Pelatih Belgia: Lukaku Kurang Dihargai di Inggris

Minggu, 01 September 2019 - 23:01 WIB
Pelatih Belgia: Lukaku...
Pelatih Belgia: Lukaku Kurang Dihargai di Inggris
A A A
BRUSSELS - Pelatih timnas Belgia Roberto Martinez menyebut sepak bola Inggris kurang menghargai pencapaian Romelu Lukaku. Menurutnya, catatan gol Lukaku seharusnya membuat dia lebih dihormati di Inggris.

Manchester United menjual Lukaku ke tim Serie A, Inter Milan, pada Agustus dengan nilai 80 juta euro (Rp1,2 triliun). Striker berusia 26 tahun itu mencetak 27 gol kompetitif di musim pertamanya di Old Trafford. Namun, jumlah itu turun menjadi 15 musim lalu.

Martinez pernah menangani Lukaku saat masih menjadi pelatih Everton, percaya dampak keseluruhan pemain di Liga Primer tidak dihargai. Hanya 18 pemain yang pernah mencetak lebih banyak gol dalam kompetisi dari Lukaku yang mengemas 113 gol dari 252 penampilan.

Lukaku mencetak gol dalam debutnya bersama Inter saat mengalahkan Lecce 4-0 pada laga pembuka Serie A 2019/2020. Dia diharapkan kembali mencetak gol lagi saat Nerazzurri bertandang ke markas Cagliari di Sardegna Arena, Minggu (1/9/2019) atau Senin (2/9/2019) pukul 01.45 WIB.

"Romelu tidak dihargai atas sebagian besar waktunya di sepak bola Inggris," kata Martinez kepada Daily Mail.

"Dan alasannya sangat jelas. Semua orang menganalisis peran yang tidak dia dapatkan sebagai nomor sembilan. Semua orang ingin memberi tahu dia sentuhan pertama harus lebih baik, bahwa dia harus lebih kuat di udara, bahwa dia perlu membuat lebih banyak ruang."

"Tapi, yang mereka lewatkan adalah sebagai pekerja yang luar biasa sebagai pencetak gol. Lihat statistiknya. Dia adalah salah satu pencetak gol paling signifikan di usianya."

"Seperti pemain lain, jika Anda akan menyoroti hal-hal yang tidak mereka lakukan dengan baik, Anda tidak akan mendapatkan perasaan sebagai pemain yang baik. Tapi dalam kasus Romelu, dia selalu menjadi pencetak gol terbanyak."

Langkah Lukaku keluar dari Liga Primer adalah yang ketiga dari starting XI Belgia selama penutupan musim 2018/2019, setelah Eden Hazard ke Real Madrid dan Vincent Kompany ke Anderlecht.

Kevin De Bruyne tetap di Manchester City dan telah menikmati awal yang luar biasa dan bebas cedera untuk musim baru.

"Kevin De Bruyne adalah seorang playmaker modern. Xabi Alonso di Liverpool atau Xavi Hernandez di Barcelona, ketika mereka menerima bola, semuanya harus melambat dan ini memungkinkan mereka untuk mengeksekusi operan."

"Sebaliknya, De Bruyne, dia mengeksekusi operan sebelum aliran permainan melihatnya, sebelum orang melihatnya."
(sha)
Berita Terkait
Derby della Madoninna...
Derby della Madoninna Tanpa Pemenang, AC Milan Puas Imbangi Inter
Mengintip Jersey Anyar...
Mengintip Jersey Anyar Inter Milan
Inter Milan Selangkah...
Inter Milan Selangkah Lagi Menuju Scudetto
Frustrasi di Inter Milan,...
Frustrasi di Inter Milan, Alexis Sanchez Disarankan ke West Ham
Romelu Lukaku Benci...
Romelu Lukaku Benci Disebut sebagai Pencuri Gol
Gasak Cremonese 3-1,...
Gasak Cremonese 3-1, Inter Salip AC Milan
Berita Terkini
Air Mata Terakhir Cristiano...
Air Mata Terakhir Cristiano Ronaldo di Panggung Piala Dunia
3 jam yang lalu
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Spanyol Singkirkan Portugal
3 jam yang lalu
Gol Telat Mikel Merino...
Gol Telat Mikel Merino Antar Spanyol ke Perempat Final Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
UEFA Murka! FIFA Dituding...
UEFA Murka! FIFA Dituding Rusak Integritas Piala Dunia
5 jam yang lalu
Amerika Serikat vs Belgia:...
Amerika Serikat vs Belgia: Setan Merah Siap Pulangkan Tuan Rumah Terakhir?
7 jam yang lalu
Ronaldo atau Ramos?...
Ronaldo atau Ramos? Statistik CR7 Bikin Martinez Dilema
8 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved