalui Sajjad Sarbaz (11') Salar Aghapour (16') Reza Ghanbari (16') dan Erfan Hosseinzadeh (17') yang sekaligus menutup babak pertama dengan keunggukan 6-0.
Pada babak kedua, permainan skuad Indonesia tidak mengalami perubahan. Sedangkan Iran masih mendominasi jalannya pertandingan. Hasilnya, Ramadhan Zidani dkk kembali kecolongan tiga gol oleh Salar Aghpur (25') dan Belal Esmaeili (29') dan ditutup oleh Mahdi Dehghannezad pada menit ke-40. Skor 9-1 untuk Iran tidak berubah hingga pertandingan usai.
Meski begitu, timnas Indonesia dinilai sudah memberikan kejutan di pentas futsal usai se-asia tersebut. Bahkan, mereka mampu merepotkan salah satu tim terbaik Asia sekaligus kandidat juara pada ajang ini. Sayang, kesempatannya untuk mengakhiri di peringkat ketiga harus kandas di tangan Iran. Yang pasti, Sayan mengaku puas dengan pencapaian timnya selama di turnamen ini.
“Kami di sini dengan para pemain yang tidak memiliki pengalaman internasional sebelumnya. Saya senang kami telah menunjukan berada pada level yang sama dengan Iran, Jepang, dan Thailand. Para pemain melakukan upaya luar biasa diturnaman ini. Saya akan kembali berbicaraya dengan Federasi, karena kami pikir kami dapat mencapai Piala Dunia 2024 dengan tim ini,” ungkap Sayan.
Sementara itu, Pelatih Iran Hamid Moghadam sempat khawatir pasukannya kehilangan motivasi pascatakluk dari Jepang 2-4 di semifinal dan sekaligus gagal mempertahankan gelar juara yang diraihnya pada 2017 lalu. Namun, anak asuhnya justru tampil agresif berkat mendapatkan dukungan dari pendukungnya yang hadir di pertandingan tersebut.
“Hari ini tidak ada tekanan, jadi kami bermain dengan tenang. Kami adalah orang Iran, dan selalu ada harapan untuk menang, jadi para pemain kami menekan dibandingkan laga sebelumnya. Kami telah menganalisis Indonesia sebelumnya dan taktik kami hari ini sangat mendesak. Saya senang para pemain kami menciptakan peluang dan mencetak gol,” ucap Moghadam.
(don)