Tim Yamaha Keceplosan buat Pilihan yang Tak Sesuai dengan Pembalap

Sabtu, 27 Juli 2019 - 16:00 WIB
Tim Yamaha Keceplosan...
Tim Yamaha Keceplosan buat Pilihan yang Tak Sesuai dengan Pembalap
A A A
LONDON - Setahun yang lalu, Kepala Pengembangan Motor Yamaha, Kouji Tsuya, meminta maaf atas materi buruk M1 yang membuat Valentino Rossi dan Maverick Vinales mengalami penurunan drastis. Tapi hal itu seolah tak berubah banyak ketika duo tim Garpu Tala bertempur di ajang MotoGP musim ini. Pasalnya, untuk empat musim secara beruntun, mereka selalu berada di belakang kompatriot Repsol Honda.

Saat ini tim pabrikan Yamaha hanya mampu menempatkan Vinales dan Rossi berada di urutan kelima dan keenam pada klasemen sementara pembalap di paruh pertama MotoGP musim ini. Dahaga gelar juara dunia MotoGP seakan semakin juah dari paddock tim Yamaha dan mereka belum memenangkannya sejak Jorge Lorenzo pada 2015 lalu.

Pada 2017 hingga saat ini, tim Yamaha terus melakukan inovasi dengan memasukkan pembalap muda seperti Johann Zarco, Folger, Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli. Keempat pembalap itu diyakini bakal dijadikan sebagai model penggerak, meskipun dalam versi yang berbeda.

Dampak dari kehadiran empat pembalap itu setidaknya berhasil membuat penikmat balap kuda besi menggelengkan kepala. Quartararo misalnya. Pembalap Petronas Yamaha itu sudah mengoleksi tiga pole position dan dua kali naik podium.

Meskipun belum ada kemenangan yang hadir dari Quartararo, namun penampilannya benar-benar membuat tim pabrikan gelisah. Rossi pun belum lama ini menyatakan bahwa dirinya tidak tahu versi mana yang akhirnya dihomologkan untuk tahun ini.

Tapi itu mungkin hanya setengah dari cerita. Dan, Rossi bersikeras jika dirinya tidak menyetujui pemilihan yang dilakukan tim Yamaha mengenai pengembangan motor M1.

"Spesifikasi mesin akhir adalah kompromi antara berbagai kebutuhan pengendara pabrik di musim dingin. Anda harus memutuskan spesifikasi sebelum awal musim," jelas Lin Jarvis dikutip dari Speedweek, Sabtu (27/7/2019).

"Pembalap memiliki pandangan berbeda tentang hal-hal tertentu. Mesin yang kami bangun pada akhir musim bukanlah A atau B. Itu adalah kombinasi dari A dan B. Mungkin versi ini tidak sama persis dengan keinginan kedua pembalap. Tetapi Anda harus membuat pilihan. Yamaha memilih versi mesin yang lebih lembut, karena pada saat itu kami mengalami masalah dengan akselerasi, genggaman, roda, dan masa pakai ban. Sementara itu, kami telah memecahkan beberapa masalah ini. Tetapi kami merasa kehilangan tenaga mesin," pungkas Jarvis.
(bbk)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Heboh Email AFA Diretas...
Heboh Email AFA Diretas Sebut Argentina Diuntungkan Wasit
1 jam yang lalu
Alarm Bahaya untuk Argentina...
Alarm Bahaya untuk Argentina Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Blunder Senne Lammens...
Blunder Senne Lammens dan Pelukan Courtois
4 jam yang lalu
Argentina vs Swiss:...
Argentina vs Swiss: La Albiceleste Dibayangi Tembok Kokoh La Nati
5 jam yang lalu
Profil Joao Pinheiro,...
Profil Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
6 jam yang lalu
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Duel Panas Menuju Empat Besar
7 jam yang lalu
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved